Menuju konten utama

IHSG Menguat Tipis 8,83 Poin Hari ini, Kamis 13 Februari 2020

IHSG menguat 8,83 poin atau 0,15 persen ke posisi 5.921 poin pada pembukaan perdagangan Kamis pagi

IHSG Menguat Tipis 8,83 Poin Hari ini, Kamis 13 Februari 2020
Pengunjung mengamati layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (28/10/2019).ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/ama.

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 8,83 poin atau 0,15 persen ke posisi 5.921 poin pada pembukaan perdagangan Kamis (13/2/2020) pagi.

Meski naik dengan angka yang tipis, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang untuk melaju di zona hijau di tengah kekhawatiran terhadap cirus COVID-19 dilansir dari Antara.

Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 2,55 poin atau 0,27 persen menjadi diperdagangkan pada 963,53 poin.

Virus COVID-19 sendiri adalah nama baru dari virus korona yang telah menjangkit di banyak negara sejak kemunculannya pada Desember 2019 lalu. Pasar terus memperhatikan perkembangan wabah virus tersebut karena kasus baru dan korban jiwa terus bertambah.

“Namun sisi lainnya, meredanya perang dagang AS dengan Cina dan sinyal negosiasi positif atas perdagangan AS dengan Eropa menjadi katalis bagi pasar,” ujar Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, dikutip dari Antara.

Pemerintah AS dan Uni Eropa akan melakukan negosiasi untuk menyelesaikan konflik dagang yang terjadi terutama terkait dengan pajak digital. Menurut Presiden AS Donald Trump, setelah sukses membuat kesepakatan perdagangan dengan Kanada, Meksiko, Jepang, dan Cina, sudah saatnya untuk bernegosiasi dengan Uni Eropa.

Selain itu, terdapat katalis positif lain bagi perdagangan saham Kamis (13/2/2020) hari ini seperti Indonesia yang mampu mempertahankan peringkat layak investasi. Prestasi tersebut ditetapkan oleh lembaga pemeringkat global, Moody’s.

Alfiansyah menambahkan, dengan sentimen saham AS yang menguat pada perdagangan Rabu (12/2/2020) kemarin, peluang IHSG untuk menguat pada perdagangan hari ini menjadi lebih terbuka.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei di Bursa Efek Jepang (TSE) mengalami pergerakan naik sebesar 41,2 poin atau 0,17 persen menjadi ke posisi 23.902,4 poin.

Indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 33,7 poin atau 0,12 persen ke posisi 27.857,4 poin dan indeks Straits Times di Singapura bergerak naik 2,61 poin atau 0,08 persen ke 3.225,98 poin.

Penutupan Perdagangan Rabu (12/2/2020)

Pada perdagangan saham Rabu (12/2/2020) sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, ditutup anjlok sebesar 41,32 poin atau 0,69 persen ke posisi 5.913,08 poin.

Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 6,4 poin atau 0,66 persen menjadi 960,98 poin.

Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Guta Utama memperkirakan bahwa pelemahan indeks yang terjadi disebabkan oleh antisipasi resiko wabah virus corona yang masih kurang optimal dilansir dari Antara.

Di sisi lain, ia menambahkan data makroekonomi domestik pada hari ini masih belum ada. Para pelaku pasar terus menantikan perkembangan terkait dengan kondisi perekonomian global saat ini contohnya terkait dengan pidaro Gubernur The Fed Jerome Powell berikutnya.

Pada perdagangan Rabu (12/2/2020) kemarin, IHSG tidak lama melemah setelah dibuka menguat tipis dan tidak bisa beranjak dari zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Hanya satu sektor yang mengalami kenaikan penjualan yaitu sektor keuangan sebesar 0,03 persen. Penutupan perdagangan diiringi aksi beli saham oleh para investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau ‘net foreign buy’ sebesar Rp477,71 miliar.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Dinda Silviana Dewi

tirto.id - Ekonomi
Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Yulaika Ramadhani