Menuju konten utama

Ingin Mabuk Alkohol Malah Minum Minyak Mandi, 25 Orang Tewas

Tindakan konyol untuk bisa mabuk alkohol tidak hanya terjadi di Indonesia. Di di kota Irkutsk, Siberia sejumlah pemuda meminum minyak mandi untuk bisa "fly", akibatnya 25 orang tewas dan 42 orang harus mendapatkan perawatan medis.

Ingin Mabuk Alkohol Malah Minum Minyak Mandi, 25 Orang Tewas
Mabuk minuman beralkohol (minol). Tirto/TF Subarkah

tirto.id - Tindakan konyol untuk bisa mabuk alkohol tidak hanya terjadi di Indonesia. Di di kota Irkutsk, Siberia sejumlah pemuda meminum minyak mandi untuk bisa "fly", akibatnya 25 orang tewas dan 42 orang harus mendapatkan perawatan medis.

Para penyidik di kota berpenduduk sekitar enam ribu orang yang berjarak 4.184,29 kilometer dari Moskow, mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa mereka telah menahan dua orang yang diduga mendistribusikan minyak mandi tersebut.

Produk itu sendiri memiliki peringatan pada labelnya yang menyatakan barang tersebut tidak untuk ditelan, tapi penyidik mengatakan orang telah mengabaikan itu dan mengkonsumsinya seperti alkohol.

Minyak mandi itu sendiri mengandung spiritus, kata mereka.

Tidak jelas apakah mereka menjual produk itu dengan memasarkannya sebagai pengganti yang murah bagi minuman beralkohol seperti vodka.

"42 orang telah dirawat di berbagai lembaga medis dan 25 di antaranya meninggal dunia. Penyidik dan polisi saat ini sedang melakukan pencarian di pasar untuk mengetahui di mana cairan itu pertama kali diperoleh. Lebih dari 100 titik penjualan telah diidentifikasi," kata penyidik dalam pernyataannya.

Terkait jumlah korban, kantor berita Interfax mengatakan korban tewas telah bertambah menjadi 33 yang merevisi pernyataan awal.

Perdana Menteri Dmitry Medvedev mengatakan dalam sebuah pertemuan pemerintah, bahwa ia akan bertindak untuk melarang produk yang dapat menyebabkan begitu banyak kematian dan mengatakan hukum pidana Rusia sedang diubah untuk menguatkan hukuman bagi orang-orang yang tertangkap menjual barang tersebut.

Penyidik yang menyebut mereka telah membuka kasus pidana peracunan, mengatakan mereka telah menyita lebih dari 2.000 liter minuman keras.

Jaksa setempat, Stanislav Zubovsky, mengatakan pihak kepolisian terus memeriksa daerah pemukiman dan dia menyebut "jumlah (kematian) akan meningkat seiring perkembangan waktu".

Di Siberia, mabuk murah dan berakibat fatal ini punya latar belakang ekonomi dan psikologis di negara itu. Penggunaan alkohol palsu atau penggantinya tersebar luas di wilayah Rusia menyusul terjadinya kelesuan ekonomi yang berlangsung selama dua tahun lebih. Mereka yang jatuh miskin melampiaskan frustasi mereka kepada alkohol. Meski demikian, insiden terbaru ini merupakan kejadian luar biasa di negara itu karena jumlah korban tewas relatif banyak.

Sumber: Antara

Baca juga artikel terkait ALKOHOL atau tulisan lainnya dari Agung DH

tirto.id - Humaniora
Reporter: Agung DH
Penulis: Agung DH
Editor: Agung DH