Gelombang Demo Mahasiswa Hari Ini: Tolak Kenaikan Harga BBM Terbaru

Penulis: Alexander Haryanto, tirto.id - 5 Sep 2022 17:19 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Berikut daftar demo mahasiswa hari ini, Senin, 5 September 2022, tolak kenaikan harga BBM terbaru.
tirto.id - Presiden Jokowi resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada hari Sabtu, 3 September 2022. Padahal, sebelumnya Jokowi berjanji tidak akan menaikkan harga BBM sampai akhir tahun. Jenis BBM yang naik adalah pertalite, solar dan pertamax.

Dengan kenaikan ini, maka harga pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter. Kemudian, pertamax nonsubsidi naik dari Rp12.000 jadi Rp14.500 per liter.

Merespons kenaikan itu, mahasiswa di sejumlah daerah pun menggelar aksi unjuk rasa, seperti di Jakarta, Sumatera Selatan dan daerah lainnya. Mereka menolak kenaikan harga BBM subsidi karena akan berpengaruh terhadap ekonomi rakyat.

Terkait dengan pengamanan aksi demonstrasi di wiayah Jakarta, aparat gabungan dari kepolisian, TNI, dan Pemprov DKI mengerahkan 4.000 personel di antaranya kawasan Monumen Nasional (Monas) dan DPR RI, Jakarta.

Petugas gabungan itu berasal dari Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Satuan Polisi Pamong Praja.

AKSI TOLAK KENAIKAN HARGA BBM DI MAKASSAR
Sejumlah mahasiswa berunjuk rasa di depan kampus Universtas Islam Negeri (UIN), Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (5/9/2022). Dalam aksinya mereka menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/aww.


Demo Mahasiswa di Berbagai Daerah

Berikut adalah daftar daerah yang menggelar demo kenaikan harga BBM subsidi pada hari ini, Senin, 5 September 2022:

  • Jakarta

Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berunjuk rasa di Kompleks Gedung DPR/MPR/DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Dalam aksi tersebut, seperti dilaporkan Antara News, Ketua Umum PB HMI Raihan Ariatama menolak kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM bersubsidi.

Alasannya, dikatakan Raihan, kenaikan itu akan berdampak pada situasi ekonomi masyarakat. Dia juga mendesak pemerintah mencabut kebijakan kenaikan tarif dasar listrik.

Kemudian, dia juga mendesak pemerintah memberantas mafia di sektor minyak, gas (migas) dan pertambangan dengan melakukan penegakan hukum.

  • Palembang

Ratusan mahasiswa di Palembang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat Sumatera Selatan menggelar aksi unjuk rasa kenaikan harga BBM yang berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB.

Untuk mengamankan demonstrasi "Seruan Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM Rakyat Menjerit" itu, polisi memblokade ruas Jalan POM IX di Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I, atau depan gerbang kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan dengan kawat berduri.

Seperti dilaporkan Antara News, peserta demonstrasi memadati sepanjang jalan depan Kantor DPRD Sumatera Selatan dengan membawa spanduk, poster bertuliskan tuntutan dan satu unit mobil bak terbuka berisi alat pengeras suara.

"Silahkan teman-teman merapat untuk perjuangkan nasib rakyat, nasib orang tua kita yang semakin sulit karena harga BBM naik kebutuhan pokok naik, biaya pendidikan kita pun naik. Pemerintah dan wakil rakyat dengar keluhan kami ini," kata salah satu mahasiswa.

AKSI TOLAK KENAIKAN BBM
Mahasiswa merusak kawat pembatas saat aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Kamis (1/9/2022). ANTARA FOTO/Henry Purba/wpa/YU


  • Kota Ternate

Mahasiswa yang mengatasnamakan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Maluku Utara dan pengurus KAMMI daerah Kota Ternate juga mengelar demo tolak kenaikan harga BBM.

"Kami siagakan 170 personil Polres Ternate yang disebar di beberapa titik di Kota Ternate, ini sebagai antisipasi aksi masa yang kemungkinan terus berlanjut," kata Kabag Ops Polres Ternate AKP Henri Alfredo Korwa seperti dikutip Antara.

Massa dari berbagai elemen itu, termasuk dari HMI Kota Ternate, KAMMI dan berbagai mahasiswa itu mendatangi Kantor Wali Kota. Aksi dimulai sekitar pukul 10.45 WIT

Mereka membawa spanduk dengan bertuliskan '"Harga BBM naik harga diri Pemerintah turun", "Tolak kenaikan harga BBM bersubsidi" dan lain-lain.

Ketum Pengurus KAMMI Malut Rudi Ahmad mengatakan, kenaikan harga BBM bersubsidi ini tidak tepat karena menambah beban masyarakat usai pandemi Covid-19.

"Alasannya karena kita belum pulih secara ekonomi, masyarakat masih berjuang untuk memulihkan ekonomi usai Covid-19," katanya.


Baca juga artikel terkait DEMO MAHASISWA HARI INI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Ekonomi)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight