IHSG Anjlok Lagi 5%, Perdagangan Saham Disetop Sementara

Oleh: Nurul Qomariyah Pramisti - 30 Maret 2020
Dibaca Normal 1 menit
Perdagangan akan dilanjutkan pukul 10:50:48 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.
tirto.id - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham pada Senin, 30 Maret 2020 pukul 10:20:48 waktu JATS. Hal itu dipicu oleh penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 5 persen.

Hal ini dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.

"Perdagangan akan dilanjutkan pukul 10:50:48 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan," jelas Sekretaris Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam siaran persnya.

IHSG pada pekan lalu sempat mengukir lonjakan tajam hingga 10 persen hingga kembali ke level 4.000. Namun, mengawali perdagangan pekan ini, IHSG kembali melemah, beriringan dengan pelemahan bursa saham regional.



Pada Senin, pukul 09.31 WIB, IHSG dibuka langsung melemah 208,76 poin atau 4,59 persen ke posisi 4.336,82, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 42,84 poin atau 6,13 persen menjadi 655,94.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah mengatakan, kenaikan IHSG yang terjadi dua hari di pengujung pekan lalu diperkirakan mereda.

"Pelaku pasar akan menyikapi sejumlah faktor yang dapat mengimbas bagi pasar di pekan ini. Fluktuasi nilai tukar rupiah dan tekanan terhadap harga minyak serta ketidakpastian pasar global dari penyebaran wabah COVID-19, bisa menjadi ganjalan kembali bagi IHSG pada perdagangan saham dalam pekan ini," ujar Alfiansyah, seperti dilansir dari Antara.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 626,7 poin atau 3,23 persen ke 18.762,7, indeks Hang Seng melemah 328,5 poin atau 1,4 persen ke 23.155,8, dan indeks Straits Times melemah 92,75 poin atau 3,67 persen ke 2.436,01.

Anggota G20 sepakat untuk menggelontorkan dana sekitar 4 miliar dolar AS untuk menemukan vaksin COVID-19. Kesepakatan tersebut merupakan kesepakatan antarmenteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 yang juga disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Negara Anggota G20.

Penemuan vaksin akan dilakukan secara kolaboratif antara World Health Organization (WHO) dan Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI). KTT Luar Biasa.

Negara Anggota G20 juga membahas bagaimana cara meningkatkan suplai alat kesehatan karena di semua negara, mengalami kekurangan alat-alat kesehatan terutama Alat Pelindung Diri (APD), kemudian Test Kit, dan Ventilator.

Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia sedang mengupayakan dukungan agar perusahaan yang dapat memproduksi alat kesehatan dapat menaikkan produksinya.

Dari domestik, di tengah penyebaran wabah COVID-19, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis kegiatan perdagangan internasional yang sempat tertekan akan segera pulih karena terkait dengan sektor produksi dan distribusi Cina yang kembali pulih akan berimbas positif pada alur perdagangan internasional.

Indonesia termasuk yang sangat bergantung pada kegiatan ekspor-impor dengan Cina. Dengan terhentinya kegiatan ekonomi Cina, langsung berdampak pada Indonesia dimana pelemahan 1 persen ekonomi China dapat berdampak pada penurunan ekonomi Indonesia sekitar 0,3 persen hingga 0,6 persen.

Pelemahan ekonomi di Cina akan langsung berefek pada Indonesia, terutama di industri pengolahan atau manufaktur, perdagangan internasional, dan jasa pariwisata.


Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan menarik lainnya Nurul Qomariyah Pramisti
(tirto.id - Bisnis)

Sumber: Antara
Penulis: Nurul Qomariyah Pramisti
Editor: Abdul Aziz
DarkLight