Menuju konten utama

Hari Perawat Sedunia 12 Mei 2022: Mengenal Florence Nightingale

Profil Florence Nightingale yang jadi inspirasi Hari Perawat Sedunia 2022.

Hari Perawat Sedunia 12 Mei 2022: Mengenal Florence Nightingale
Florence Nightingale. Foto/AP

tirto.id - Hari Perawat Sedunia 2022 diperingati pada 12 Mei, bertepatan dengan hari kelahiran Florence Nightingale. Ia dikenal dengan nama Lady with the Lamp, lahir 12 Mei 1820 di Italia.

Florence Nightingale merupakan seoarang perawat, ahli statistik, dan pembaharu sosial yang merupakan filsuf dasar keperawatan modern.

Nightingale ditugaskan untuk merawat tentara Inggris dan sekutu di Turki selama Perang Krimea. Dia menghabiskan banyak waktu di bangsal dan memberikan perawatan kepada yang terluka.

Karena Florence Nightingale sering bertugas dan berkeliling pada malam hari dengan membawa lampu di tangannya, ia membangun citranya sebagai Lady with the Lamp,

Upayanya untuk meresmikan pendidikan keperawatan membawa mendirikan sekolah keperawatan berbasis ilmiah pertama, Sekolah Keperawatan Nightingale, di Rumah Sakit St. Thomas di London yang dibuka pada 1860.

Menurut Britannica, dia juga berperan penting dalam menyiapkan pelatihan untuk bidan dan perawat di rumah sakit Dia adalah wanita pertama yang dianugerahi Order of Merit (1907).

Hari Perawat Internasional, yang diperingati setiap tanggal 12 Mei, memperingati kelahirannya dan merayakan peran penting perawat dalam dua kesehatan.

Peran Florence Nightingale dalam Dunia Kesehatan

Florence Nightingale berperan penting dalam peristiwa Perang Krimea. Pada Maret 1854, muncul laporan tentang kondisi yang mengerikan dan kurangnya pasokan medis tentara yang terluka dalam Perang Krimea.

Seorang Menteri Pertahanan mengundang Florence untuk mengawasi perekrutan perawat wanita ke rumah sakit militer di Turki.

Dengan rombongan 38 perawat, Florence tiba di Scutari pada bulan November dan mulai mengatur rumah sakit untuk meningkatkan persediaan makanan, selimut dan tempat tidur, serta kondisi umum dan kebersihan.

Pengenalan perawat wanita ke rumah sakit militer dianggap sukses luar biasa, Florence kembali ke Inggris dan dianggap sebagai pahlawan. Sumbangan mengalir ke Dana Nightingale.

Uang yang terkumpul memungkinkan Florence untuk melanjutkan reformasi keperawatannya di rumah sakit sipil Inggris setelah perang.

Dia mengomunikasikan perlunya reformasi medis menggunakan grafik statistik yang menunjukkan bahwa lebih banyak pria meninggal karena penyakit daripada karena luka-luka mereka.

Sekolah Pelatihan Nightingale didirikan pada tahun 1860 menggunakan sumbangan dari Nightingale Fund. Reputasinya segera menyebar dan Nightingale diminta untuk memulai sekolah baru di seluruh dunia.

Florence kemudian jatuh sakit dan sering menghabiskan waktu di tempat tidur. Penyakitnya itu saat ini dikenal sebagai infeksi bakteri brucellosis.

Meski begitu, Florence terus melakukan pekerjaan sosialnya. Florence dianugerahi Palang Merah Kerajaan pada tahun 1883. Kemudian pada tahun 1907 dia adalah wanita pertama yang menerima Order of Merit, penghargaan sipil tertinggi di Inggris.

Florence meninggal dalam usia 90, pada 13 Agustus 1910, dan dimakamkan di samping kuburan anggota keluarga lainnya di East Wellow, Hampshire.

Baca juga artikel terkait HARI PERAWAT INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Yantina Debora