Gunung Merapi Hari Ini 19 September 2022: 13 Kali Gempa Guguran

Penulis: Alexander Haryanto, tirto.id - 19 Sep 2022 20:17 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Merapi mengalami 13 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-22 mm dan lama gempa 26-121 detik.
tirto.id - Gunung Merapi hari ini, Senin, 19 September 2022 berdasarkan periode pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB mengalami 13 kali gempa guguran, 2 kali gempa hembusan, 10 kali gempa hybrid, 2 kali gempa vulkanik dangkal dan 9 kali gempa vulkanik dangkal.

Seperti dilaporkan laman resmi magma.esdm.go.id, masyarakat masih diminta untuk tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Sebab, sampai saat ini, status gunung api yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih dinyatakan Siaga Level III.

Aktivitas Gunung Merapi

Gunung api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca mendung, angin lemah hingga sedang ke arah barat.

Klimatologi

Cuaca mendung, angin lemah hingga sedang ke arah barat. Suhu udara sekitar 18-21°C. Kelembaban 68-99%. Tekanan udara 566-716 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 13 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-22 mm dan lama gempa 26-121 detik.
  • 2 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 33.2-34.5 detik.
  • 10 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3-8 mm, S-P 0.3-0.5 detik dan lama gempa 6.4-7.7 detik.
  • 2 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 30-42 mm, dan lama gempa 9.4-10.2 detik.
  • 9 kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 3-6 mm, S-P 0.3-0.6 detik dan lama gempa 6.9-9.6 detik.

Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

4. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight