Hadapi Omicron BA.4 dan BA.5, Pemerintah Cek Katersediaan RS & Obat

Reporter: Andrian Pratama Taher, tirto.id - 13 Jun 2022 10:45 WIB
Kemenkes mengumumkan 4 kasus subvarian BA.4 dan BA.5 pertama di Indonesia pada 6 Juni lalu.
tirto.id - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo memastikan pemerintah terus memonitor kapasitas rumah sakit dan ketersediaan obat hingga oksigen. Hal itu guna menghadapi masuknya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 ke Indonesia.

"Kita tidak boleh lengah, jangan terjegal menjelang finish," kata Abraham dalam keterangan pers KSP, Senin (13/6/2022).

Abraham mengklaim kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia masih terpantau baik. Ia beralasan positivity rate dan transmisi kasus masih rendah.


Meski begitu, dia mengingatkan masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi dosis ketiga atau booster.

“Kenaikan angka kasus kita lihat sebagai warning. Kalau kita mau menjaga Indonesia tetap on track menuju endemi maka kita jangan abai protokol kesehatan dan menolak vaksin booster," kata Abraham.

Kasus COVID-19 di Indonesia kembali menanjak setelah satu bulan lebaran. Berdasarkan data Satgas COVID-19 per 9 Juni 2022, kenaikan kasus COVID-19 nasional tembus 556 kasus. Lonjakan kasus ini diduga akibat kemunculan subvarian baru omicron BA.4 dan BA.5.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan 4 kasus subvarian BA.4 dan BA.5 pertama di Indonesia pada 6 Juni lalu. Subvarian Omicron tersebut memiliki tingkat kesakitan rendah pada pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Empat kasus itu terdiri dari satu Warga Negara Indonesia (WNI) positif terinfeksi Omicron BA.4 dengan kondisi klinis tidak bergejala dan telah vaksinasi lengkap.

Sementara tiga orang lainnya positif terinfeksi Omicron BA.5. Mereka merupakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) delegasi pertemuan The Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) di Bali pada 23-28 Mei 2022.


Baca juga artikel terkait VARIAN OMICRON atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight