Hari Kesiapsiagaan Bencana 26 April 2021: Sejarah & Cara Peringati

Penulis: Maria Ulfa, tirto.id - 26 Apr 2021 11:12 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional diperingati setiap tahunnya pada 26 April. HKB sendiri dibentuk atas inisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
tirto.id - Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) diperingati setiap tahunnya pada 26 April. HKB sendiri dibentuk atas inisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Tujuannya adalah untuk mengajak semua pihak meluangkan waktu satu hari untuk melakukan latihan kesiapsiagaan bencana secara serentak.

HKB tahun ini menggunakan slogan "Siap Untuk Selamat" serta mengusung tema "Latihan membuat kita selamat dari bencana" dengan empat hal yang perlu dilakukan.

Di antaranya adalah mengenali ancaman bencana yang ada di sekitar, mengenali risiko bencana, mengetahui tempat evakuasi, dan pelatihan menghadapi bencana bersama keluarga.

Sama seperti tahun sebelumnya, pada tahun ini, BNPB menginisiasi HKB dengan mengajak semua pihak meluangkan satu hari untuk melakukan latihan kesiapsiagaan bencana secara seretak pada tanggal 26 April, demikian seperti dikutip laman BNPB.

HKB ini juga merupakan ajakan bagi para masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana untuk mengetahui titik evakuasi yang ada.

Sejarah Hari Kesiapsiagaan Bencana


Inisiasi dari BNPB menjadikan tanggal 26 April sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana bertujuan untuk membudayakan latihan secara terpadu, terencana dan berkesinambungan guna meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menuju Indonesia Tangguh Bencana.

HKB sendiri pertama kali dicetuskan pada tahun 2017 lalu. Kegiatan utama pada HKB adalah dilaksanakannya latihan atau simulasi serentak di seluruh wilayah Indonesia, seperti latihan evakuasi mandiri, simulasi kebencanaan, uji sirine peringatan dini, uji shelter dan lainnya.

Harapan dari latihan ini untuk memberikan pengetahuan kepada kita mengenai di mana posisi kita, serta risiko apa yang ada di sekitar kita, lalu apa solusinya dalam merespon risiko bencana tersebut.

Adapun pilihan tanggal 26 April sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana dilatarbelakangi 10 tahun ditetapkannya Undang-Undang No.24 Tahun 2007 tentang Penangulangan Bencana yang jatuh pada 26 April 2017.

Di mana Undang-undang ini sangat penting karena telah melahirkan berbagai legislasi, kebijakan dan program pemerintah yang mendukung kegiatan mitigasi dan kesiapsiagaan terhadap bencana.

Sebagai titik awal perubahan paradigma dan mengubah cara pandang menyikapi bencana yang semula respon menuju paradigma pengurangan risiko bencana.

Cara Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana Saat Pandemi


Kepala BNPB Doni Monardo mengajak semua pihak di tanah air untuk bergabung dan berpartisipasi aktif pada Hari Kesiapsiagaan Bencana 2021.

BNPB berharap semua pihak, khususnya keluarga, dapat memanfaatkan setiap 26 April untuk melakukan latihan.

Ia mengajak masyarakat melakukan Latihan secara serentak, dengan ditandai bunyi seperti kentongan, sirine maupun lonceng pada pukul 10.00 waktu setempat.

“Lakukan evakuasi mandiri ke tempat aman terdekat. Mari kenali ancaman bencana di sekitar kita,” kata Doni, seperti dikutip laman Siaga BNPB.

Doni juga berharap setiap individu dapat memahami risiko bencana sehingga ini dapat menumbuhkan budaya sadar bencana.

“Tingkatkan budaya sadar bencana agar kita dapat mengurangi korban jiwa dan kerugian harta benda,” lanjutnya.

Pelaksanaan HKB pada tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Hal tersebut disebabkan latihan tahun ini dilakukan di tengah pandemi COVID-19.

Namun, ini menjadi momentum dalam melatih setiap individu dengan penerapan protokol kesehatan di saat menghadapi ancaman bencana.

Di sisi lain, HKB dengan slogan "Siap Untuk Selamat" merupakan kesempatan kepada setiap individu, keluarga, komunitas, masyarakat dan institusi untuk berlatih bersama menghadapi ancaman bahaya.

Secara khusus, BNPB berharap dalam HKB kali ini masyarakat dan semua pihak memfokuskan pada uji sistem peringatan dini dan latihan evakuasi.

Di samping latihan evakuasi, keluarga dapat melakukan Latihan lain, seperti menyusun rencana darurat keluarga, melihat secara bersama akses evakuasi dari dalam rumah yang aman.

Kemudian, cara lain dengan mengetahui fisik bangunan tempat tinggal dan upaya pengamanan apabila terjadi banjir atau gempa bumi, atau memanfaatkan aplikasi dalam mengidentifikasi risiko melalui InaRISK.


Baca juga artikel terkait HKB 2021 atau tulisan menarik lainnya Maria Ulfa
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Maria Ulfa
Editor: Nur Hidayah Perwitasari

DarkLight