Menuju konten utama

Gerindra Sudah Bicara Komposisi Kabinet dengan PKB di Pilpres 2019

Menurut Ferry, komunikasi Gerindra dengan PKB sudah terjalin sejak mereka berkoalisi di Pilgub Jateng 2018.

Gerindra Sudah Bicara Komposisi Kabinet dengan PKB di Pilpres 2019
Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono. tirto.id/Lalu Rahardian

tirto.id - Wakil Ketua Umum Gerindra, Ferry Juliantono menyatakan partainya berpeluang besar menjalin koalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Pilpres 2019. Sebab, menurutnya, komunikasi antara kedua partai sudah terjalin semakin intensif akhir-akhir ini.

Ferry menyatakan, komunikasi Gerindra dengan PKB untuk Pilpres 2019 sudah terjalin sejak dua partai tersebut berkoalisi di Pilgub Jateng 2018 mendukung Sudirman Said-Ida Fauziyah.

"Ya seperti komposisi kabinet tentu kami bicarakan, kalau itu kan sebagai format awal untuk koalisi. Jadi opsi tersebut dibicarakan," kata Ferry saat dihubungi, Senin (28/5/2018).

Menurut Ferry, pembahasan kompisisi kabinet tersebut merupakan format awal untuk berkoalisi di Pilpres 2019. Sebab, kata dia, segala hal yang berhubungan dengan kekuasaan mesti diformalkan sejak awal.

"Saya rasa peluang PKB lebih besar [merapat] ke kita dibandingkan dengan membuat poros ketiga ya. Itu yang pasti. Tapi saya bisa bilang yang pasti enggak ke Jokowi lah," kata Ferry.

Terkait keinginan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar untuk menjadi cawapres, Ferry menyatakan akan dibahas di kemudian hari bersama dengan partai koalisi lainnya setelah format koalisi terbentuk.

"Saya rasa sekarang terpenting platform koalisinya, kemudian format koalisinya, jadi kalau nanti semuanya harus [memaksakan kehendak] kan enggak boleh gitu. Semuanya kan harus dimusyawarahkan bersama sama," kata Ferry.

Gerindra Matangkan Komunikasi dengan PKS dan PKB

Saat ini, kata Ferry, Gerindra juga masih mematangkan komunikasi dengan PKS dan PAN sebagai dua partai yang pernah menjadi teman koalisi di Pilpres 2014.

"Jadi mengenai wakil [presiden] saya rasa terlebih dahulu bicara finalisasi koalisi," kata Ferry.

Sampai saat ini PKB memang belum memutuskan dukungan secara pasti, meskipun Muhaimin sudah mendeklarasikan pasangan Jokowi-Muhaimin di Pilpres 2019.

Beberapa waktu yang lalu, juga sempat terdengar kabar pertemuan antara Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto dengan Muhaimin. Namun, akhirnya tidak diketahui kejelasannya.

Sementara untuk mengusung kandidat di Pilpres 2019, Gerindra dan PKB tidak bisa sendirian. Lantaran suara keduanya masih di bawah ambang batas presiden sebesar 20 persen.

Hal ini berbeda dengan koalisi pendukung Jokowi yang sudah lebih dari 50 persen dengan dukungan Hanura, Golkar, PDIP, Nasdem, dan PPP. Sementara pendaftaran capres-cawapres akan dilakukan Agustus mendatang.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari M. Ahsan Ridhoi

tirto.id - Politik
Reporter: M. Ahsan Ridhoi
Penulis: M. Ahsan Ridhoi
Editor: Alexander Haryanto