Menuju konten utama

Gus Ipul Bantah Hoaks Pemotongan dan Pengalihan Anggaran Bansos

Gus Ipul meminta masyarakat selalu mengecek kebenaran informasi terkait bansos dengan menghubungi kanal-kanal resmi milik Kemensos.

Gus Ipul Bantah Hoaks Pemotongan dan Pengalihan Anggaran Bansos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (FOTO/dok.Kemensos)

tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), meminta masyarakat mewaspadai maraknya hoaks seputar bantuan sosial (bansos) yang beredar di media sosial. Ia menegaskan, tidak ada pengalihan anggaran bansos ke program lain. Tak ada pula rencana pemerintah untuk memotong bansos dari segi nilai bantuan maupun jumlah penerima.

Pernyataan Gus Ipul ini menanggapi berbagai narasi keliru yang belakangan menyebar luas. Mulai dari klaim pemotongan bantuan, pengalihan anggaran bansos, hingga penawaran cara tidak resmi untuk mendapatkan bantuan.

"Banyak berita hoaks di medsos. Menyesatkan masyarakat. Bisa masuk kategori penipuan. Kemensos akan terus menyisir dan meluruskan kabar tak bertanggung jawab tersebut. Salah satunya meneruskan ke aparat penegak hukum," kata Gus Ipul, Sabtu (26/4/2026).

Ia memastikan penyaluran bansos kepada masyarakat yang berhak pada tahun ini tetap akan berjalan sesuai ketentuan. "Yang benar, bansos tidak akan dikurangi. Baik jumlah penerimanya maupun nominal yang harus diterima oleh masyarakat. Tidak ada pengalihan anggaran bansos untuk program lain," ujarnya.

Gus Ipul sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada akun-akun yang mengatasnamakan Kemensos atau pihak lainnya yang menjanjikan bantuan dengan syarat tertentu.

"Kalau menerima informasi soal bansos, cek dulu sumbernya. Jangan langsung percaya, apalagi kalau diminta mengirim data pribadi, transfer uang, atau mengikuti tautan yang tidak jelas," katanya.

Untuk verifikasi, masyarakat bisa mengakses informasi resmi melalui kanal resmi Kemensos atau menghubungi call center 021 171. Masyarakat juga dapat meminta informasi melalui WhatsApp resmi Kemensos di 08877 171 171.

"Silakan cek kanal resmi Kementerian Sosial atau hubungi call center. Kalau ada informasi yang berpotensi hoaks, laporkan! Kalau ada yang ingin ditanyakan soal bansos, Sekolah Rakyat, atau program Kemensos lainnya, jangan ragu untuk menghubungi kanal resmi," ujar Gus Ipul.

Kewaspadaan masyarakat, Gus Ipul melanjutkan, menjadi kunci agar bansos benar-benar sampai ke tangan yang berhak — bukan dimanfaatkan pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan.

"Kami ingin masyarakat terlindungi. Jangan sampai ada warga yang dirugikan karena percaya informasi palsu," jelas Gus Ipul.

"Bansos adalah hak masyarakat yang memenuhi kriteria, dan negara hadir untuk memastikan bantuan itu sampai sebagaimana mestinya," tegasnya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis