IHSG 13 Oktober Menguat meski Dibayangi Aksi Ambil Untung

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 13 Oktober 2021
Dibaca Normal 1 menit
IHSG hari ini dibuka menguat pada perdagangan Rabu (13/10/2021) pagi di zona hijau pada angka 6.502.
tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (13/10/2021) pagi pukul 09.00 WIB di zona hijau pada angka 6.502. Meski IHSG dibuka menguat tetapi diprediksi berpotensi melemah dan dibayangi oleh aksi ambil untung oleh para investor.

Posisi tertinggi IHSG pagi ini berada di level 6.515 dan terendah ada di level 6.501. IHSG sudah diperdagangkan dengan volume 115 juta lembar dan nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp147 miliar untuk 11.330 kali transaksi.

Kemudian pagi ini setidaknya ada 125 saham yang bergerak menguat dan 43 saham melemah sementara 210 sisanya ada di posisi stagnan.

"Hari ini, dengan minimnya katalis positif, kami memperkirakan IHSG berpeluang melemah terkena aksi profit taking," tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu, sebagaimana diberitakan Antara.

Berbeda dengan IHSG pagi ini, bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 34.378,34 (-0,34%), NASDAQ ditutup 14.465,90 (-0,14%), S&P 500 ditutup 4.350,64 (-0,24%).

Wall Street melemah pada perdagangan Selasa dikarenakan investor cenderung lebih konservatif dan masih menunggu rilis kinerja keuangan kuartal III 2021 yang akan segera di rilis pekan ini.

Menambah kehati-hatian investor, Federal Reserve diperkirakan akan merilis risalah rapat bulan lalu pada hari Rabu. Para pelaku pasar akan mencari petunjuk tentang kapan bank sentral AS dapat mulai mengurangi program pembelian obligasi besar-besaran (tapering off).

Laporan indeks harga konsumen hari Rabu akan menarik perhatian investor yang mencari petunjuk tentang inflasi.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 20,96 poin atau 0,07 persen ke 28.209,65, indeks Shanghai turun 16,62 atau 0,47 persen ke 3.530,32, dan indeks Straits Times meningkat 33,11 poin atau 1,06 persen ke 3.145,16.

Pada perdagangan kemarin, IHSG mampu menguat di tengah bursa regional yang rata-rata melemah. Pelemahan regional merespons pemangkasan outlook ekonomi 2021 oleh Dana Moneter Internasional (IMF) dari 6 persen menjadi 5,9 persen. Outlook ekonomi 2021 China juga sedikit diturunkan menjadi 8 persen.


Melihat dari indeks global, Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher Jordan, sebelumnya memprediksi IHSG pagi ini dibuka melemah. Secara teknikal tren penguatan mulai terbatas dalam jangka pendek, candle stick membentuk shooting star serta indikator stochastic bergerak di area overbought mengindikasikan potensi koreksi.

Pergerakan akan cenderung terbatas dikarenakan investor akan wait and see menanti pernyataan The Fed terkait kebijakan moneter untuk akhir 2021.


Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Maya Saputri
DarkLight