Hari Toleransi Internasional dan Cara Bangun Toleransi di Kantor

Oleh: Yandri Daniel Damaledo - 16 November 2020
Dibaca Normal 2 menit
Hari Toleransi Internasional 16 November dan cara membangun toleransi di lingkungan kerja.
tirto.id - Hari ini, 16 November 2020 diperingati sebagai Hari Toleransi Internasional atau International Tolerance Day.

Hari Toleransi merupakan kesempatan bagi setiap orang untuk memikirkan kembali perbedaan yang ada di dunia ini dan menerimanya secara terbuka, serta belajar untuk mendengarkan dan memahami.

United Nations (PBB) dalam Hari Toleransi Sedunia kali ini ingin menyampaikan pesan kuat yaitu, "People are not born to hate. Intolerance is learned and so can be prevented and unlearned." (Orang tidak dilahirkan untuk membenci. Intoleransi dipelajari sehingga dapat dicegah dan dihilangkan).

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres dalam akun Instagram @antonioguterres hari ini mengungkap bagaimana isu intoleransi ini menjadi pengalaman personal baginya, yang ia alami sendiri dalam kehidupan sehari-hari.

Dilansir dari laman Yourcommonwealth.org, arti dari toleransi adalah penerimaan dan pengertian. Saat ini dunia menikmati tingkat toleransi dan keragaman yang lebih besar, berkat upaya tanpa pamrih dari nenek moyang kita dan munculnya Internet.

Namun, kasus intoleransi dan prasangka masih terjadi dan di beberapa bagian sudah tidak terkendali. Menunjukkan toleransi bisa sangat bermanfaat bagi suatu bangsa dan membawa manfaat baginya dalam lebih dari satu cara.

Membangun tolrenasi bisa dilakukan di mana saja, mulai dari rumah, pertemanan, hingga di lingkungan kerja atau kantor.

Laman HRM The News Site of The Australian HR Institute menuliskan, di tempat kerja terdapat berbagai orang dengan latar belakang dan budaya kerja yang berbeda-beda, di mana orang-orang berperilaku dengan rasa hormat dan kepekaan.

Hal-hal tersebut adalah yang paling mungkin membawa pengaruh positif, tidak hanya kesehatan mental, tetapi juga kekuatan semangat, keterlibatan, dan kinerja tim.

Berikut ini adalah 4 cara membangun toleransi di lingkungan kerja, sebagaimana dilansir dari Jobstore.

1. Berikan contoh bagi karyawan Anda

Jika Anda adalah direktur perusahaan, Anda adalah orang nomor satu yang harus dihormati oleh karyawan Anda jika Anda ingin memengaruhi perilaku mereka di tempat kerja.

Hal terpenting yang harus dilakukan adalah memberikan contoh untuk mereka ikuti, yang akan terbukti dalam gaya hidup Anda sehari-hari. Sangat penting bagi Anda untuk mengajari mereka toleransi melalui tindakan Anda dan bukan kata-kata Anda.

Bersikaplah penuh kasih dan pengertian saat menghadapi mereka dan masalah mereka dan Anda akan dapat membantu mereka mengembangkan toleransi sendiri.

2. Mendorong komunikasi

Komunikasi adalah hal terpenting dalam sebuah perusahaan. Karyawan Anda tidak hanya akan dapat mengkomunikasikan masalah mereka dengan lebih baik tetapi mereka juga akan mulai membangun kepercayaan yang akan membantu mereka bekerja sama secara lebih efektif.

Menjadikan komunikasi sebagai prioritas utama di tempat kerja sangat penting untuk memastikan bahwa setiap orang diperlakukan sama.

3. Perlakukan setiap orang dengan rasa hormat yang sama

Memperlakukan setiap orang dengan rasa hormat yang sama dengan yang ingin Anda terima adalah prinsip yang harus benar-benar tumbuh di setiap tempat kerja dan itu benar-benar dapat membantu membangun toleransi.

Menghormati orang lain memungkinkan Anda menerima keyakinan dan pendapat mereka yang berbeda dan membantu Anda bekerja dengan orang lain tanpa menghakimi.

Menempatkan prinsip ini pada posisi tinggi adalah tindakan yang sangat penting dan harus dilakukan oleh pemimpin perusahaan, agar seluruh perusahaan mulai menerapkannya.

Memiliki moral yang tinggi dan memberikan contoh yang baik adalah cara yang bagus untuk mempromosikan rasa hormat di tempat kerja dan untuk menghindari situasi yang sangat sulit dan tidak menyenangkan.

4. Saling membantu sesama karyawan

Tidak ada cara yang lebih baik untuk membantu karyawan Anda mengenal satu sama lain dan untuk mempercayai satu sama lain selain mendorong mereka untuk menjangkau satu sama lain saat mereka membutuhkan bantuan.

Belajar dari satu sama lain dan berbagi pengetahuan serta pengalaman pribadi mereka akan mendekatkan mereka dan membantu mereka bekerja lebih efektif sebagai sebuah tim.

Saling membantu akan memungkinkan mereka membangun semangat tim dan memahami bagaimana masing-masing dari mereka bekerja bersama, bukan untuk atau oleh diri mereka sendiri.

Izinkan karyawan Anda untuk membantu rekan kerja mereka menyelesaikan masalah sulit yang mungkin muncul dan mereka pasti akan mulai bekerja sama lebih baik dalam waktu yang sangat singkat.

Sejarah Hari Toleransi Internasional

Pada 16 November 1995, Negara Anggota UNESCO mengadopsi Deklarasi Prinsip Toleransi. Antara lain, Deklarasi tersebut menegaskan bahwa toleransi adalah penghormatan dan penghargaan terhadap keragaman budaya dunia, bentuk ekspresi, dan cara kita menjadi manusia.

Toleransi mengakui hak asasi manusia universal dan kebebasan fundamental orang lain. Orang secara alami beragam; hanya toleransi yang dapat menjamin kelangsungan hidup komunitas campuran di setiap wilayah di dunia.

Deklarasi tersebut menggolongkan toleransi tidak hanya sebagai kewajiban moral, tetapi juga sebagai persyaratan politik dan hukum bagi individu, kelompok dan Negara.

Hal ini menekankan bahwa Negara harus menyusun undang-undang baru bila diperlukan untuk memastikan kesetaraan perlakuan dan kesempatan bagi semua kelompok dan individu dalam masyarakat.

Pendidikan toleransi harus bertujuan melawan pengaruh yang menyebabkan ketakutan dan pengucilan orang lain dan harus membantu orang muda mengembangkan kapasitas untuk penilaian independen, pemikiran kritis dan penalaran etis.

Keragaman agama, bahasa, budaya, dan etnis manusia di dunia bukanlah dalih untuk konflik, tetapi merupakan harta yang memperkaya kita semua.

Meskipun manusia harus bertoleransi setiap hari, ada baiknya memiliki satu kesempatan untuk mengingatkan betapa pentingnya toleransi.


Baca juga artikel terkait HARI TOLERANSI SEDUNIA atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Agung DH
DarkLight