tirto.id - Synchronize Fest kembali hadir sebagai salah satu perayaan musik paling dinanti di Indonesia. Edisi ke-11 ini akan berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, menghadirkan ragam penampilan lintas generasi dengan energi yang tetap khas: kolaboratif, penuh warna, dan selalu terbuka pada kejutan.
Mengusung kembali semangat “it’s not just a festival, it’s a movement”, Synchronize Fest 2026 seperti mengajak publik memulai ulang sebuah ruang di mana nostalgia, eksplorasi baru, dan pertemuan lintas skena bertemu dalam satu lanskap musikal.
Berikut daftar penampil fase pertama yang dipastikan meramaikan panggung tahun ini:
1. ALKATERI: EXPANDED SESSION
Terinspirasi dari nama jalan di Bandung, Alkateri hadir sebagai unit post-rock/indie-pop yang aktif sejak 2021. Formasi yang digawangi Fauzan Ghifari (vokal), Rifqi Maulana (synth), Galuh Ilham dan Reza Zulmi (gitar), Hadiyan Fazari (bass), serta Felmy Herdianto (drum) ini mencuri perhatian lewat album debut Kontemplasi (2024). Album tersebut menjadi semacam penanda kembalinya geliat post-rock/indie-pop Bandung. Di Synchronize Fest 2026, Alkateri akan menghadirkan set yang merayakan romantisme sonik mereka—melampaui batas geografis dan menjangkau emosi pendengar secara luas.2. ANTINRML (JEMSII, NAYKILLA, TENXI, SUISEI, RYO, JOSUA NATANAEL, DIA, ANANGGA, NAUFAL SYACHREZA, RIKU, YUNG CATERS, BBOOGIE)
AntiNRML adalah kolektif sekaligus label musik yang dipimpin 808Bunny dan Tenxi, dengan Jemsii sebagai music director. Kolektif ini dikenal sebagai salah satu penggerak tren “hipdut”—persilangan hip-hop dan dangdut—melalui rilisan seperti “Garam dan Madu”, “Mejikuhibiniu”, hingga “Kasih Aba-Aba”. Dengan capaian ratusan juta stream dalam waktu singkat, AntiNRML menjadi simbol gelombang baru musik populer Indonesia. Di panggung Synchronize Fest, mereka akan tampil dalam formasi penuh, membawa energi kolektif yang solid.3. BASAJAN
Kuartet instrumental asal Kabupaten Bandung ini mengusung spektrum bunyi yang mereka sebut sebagai Priangan psychedelic groove. Terinspirasi dari akar budaya Sunda, Basajan sebelumnya telah tampil di festival internasional seperti Wonderfruit (Thailand) dan CUE Showcase (Jepang). Setelah merilis single “Nadoman” dan “1971”, mereka kini hadir dengan album debut Bewara di bawah label Bahasa Ibu Records. Synchronize Fest 2026 akan menjadi debut mereka di panggung ini.4. HABIBI FUNK
Didirikan oleh kolektor musik Jannis Stürtz di Berlin, Habibi Funk dikenal sebagai label reissue sekaligus DJ set yang mengarsipkan musik Arabic funk, soul, dan jazz era 1960–1980. Melalui berbagai kompilasi seperti An Eclectic Selection of Music from the Arab World, mereka memperkenalkan kembali lanskap musik Timur Tengah ke audiens global. Kehadiran Habibi Funk akan membawa nuansa lintas dekade ke Synchronize Fest.5. HINDIA
Sebagai salah satu nama paling konsisten dalam lanskap musik alternatif Indonesia, Hindia kembali ke Synchronize Fest setelah raihan lima penghargaan di AMI Awards 2025. Dengan katalog album seperti Menari dengan Bayangan, Lagi Pula Hidup Akan Berakhir, hingga Doves, 25 on Black Canvas, Hindia dikenal lewat pertunjukan yang intim dan emosional—menghubungkan panggung dengan pengalaman personal pendengarnya.6. INDONESIAN GIRL GROUP
(CHIBI CHIBI, EX-BLINK: Agatha Pricilla, Febby Rastanty, Ify Alyssa, Sivia, G STRING, SUPER GIRLIES, 7ICONS)Sebuah pertunjukan spesial yang merayakan era kejayaan girl group Indonesia di awal 2010-an. Nama-nama seperti Chibi Chibi, Blink (reuni parsial), hingga 7icons akan menghidupkan kembali memori kolektif lewat lagu-lagu seperti “Playboy”, “Diam Diam Suka”, hingga “Love U Kamu”. Format ini menjadi ruang nostalgia sekaligus selebrasi pop remaja yang pernah mendominasi arus utama.
7. INDRA LESMANA “LITTLE THINGS FROM THE HEART”
feat. Eva Celia, Teza Sumendra, Monita Tahalea, Michael Jakarimilena, LLWLegenda jazz Indonesia Indra Lesmana akan membawakan secara penuh album Little Things From The Heart. Proyek ini menjadi titik temu antara jazz dan pop dengan sentuhan liris yang hangat. Didukung oleh Eva Celia, Teza Sumendra, Monita Tahalea, serta unit LLW, pertunjukan ini menjanjikan pengalaman musikal yang elegan sekaligus emosional.
8. MARDIAL & FRIENDS
Produser dan beatmaker Mardial kembali membawa format kolaboratifnya ke panggung, bersama nama-nama seperti A. Nayaka, Laze, Ramengvrl, hingga Yacko. Dikenal fleksibel dalam meramu lintas gaya—dari hip-hop hingga pop alternatif—Mardial menjadi salah satu figur penting dalam ekosistem musik independen Indonesia.9. PERUNGGU
Trio “band pulang kantor” ini dikenal lewat pendekatan storytelling yang kuat dalam musiknya. Perunggu akan kembali menyuguhkan lagu-lagu dari Memorandum dan Dalam Dinamika, dengan atmosfer yang mengajak penonton tenggelam dalam narasi keseharian yang dekat dan jujur.10. PORIS VAULT GANG
Kolektif hip-hop asal Tangerang ini membawa identitas “anak kampung” dalam balutan trap modern. Dengan track seperti “Di Atas Atap” dan “Di Bawah Bulan”, mereka merepresentasikan gelombang baru rap Indonesia yang tumbuh dari komunitas lokal menuju panggung yang lebih luas.11. PUNK SEJAK DINI
(SAKINAH MAWADDAH WARAHMAH & SUKSES LANCAR REJEKI, dipandu SUKATANI)Sebuah konsep pertunjukan yang menyoroti regenerasi musik punk lintas usia. Mulai dari Sakinah Mawaddah Warahmah—band keluarga dengan personel anak usia SD—hingga Sukses Lancar Rejeki dari Bekasi, semuanya dipandu oleh Sukatani. Format ini menjadi refleksi bagaimana punk terus diwariskan dan berevolusi.
12. REALITY CLUB X PHUM VIPHURIT
Kolaborasi lintas negara antara Reality Club dan Phum Viphurit menjadi salah satu highlight fase ini. Berangkat dari pertemuan di Jakarta pada 2019, kolaborasi ini merepresentasikan arah Synchronize Fest dalam membuka ruang dialog regional dan pertukaran artistik.13. RIZKY FEBIAN & MAHALINI
Duo pasangan Rizky Febian dan Mahalini akan menghadirkan set romantis dengan deretan lagu cinta populer. Dengan konsep panggung megah, penampilan ini dirancang sebagai momen intim sekaligus spektakuler.14. SATELIT (RRAG, STARRDUCC, TELLY BLUE, THE BASEMENT DRY)
Mengambil inspirasi dari julukan “Bogor Kota Satelit”, showcase ini merangkum generasi baru indie pop/rock Bogor. Nama-nama seperti Rrag, Starrducc, Telly Blue, hingga The Basement Dry menjadi representasi regenerasi skena yang sebelumnya diisi oleh band seperti The Jansen.15. SERINGAI
Pasca kehilangan gitaris Ricky Siahaan, Seringai bangkit dengan album IV: Anastasis. Dengan formasi live terbaru, mereka siap kembali menghadirkan intensitas khas di panggung—menandai fase baru perjalanan band ini.16. SIGMUN
Band psychedelic rock asal Bandung ini dikenal misterius karena jarangnya tampil. Sigmun akan kembali menyapa penggemar dengan lagu-lagu seperti “Prayer of Tempest” dan “Ozymandias”—sebuah momen langka yang patut dinantikan.17. THE PANTURAS
Dengan identitas surf rock modern yang berpadu dengan estetika pesisir, The Panturas telah menjadi salah satu nama penting di skena independen. Lewat album seperti Mabuk Laut dan Ombak Banyu Asmara, mereka membawa energi pantai ke tengah kota—sesuatu yang akan kembali terasa di Synchronize Fest 2026.Editor: Nuran Wibisono
Masuk tirto.id

































