Isu Oposisi Merapat, Nasdem: Bangun Negara Tak Harus Ada di Kabinet

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 9 Juli 2019
Soal adanya isu oposisi yang merapat ke Jokowi-Ma'ruf, menurut Nasdem bukan berarti partai koalisi harus ada di jajaran menteri.
tirto.id - Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Johnny G Plate berkomentar soal adanya isu Gerindra, PAN dan Demokrat yang akan merapat ke poros koalisi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia mengatakan, jika benar proses rekonsiliasi dilakukan, maka ia berharap skema presidensial prerogatif akan lebih fokus untuk memilih jajaran kabinet dari koalisi.

"Sejalan dengan pendapat yang disampaikan oleh presiden bahwa kerja sama membangun negara jangan dianggap dan diartikan harus ada di kabinet [masuk jajaran menteri]. Nah saat ini, koalisi Jokowi-Ma'ruf ini diisi oleh tokoh-tokoh profesional yang sangat banyak," jelas dia di Gedung Nusantara II Ruang Rapat Paripurna DPR, Senayan, Jakarta Pusat (9/7/2019).

Ia menjelaskan, menjelang akhir masa selesainya jabatan dan pembentukan kabinet baru. Beberapa koalisi sudah terbuka dengan harapan jumlah jatah menteri yang akan diberikan Presiden Jokowi.

Jhonny memberi contoh, beberapa waktu lalu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta 10 jatah menteri. Hal ini tentu juga menjadi bahan pertimbangan di partai anggota koalisi Jokowi.

Partai-partai tersebut juga berharap bisa masuk ke kabinet, ia berharap Presiden akan lebih mengutamakan jajaran menteri dari partai koalisi terlebih dahulu, baru kemudian oposisi.

"Kita tentu harapkan untuk membantu anggota kabinet itu adalah orang-orang hebat dari yang terhebat ada di koalisi Indonesia kerja," tandas dia.


Baca juga artikel terkait JATAH MENTERI atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Politik)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno