Hoaks Surat Suara, HNW: KPU Justru Mendelegitimasi Dirinya Sendiri

Oleh: Haris Prabowo - 10 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Hidayat Nur Wahid mengatakan dengan posisi KPU sebagai lembaga negara yang memiliki kewenangan dan independen, seharusnya KPU tak mengikuti pihak-pihak tertentu.
tirto.id - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) memberi respons terkait maraknya isu upaya mendelegitimasi KPU. Namun, menurut Hidayat, sebenarnya KPU yang sedang mendelegitimasi dirinya sendiri.

"Saya setuju KPU untuk tidak didelegitimasi, karenanya KPU jangan mendelegitimasi dirinya sendiri. Kalau KPU melakukan perilaku-perilaku yang dapat dikritisi oleh publik, itu tanda KPU sedang mendelegitimasi dirinya sendiri," kata Hidayat di kompleks DPR RI, Kamis (10/1/2019) pagi.

Hidayat mengatakan, dengan posisi KPU sebagai lembaga negara yang memiliki kewenangan dan independen, seharusnya KPU tak mengikuti pihak-pihak tertentu dalam kasus-kasus yang telah terjadi.

"Jangan kemudian dia kebawa-bawa dengan kondisi yang ada, misalnya tentang perubahan menjadi kotak suara kardus, itu kan mendelegimitasi KPU sendiri. Misalnya juga penetapan DPP, ya berlarut-larut dan kontroversinya berkepanjangan. Misalnya dengan alasan KPU tidak disepakati dengan kedua timses, kemudian menghapus program fasilitas pemaparan visi misi," katanya.

"Menurut saya, itu KPU mendelegitimasi dirinya sendiri. Harusnya KPU sebagai lembaga yang legitimate, dia bisa melakukan aturan sebagaimana aturan yang diberlakukan. Jangan kemudian dia mengikuti satu pihak, kemudian yang lain tidak setuju, dan diikuti, itu merupakan bentuk delegimitasi," lanjutnya.

Dengan sikap KPU yang demikian, kata Hidayat, publik akan mengira KPU akan condong ke kubu atau kelompok tertentu.

"Segeralah KPU bangkit dan jadikan diri Anda sebagai lembaga yang independen, adil, dan tidak mendelegitimasi diri Anda sendiri. Karena ini sangat serius. Karena berpengaruh ke hasil pemilu dan legitimasi hasil pemilu," katanya.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menuding adanya usaha untuk mendelegitimasi KPU sebagai penyelenggara pemilu.

Menurut Ace, hal itu bisa dilihat dari berbagai isu yang dihembuskan beberapa pihak jelang Pilpres 2019, salah satunya hoaks soal tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos.

Ace menyatakan, berbagai isu itu sengaja dihembuskan agar masyarakat menanggap KPU adalah lembaga partisan.

“Indikasinya dengan menghembuskan kabar bohong soal 7 kontainer yang berisi kertas suara tercoblos sampai dengan menyerang putusan KPU soal debat yang dianggap berpihak pada pasangan kami,” kata Ace melalui keterangan tertulisnya kepada Tirto, Selasa (8/1/2019).


Baca juga artikel terkait PENYEBARAN BERITA BOHONG atau tulisan menarik lainnya Haris Prabowo
(tirto.id - Politik)

Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Maya Saputri
DarkLight