tirto.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memastikan program nasional gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto akan segera dieksekusi.
Tahap awal proyek perbaikan atap rumah warga tersebut dijadwalkan mulai berjalan bulan depan, dengan Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sebagai titik perdana.
"Kemudian gentengisasi, bulan depan kita mulai di Majelengka dengan 600 truk pengiriman, sudah ada pesan. Nanti kita masuk lagi ke Pleret, Purwakarta, Jawa Tengah, dan sentra-sentra gentengisasi," ujar Maruarar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Maruarar mengungkapkan, pihaknya telah mematangkan persiapan distribusi material dengan melibatkan ekosistem pelaku usaha lokal.
Program ini tidak hanya ditujukan memperbaiki infrastruktur hunian masyarakat agar lebih layak, namun juga dirancang untuk memicu pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM sektor industri genteng.
"Jadi tentu di beberapa daerah karena ini melibatkan UMKM, UMKM jadi bergerak. Seperti di Jatiwangi, Majelengka itu UMKM-nya jadi bergerak," lanjut Maruarar.
Inisiatif gentengisasi ini merupakan bagian integral dari Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah). Presiden Prabowo Subianto pertama kali mencetuskan ide ini saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul, Bogor, 2 Februari 2026.
Kala itu, Presiden menekankan pentingnya standar material atap bangunan sebagai bagian dari wajah hunian nasional.
"Saya lihat saudara-saudara semua kota, hampir semua desa kira. Maaf ya banyak genteng dari seng," ujar Prabowo dalam rapat tersebut.
Presiden menegaskan, target jangka panjang dari gerakan ini adalah menyeragamkan standar atap rumah masyarakat di seluruh pelosok Indonesia dengan material genteng yang lebih sehat dan tahan lama.
"Saya ingin semua atap (rumah) di Indonesia pakai genteng ya. Gerakannya adalah gerakan proyek gentengisasi," tegas Prabowo saat itu.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id































