Menuju konten utama

Hujan Meteor Geminid Bisa Disaksikan di Langit Indonesia Malam Ini

Geminid akan menghiasi langit malam hari ini sampai esok pagi. Meskipun tidak perlu melihat ke arah tertentu untuk menikmati hujan meteor ini, para astronom menyarankan untuk melihat ke arah selatan.

Hujan Meteor Geminid Bisa Disaksikan di Langit Indonesia Malam Ini
Hujan Meteor Geminid. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Setelah dihebohkan dengan Supermoon pada 2016 lalu, tahun ini meteor Geminid akan kembali menghujani Bumi. Hujan meteor yang populer dan terlihat terang ini akan berada di posisi puncak pada malam hari ini, Rabu (13/12/2017) sampai Kamis (14/12/2017) pagi.

Geminid dapat diamati dari lokasi manapun di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Meskipun tidak perlu melihat ke arah tertentu untuk menikmati hujan meteor ini, para astronom menyarankan untuk melihat ke arah selatan.

Waktu terbaik untuk melihat Geminid ada di malam hari, yakni setelah matahari terbenam hari ini dan sebelum matahari terbit esok. Meteor-meteor ini akan terlihat jelas saat mencapai puncak sekitar pukul 02.00 dini hari waktu Indonesia. Namun, hujan meteor ini juga sudah dapat dilihat sejak pukul 20.00 – 22.00 malam dan berakhir pada pukul 05.00.

Geminid dianggap sebagai salah satu hujan meteor terbaik setiap tahun. Sebab, meteor ini tampak cerah, dan saat puncaknya akan terlihat arus meteor melintasi langit dengan kecepatan 120 meteor per jam.

Hujan meteor Geminid berusia hampir 200 tahun, seperti dikutip laman Space, dan masih ada sampai saat ini. Adapun pengamatan pertama tercatat pada tahun 1833 dari sebuah sungai di Sungai Mississippi. Semakin tua usianya, justru semakin kuat pula meteor. Sebab, gravitasi Jupiter telah menarik arus partikel dari sumber meteor ini: asteroid 3200 Phaethon, lebih dekat ke Bumi selama berabad-abad.

Geminid, seperti namanya, nampak berasal dari rasi bintang Gemini. Untuk menemukan Gemini di belahan bumi utara, mula-mula melihat rasi Orion di langit selatan. Kemudian. lihat ke atas dan ke kiri Orion untuk melihat Gemini. Sementara di belahan bumi selatan, Gemini muncul di sebelah kanan bawah Orion dan keduanya akan menggantung di langit sebelah barat laut.

Geminid dikaitkan dengan benda di sekitar Bumi yaitu 3200 Phaethon, sebuah asteroid yang mungkin telah mengalami tabrakan dengan benda lain di masa lalu untuk menghasilkan arus partikel hingga menciptakan hujan meteor.

Batuan di ruang angkasa yang akan bertabrakan dengan atmosfer bumi disebut meteoroid. Mereka yang beruntun menembus atmosfer disebut meteor. Jika mencapai tanah, batuan tersebut disebut meteorit. Namun, meteorit tidak akan terjadi dengan Geminid, karena partikelnya terlalu kecil untuk bertahan dalam perjalanan.

Baca juga artikel terkait HUJAN METEOR atau tulisan lainnya dari Yuliana Ratnasari

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari