Hary Tanoe Dukung Jokowi di Pilpres 2019, Golkar Sambut Baik

Oleh: Alexander Haryanto - 2 Agustus 2017
Golkar menyambut baik dukungan Hary Tanoe kepada Presiden Jokowi untuk Pilpres 2019.
tirto.id - Dukungan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo kepada Joko Widodo (Jokowi) untuk Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, dinilai Golkar sebagai sesuatu hal yang positif.

Bendahara Umum Partai Golkar Robert J Kardinal mengatakan Hary Tanoe yang sebelumnya berseberangan dan akhirnya mendukung Presiden Jokowi adalah sesuatu hal yang positif dan dirinya menyambut baik dukungan itu.

"Mereka sebelumnya berseberangan namun saya kira ini merupakan hal positif karena sudah diputuskan. Maka sudah selesai," kata Robert Kardinal di Jakarta, Rabu (2/8/2017), seperti dikutip dari Antara.

Baca juga:

Semakin banyak partai politik (parpol) yang mendukung Jokowi, dinilai Karnidal akan semakin bagus karena setidaknya hal itu menunjukkan pemerintahan Jokowi-JK bekerja dengan baik.

Kendati Hary Tanoe tengah terjerat kasus hukum dan sikap Partai Perindo pun kebijakan pemerintah, namun Kardinal mengatakan bahwa hal itu harus dipisahkan dengan dukungan politik untuk Jokowi.

Baca: Polri Benarkan Hary Tanoe Tersangka Kasus SMS Ancaman Jaksa

"Saya tidak mau melihat ke sana, urusan politik enggak mungkin dicampur aduk," ujarnya.

Kardinal juga tak mau menjelaskan kerja sama politik bersama Perindo karena dukungan partai itu kepada Jokowi baru mau diputuskan secara sah.

Sebelumnya, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo telah memutuskan untuk mendukung Joko Widodo sebagai calon presiden 2019.

Baca juga:

"Untuk Pilpres, melihat perkembangan sekarang, Kongres Partai mendatang akan mengusulkan Pak Jokowi sebagai calon Presiden 2019," ujar Hary Tanoe.

Sinyal positif itu disampaikan Hary Tanoe seusai acara Penganugerahan Kepala Daerah Inovatif Koran SINDO 2017 di Hotel Westin, Jakarta, Selasa kemarin yang juga dihadiri Mendagri Tjahjo Kumolo.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Politik)

Reporter: Alexander Haryanto
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight