Periksa Fakta

Tirto dan Kurawal Tidak Membuat Laporan Konspirasi Pemilu

Penulis: Alfons Yoshio Hartanto, tirto.id - 27 Nov 2023 13:30 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Pihak Tirto dan Kurawal telah membantah pernah menerbitkan e-book dengan judul “Melanggengkan Dinasti Jokowi: Lupakan Netralitas Korbankan Rekan Sejawat".
tirto.id - Di aplikasi percakapan instan WhatsApp tersebar sebuah dokumen e-book. Isi dari dokumen tersebut menjabarkan klaim soal kaitan dinasti politik Presiden Joko Widodo dengan Kapolri dan anggota Polri. Dokumen tersebut mencatut nama Tirto dan Yayasan Kurawal.

Dokumen berjudul “Melanggengkan Dinasti Jokowi: Lupakan Netralitas Korbankan Rekan Sejawat” tersebut memuat sejumlah narasi terkait upaya melanggengkan dinasti Jokowi. Pada laporan 22 halaman tersebut, tak hanya Presiden Jokowi dan anggota Polri yang dibahas, tapi juga kaitan mereka dengan pasangan calon presiden-wakil presiden (capres-cawapres) Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka.

Narasi dalam dokumen menyebut adanya upaya "memastikan kemenangan Prabowo" di Pemilu 2024.

Header Periksa Fakta Ebook Jokowi
Header Periksa Fakta Ebook Jokowi. tirto.id/Fuad


Logo Tirto dan Kurawal ada di setiap halaman pada dokumen tersebut. Namun, tidak terdapat informasi sama sekali terkait tim yang terlibat dalam pembuatan tulisan itu.

Bagaimana kebenarannya? Apakah Tirto dan Kurawal terkait dengan terbitnya e-book tersebut?

Penelusuran Fakta
Pada Senin (27/11/2023), Tirto mempublikasikan sebuah pernyataan menekankan bahwa Tirto tidak pernah membuat e-book tersebut dan saat ini tidak sedang bekerja sama dengan Kurawal Foundation.

"Redaksi Tirto tidak pernah menerbitkan artikel yang dikemas dalam bentuk e-book sebanyak 22 halaman tersebut. Artikel-artikel dalam e-book tersebut sama sekali bukan produk jurnalistik yang diproduksi Tirto," begitu isi pernyataan dari redaksi.



Wakil Direktur Kurawal, Donny Ardyanto, juga memastikan kalau e-book yang tersebar bukan produk Kurawal dan Tirto.

“Aku yakin ini ada yang memakai nama Tirto dan Kurawal dengan basis terbitan Dinasti Politik Jokowi yang terbit 2020 waktu itu,” kata Donny kepada Tirto, Senin (27/11/2023).


Tirto dan Kurawal memang pernah bekerja sama pada tahun 2020 terkait liputan mendalam soal politik keluarga besar Jokowi menjelang Pilkada Serentak 2020. Terdapat lima artikel yang kemudian dirangkum dalam satu e-book pada Desember 2020.

Namun, e-book setebal 71 halaman yang Tirto dan Kurawal terbitkan tersebut sama sekali berbeda dengan e-book 22 halaman yang beredar belakangan ini.

Lebih lanjut, Donny juga menyebut terdapat kemiripan desain dan susunan antara dokumen e-book yang terbit beberapa waktu belakangan dengan produk kerja sama Tirto dan Kurawal di masa lalu.

Tirto dalam klarifikasinya juga menekankan bahwa Tirto tidak pernah membuat e-book tersebut dan saat ini tidak ada kerja sama dengan Kurawal dan Tirto pasti akan melakukan cover both sides dalam setiap produk jurnalistiknya.

Kesimpulan
Berdasar pernyataan dari Tirto maupun Kurawal, dua pihak yang dicatut dan disebut dalam e-book, informasi dalam dokumen yang tersebar tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

Baik Tirto maupun Kurawal telah mengonfirmasi tidak pernah menerbitkan e-book bertajuk “Melanggengkan Dinasti Jokowi: Lupakan Netralitas Korbankan Rekan Sejawat”, yang tersebar melalui WhatsApp beberapa waktu belakangan.

Tirto dan Kurawal memang pernah bekerja sama menerbitkan dokumen e-book terkait politik keluarga besar Jokowi menjelang Pilkada Serentak 2020. Namun, isi dokumen tersebut berbeda dengan yang terbit belakangan ini.

Oleh sebab itu, dokumen e-book, yang mencatut nama Tirto dan Kurawal dalam dokumen “Melanggengkan Dinasti Jokowi: Lupakan Netralitas Korbankan Rekan Sejawat”, bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Periksa Data, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan menarik lainnya Alfons Yoshio Hartanto
(tirto.id - Mild Report)

Penulis: Alfons Yoshio Hartanto
Editor: Farida Susanty

DarkLight