Menuju konten utama
Periksa Fakta

Hoaks Ancaman Gempa Megathrust di Jakarta

Potongan video yang dicatut dalam unggahan di TikTok sebenarnya membahas tentang urgensi dibangunnya gedung sistem peringatan bencana di Denpasar, Bali.

Hoaks Ancaman Gempa Megathrust di Jakarta
Header Periksa Fakta Megathrust Jakarta. tirto.id/Tino

tirto.id - Sebuah unggahan di media sosial terkait dampak gempa megathrust bagi Jakarta, baru-baru ini menjadi perbincangan hangat. Unggahan (arsip) dari akun TikTok @goesmuezz, Jumat (15/3/2024), menyebut dampak dari gempa megathrust dapat membuat Jakarta lumpuh.

"Akhirnya jawabnya keluar, "DJ" punya cerita tersendiri. Sesar Baribis!?" begitu isi pesan dalam konten video berdurasi 45 detik tersebut. Adapun kata "DJ" merujuk ke DKI Jakarta.

Foto Periksa Fakta Megathrust Jakarta

Foto Periksa Fakta Megathrust Jakarta. foto/Hotline periksa fakta tirto

Dalam video singkat tersebut, terlihat sosok Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, memberi penjelasan soal mitigasi jaringan komunikasi peringatan bahaya kalau Jakarta lumpuh.

Sampai dengan Sabtu (16/3/2024), video tersebut telah disaksikan lebih dari 1,2 juta kali. Unggahan juga mengumpulkan hampir 25 ribu tanda suka dan lebih dari 1.700 komentar, serta dibagikan ulang hampir 5 ribu kali.

Lalu benarkah adanya ancaman megathrust di Jakarta?

Pemeriksaan Fakta

Tirto menelusuri video asli penjelasan Dwikorita yang dicatut dalam video yang tersebar di TikTok.

Dari keterangan dalam video, diketahui kalau pernyataan Dwikorita berasal dari rapat bersama Komisi V DPR RI dengan BMKG dan Basarnas Kamis (14/3/2024). Dalam rapat tersebut, Dwikorita mengatakan BMKG berencana membangun kantor baru sebagai pusat informasi.

Penelusuran mengarahkan ke video penuh rapat Komisi V DPR RI dengan Kepala BMKG dan Kepala Basarnas dari kanal YouTube Komisi V DPR RI. Potongan penjelasan Dwikorita yang dicatut di unggahan dapat dilihat di garis waktu 2:39:19.

Konteks dari pernyataan yang disampaikan Dwikorita sendiri adalah pentingnya membangun gedung operasional Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia di Denpasar, Bali, sebagai cadangan gedung operasional di Kemayoran, Jakarta.

Gedung operasional di Bali diharapkan dapat mendukung dan membuat operasi BMKG tetap berjalan jika ada gangguan operasional di Jakarta. Sebelumnya, anggota DPR sempat mempertanyakan mengapa perlu membangun gedung operasional lain di Bali, jika sudah ada di Jakarta.

Adapun terkait klaim gempa megathrust, Dwikorita menyebutnya sebagai salah satu kondisi yang mungkin menyebabkan Jakarta lumpuh. Namun, perlu diingat bahwa penyebutan kondisi ini adalah untuk menunjukkan pentingnya pembangunan gedung operasional cadangan di Bali.

Advisor Kepala BMKG Bidang Komunikasi Publik dan Kelembagaan, Rinina, juga mengatakan narasi video TikTok yang menyebut akan ada gempa megathrust di DKI Jakarta dan sekitarnya tidak benar adanya.

"Video pernyataan Ibu Dwikorita yang dicatut oleh video Tiktok tersebut konteksnya tidak terkait dengan Sesar Baribis, dan tidak sedang fokus membahas gempa megathrust dan dampaknya bagi Jakarta," kata Rinina dalam siaran pers yang diterima Tirto pada Sabtu (16/3/2024).

Kesimpulan

Hasil dari penelusuran fakta menunjukkan kalau klaim adanya penjelasan gempa megathrust yang dapat membuat lumpuh Jakarta bersifat missing context (menyesatkan tanpa tambahan keterangan).

Video yang dicatut dalam unggahan di TikTok adalah saat Kepala BMKG Dwikorita memberi penjelasan kepada Komisi V DPR RI, 14 Maret 2024 lalu. Dwikorita menyampaikan tentang pentingnya pembangunan gedung operasional cadangan Sistem Peringatan Dini Tsunami di Indonesia.

Gempa megathrust yang bisa berdampak ke Jakarta hanya disebut sebagai salah satu kondisi yang berpotensi membuat gedung operasional Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia yang ada saat ini bisa lumpuh.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Periksa Data, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait BMKG atau tulisan lainnya dari Alfons Yoshio Hartanto

tirto.id - Mild report
Penulis: Alfons Yoshio Hartanto
Editor: Farida Susanty