Menuju konten utama

IHSG Ditutup Menguat Usai Sempat Jatuh di Bawah Level 7.000

IHSG ditutup menguat di level 7.040 pada perdagangan Jumat (30/9/2022). Level tertinggi hari ini tercatat pada posisi 7.056 dan terendah tercatat di 6.926.

IHSG Ditutup Menguat Usai Sempat Jatuh di Bawah Level 7.000
lustrasi - Pekerja memperlihatkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melalui gawainya di Jakarta. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc/aa. (ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI)

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (30/9/2022). IHSG berada di level 7.040 (+0,07 persen). Level tertinggi hari ini tercatat pada posisi 7.056. Sementara itu, level terendah indeks tercatat di 6.926.

Mengutip RTI Business, secara keseluruhan tercatat 193 saham menguat, 386 saham melemah, dan 117 saham bergerak ditempat. Sementara itu, kapitalisasi pasar terpantau pada posisi Rp9.268 triliun dengan nilai transaksi tembus Rp15,87 triliun.

Berdasarkan pantauan, meski IHSG menguat, hanya tiga indeks sektoral yang naik. Sektor kesehatan menguat 1,39 peren, sektor energi menanjak 0,65 persen, dan sektor keuangan naik 0,35 persen.

Sementara delapan indeks sektoral lainnya mengalami penurunan. Sektor properti dan real estat terjun 1,44 persen, sektor transportasi dan logistik terperosok 1,34 persen dan sektor teknologi merosot 1,22 persen.

Selain itu penurunan juga terjadi pada sektor infrastruktur yang tergerus 1,08 persen, sektor barang konsumsi nonprimer melemah 0,97 persen, sektor perindustrian terpangkas 0,73 persen, sektor barang konsumsi primer melemah 0,28 persen, dan sektor barang baku turun 0,19 persen.

Top gainers hari ini adalah:

- PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) naik Rp43 atau 34,40 persen ke Rp168

- PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) naik Rp70 atau 20,47 persen ke Rp412

- PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) naik Rp20 atau 15,27 persen ke Rp151.

Baca juga artikel terkait IHSG DITUTUP MENGUAT atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Bisnis
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Anggun P Situmorang