Menuju konten utama

Hasil Hilal Tidak Terlihat, Keputusan Sidang Isbat Puasa Kapan?

Hasil pengamatan hilal Minggu 10 Maret 2024 tidak terlihat karena masih 0 derajat. Keputusan sidang isbat awal puasa kapan?

Hasil Hilal Tidak Terlihat, Keputusan Sidang Isbat Puasa Kapan?
Petugas mengamati posisi hilal (bulan) saat dilakukan rukyatul hilal guna menentukan awal bulan Ramadhan 1440 H. di IAIN Madura, Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (5/5/2019). Antara Jatim/Saiful Bahri/zk.

tirto.id - Hilal dipastikan tidak terlihat pada hari Minggu, 10 Maret 2024, karena masih 0 derajat. Bagaimana keputusan hasil Sidang Isbat Kemenag? Kapan puasa Ramadhan 1445 H dimulai?

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia telah menggelar Sidang Isbat guna menentukan awal Ramadhan 2024, bertempat di Auditorium H.M Rasjidi Kementerian Agama, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.

Berdasarkan hasil pemaparan tim, hilal tidak terlihat pada hari Minggu, 10 Maret 2024. Posisi hilal menjelang awal bulan Ramadhan 1445 H di wilayah Jakarta, matahari terbenam pada Minggu, 10 Maret 2024, pukul 18.07.49 WIB, ketinggiannya sebesar 0° 44' 35" dengan sudut elongasi 2,49°.

Di Banda Aceh, matahari terbenam pukul 18.50.44 WIB, tinggi hilal 0,82° dengan elongasi 2,70°.

"Jadi kalo dilihat dari Indonesia gabungan antara keduanya, hilal tidak bisa diamati dengan kriteria MABIMS," ujar petugas Kemenag dalam pemaparan yang disiarkan secara live melalui channel Youtube Bimas Islam TV, Minggu, 10 Maret 2024.

"Secara hisab awal bulan Ramadhan 1445 Hijriah berdasarkan kriteria MABIMS jatuh pada hari Selasa pon, tanggal 14 Maret 2024," lanjutnya.

Menurut kriteria baru Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) tahun 2021, penentuan awal bulan Hijriah adalah ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Berdasarkan hasil pemaparan tim melalui Sidang Isbat tersebut, maka awal puasa Ramadhan 1445 H diperkirakan dimulai hari Selasa, 12 Maret 2024.

Awal Ramadhan 2024: Mulai Puasa Selasa, 12 Maret 2024

Sesuai dengan keputusan Sidang Isbat Kemenag RI, maka umat Muslim di Indonesia akan memulai puasa awal Ramadhan 1445 H pada hari Selasa, 12 Maret 2024.

Pihak Kemenag tidak sendirian dalam menggelar Sidang Isbat. Mereka turut menggandeng sejumlah pihak. Di antaranya Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama, duta besar negara sahabat, serta perwakilan organisasi masyarakat (ormas) Islam.

Kemudian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Komisi VIII DPR RI.

Rangkaian Sidang Isbat dibagi ke dalam tiga sesi. Sesi pertama diisi pemaparan posisi hilal awal Ramadan 1445 H menurut hasil hisab (perhitungan astronomi) oleh Tim Hisab dan Rukyat Kemenag.

Kemudian dilanjutkan acara penetapan awal Ramadhan 1445 H yang dimulai setelah shalat magrib. Agenda ini terdiri dari pemaparan data hisab serta hasil rukyatul hilal di 134 lokasi di seluruh Indonesia.

Setelah mengetahui posisi hilal, Kemenag kemudian mengumumkan bahwa 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada hari Selasa, 12 Maret 2024, sekaligus menandai awal puasa.

Amalan Bulan Ramadhan: Sahur & Tarawih

Berbagai amalan bisa dilakukan umat Muslim selama menyambut bulan Ramadhan. Puasa termasuk bersifat wajib bagi yang sudah memenuhi syarat. Selain itu, terdapat beberapa ibadah lain yang bisa menjadi amalan sunah.

Berikut adalah daftar lengkap amalan sunah selama bulan Ramadhan:

Sahur

Makan sahur merupakan salah satu amalan sunah. Kendati hanya meminum segelas air, hal ini bisa mendatangkan pahala yang sangat besar.

Sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW,"Bersantap sahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada keberkahan," (HR al-Bukhari).

Terkait waktu utama, sebaiknya makan sahur diakhirkan. Namun, jangan sampai mendekati waktu yang diragukan alias menjelang terbitnya fajar.

"Umatku senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka," (HR Ahmad).

Segera Berbuka

Berbeda dengan sahur yang diakhirkan, menyegerakan buka puasa termasuk hal sunah. Apabila sudah waktunya berbuka, maka sebaiknya segera membatalkan puasa meskipun dengan biji kurma atau air.

"Jika salah seorang berpuasa, hendaknya ia berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka dengan air. Sebab, air itu menyucikan," (HR Abu Dawud).

Membaca Doa Buka Puasa

Doa ini dibaca sebelum berbuka puasa. Meskipun terdapat berbagai macam versi, berikut adalah contoh doa yang bisa menjadi pilihan utama:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمأُ وابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأجْرُ إِنْ شاءَ اللَّهُ تَعالى

Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu dzahaba-dh-dhama’u wabtalatil ‘urûqu wa tsabatal ajru insyâ-allâh ta‘âlâ

Artinya:"Ya Allah, untuk-Mulah aku berpuasa, atas rezekimulah aku berbuka. Telah sirna rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan (semoga) pahala telah ditetapkan, insyaaallah,".

Tarawih

Tarawih termasuk bagian dari qiyamul lail yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan. Tarawih hanya dilakukan selama bulan suci ini, tidak untuk bulan lain.

Mengutip sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Abu Hurairah r.a berkata:"Rasulullah SAW menganjurkan qiyam (shalat) Ramadan kepada mereka (para sahabat), tanpa perintah wajib,".

Lalu Nabi bersabda:"Barangsiapa mengerjakan qiyam (shalat) Ramadan karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu,".

Itikaf di Masjid

Itikaf di masjid adalah amalan berikutnya yang dianjurkan selama bulan Ramadhan. Kendati tidak mampu selama sebulan penuh, minumal pada 10 hari terakhir.

Itikaf artinya berdiam diri di dalam masjid. Aktifitasnya yaitu shalat, zikir, membaca Al-Quran, hingga berdoa dengan niat utama beribadah kepada Allah SWT.

Selain sederet amalan sunah di atas, masih banyak lagi contoh ibadah yang bisa dilakukan selama bulan Ramadhan. Semisal memperbanyak sedekah dan membaca Al-Quran. Lalu menjaga lisan, menghindari perbuatan yang tidak sesuai dengan tujuan puasa, serta selalu tekun dalam beribadah.

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2024 atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Fitra Firdaus