IMF Pangkas Pertumbuhan Ekonomi, Luhut: Indonesia Pasti Terdampak

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 29 Juli 2019
Menko Luhut Binsar Pandjaitan membenarkan perekonomian global saat ini mengalami perlambatan dan Indonesia memang menerima dampaknya.
tirto.id - Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) mengingatkan negara dunia untuk bersiap menghadapi perlambatan ekonomi. Hal itu disampaikan usai IMF memotong proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia sebanyak 0,1 persen menjadi 3,2 persen untuk 2019 dan 3,5 persen untuk 2020.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan membenarkan perekonomian global saat ini mengalami perlambatan. Ia menyatakan sedikit banyak Indonesia memang menerima dampaknya.

Namun, Luhut menuturkan bahwa saat ini perekonomian Indonesia tetap bertumbuh dengan baik. Bahkan, kata Luhut, dalam pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang, Indonesia justru banyak mendapat pujian dari berbagai negara dunia. Terutama berkaitan dengan cara Indonesia berupaya menangani dampak perlambatan ekonomi global.

“Memang sedikit, tapi itu satu hal yang banyak diapresiasi oleh dunia. Beberapa waktu lalu saat saya mendampingi Presiden ke Osaka dan beberapa tempat-tempat lain terakhir ini. Pemimpin dunia menyampaikan apresiasi mereka terhadap bagaimana menghadapi masalah global ini,” ucap Luhut usai menghadiri syukuran relawan Jokowi di Solo, Jawa Tengah dalam keterangan tertulis, Minggu (28/7/2019) yang diterima reporter Tirto.

Luhut mengatakan pertumbuhan Indonesia yang cukup baik itu dapat dilihat dari sejumlah proyek yang infrastruktur yang dikembangkan pemerintah. Salah satunya kata Luhut adalah jalan tol Trans Jawa yang sudah menyentuh wilayah Solo, Jawa Tengah.

“Dalam lima tahun ini [perkembangannya] sangat baik, misalnya di Solo, coba saja dari Semarang bisa 45 hingga 60 menit naik mobil ke Solo,” ucap Luhut.

Sebelumnya Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath mengatakan bahwa ekonomi dunia saat ini mengalami perlambatan sebagai imbas perang dagang dan rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Hal ini, kata Gita, menjadi hambatan bagi perekonomian dunia untuk melaju. Atas dasar itu, Gita mengatakan IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi secara kuartal untuk tahun 2019 adn 2020.


Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Maya Saputri
DarkLight