Menuju konten utama

Gula dan Minyak Dihapus dari Paket Bantuan Pangan Nontunai

"Beras salah satu bahan pokok dan telur protein. Rakyat kita perlu makan protein," kata Puan Maharani.

Gula dan Minyak Dihapus dari Paket Bantuan Pangan Nontunai
Sejumlah warga mengambil bantuan pangan non tunai (BPNT) berupa beras dan gula pasir di E-Warung Sanjaya, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (8/6). ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani.

tirto.id - Pemerintah memutuskan minyak dan gula dihapus dari daftar paket Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Karena itu, keluarga penerima manfaat (KPM) hanya bisa memakai dana bantuan itu untuk membeli beras dan telur di e-warung. Sebelumnya dana BPNT bisa untuk membeli beras, telur, minyak dan gula.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani menjelaskan keputusan soal penghapusan 2 bahan pangan tersebut muncul pada rapat koordinasi (Rakor) BPNT pada hari ini.

Rapat itu dihadiri oleh Puan, Menteri Sosial Idrus Marham, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

"Kenapa minyak dan gula dihapus? Mempertimbangkan masalah gizi dan kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Beras salah satu bahan pokok dan telur protein. Rakyat kita perlu makan protein," kata Puan di Kantor Kementerian PMK, Jakarta pada Selasa (20/3/2018).

Puan menambahkan pemerintah akan memperluas jangkauan penyaluran BPNT ke 68 kabupaten/kota, dari saat ini hanya 44 kabupaten/kota. Pada April 2018, pemerintah akan mengkaji penambahan penyaluran ke 24 kabupaten/kota itu.

Puan mencontohkan di antara daerah baru lokasi penyaluran BPNT ialah Banda Aceh, Solok, Bengkulu, Metro, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, dan lain-lain.

Ia mengungkapkan saat ini pemerintah sedang menyiapkan kajian perihal sarana dan prasarana untuk perluasan penerima BPNT. Perluasan lokasi penyaluran itu untuk memenuhi target pemerintah menambah sasaran BPNT menjadi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hingga akhir 2018.

Dia mencatat saat ini jumlah keluarga penerima BPNT baru 1,2 juta. Pada April 2018, jumlah itu ditargetkan akan bertambah 2 juta KPM.

"Tambah 2 juta ini siap apa enggak? Agen-agen penyalur, Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) siap atau tidak?" ujar Puan.

Dia menambahkan, dari Januari hingga 19 Maret 2018, capaian penyaluran BPNT ke 44 kabupaten atau kota sudah 86 persen. Sedangkan capaian penyaluran bansos beras sejahtera (rastra) sudah 97 persen.

Baca juga artikel terkait BANTUAN PANGAN NON TUNAI atau tulisan lainnya dari Shintaloka Pradita Sicca

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Shintaloka Pradita Sicca
Penulis: Shintaloka Pradita Sicca
Editor: Addi M Idhom