Advertorial:

Garuda Select dan Masa Depan Timnas Indonesia

Oleh: Advertorial - 12 November 2019
Dibaca Normal 3 menit
Para pemain besutan Garuda Select adalah harapan masa depan sepakbola Indonesia di kancah dunia.
tirto.id - Tanggal 24 Januari 2019 menjadi debut skuad Garuda Select menjalani laga uji coba di Inggris. Lawan yang saat itu dihadapi adalah Walsall FC U17. Hanya saja, semalaman salju mengguyur. Belum lagi, hawa dingin juga menusuk kulit tropis para remaja Indonesia itu. Ini tentunya bakal menjadi pengalaman pertama bagi David Maulana dan kawan-kawan.

Untuk meminimalisir dingin, para pemain Garuda Select tampak mengenakan jersi lengan panjang juga kaus kaki setinggi lutut. Ada pula beberapa perlengkapan lainnya seperti penutup leher dan kain khusus yang melapisi paha.

Kendati begitu, Des Walker selaku pelatih tim Garuda Select tetap yakin para pemainnya akan cepat beradaptasi, termasuk mampu melalui laga uji coba perdana di tanah Britania dengan lancar.

“Salju menutupi lapangan, masih ada sedikit rumput, tapi semua akan baik-baik saja. Mereka (para pemain Garuda Select) sudah terbiasa bermain dalam cuaca panas di Indonesia, [tapi] mereka hanya perlu penyesuaian saja untuk bisa menghadapi tim Inggris,” kata Walker dalam episode kedua di season pertama yang berjudul “Life in England”, yang bisa ditonton di Mola TV.

Tak lupa, mantan bek tim nasional Inggris ini berpesan kepada para pemainnya untuk menikmati pertandingan. “Semoga berhasil, dan ingat, kita harus menyerang bersama-sama,” ucapnya.

“Kita berlari untuk semuanya. Kita menang bersama, kita imbang bersama, dan kita kalah bersama!” seru Walker yang telah mengoleksi 59 caps bersama The Three Lions ini.

Laga dimulai. Hasilnya, Garuda Select kalah 4-5 dari Walsall FC U17.

Bukan capaian buruk mengingat ini adalah pertandingan pertama yang dilangsungkan dalam cuaca dan kondisi lapangan yang tak biasa. Bahkan kalau mau memuji, Garuda Select justru mampu meladeni lawan dengan mencetak empat gol balasan.

Digembleng Duo Legenda Inggris

Garuda Select merupakan program pembinaan pemain muda yang digawangi PSSI bersama Super Soccer TV dan MolaTV serta akan terus dilakukan hingga 10 tahun mendatang. Angkatan pertama program ini menyertakan 24 pesepakbola muda berbakat yang diseleksi dari liga resmi U16 yang diikuti klub-klub Liga 1 bertajuk Elite Pro Academy 2018.

Garuda Select generasi pertama diberangkatkan ke Inggris pada 15 Januari 2019 untuk mendapatkan pelatihan standar Eropa, baik di dalam maupun luar lapangan, selama enam bulan. Tak tanggung-tanggung, para anak bangsa ini digembleng langsung oleh dua legenda hidup sepakbola Inggris.

Selain Des Walker selaku pelatih tim, anak-anak Garuda Select juga mendapatkan sentuhan dari Dennis Wise sebagai direktur program. Sosok yang satu ini tentunya tidak perlu diragukan. Wise adalah mantan gelandang andalan Chelsea yang masuk skuad Inggris di Euro atau Piala Eropa 2000.

Wise dan Walker ternyata antusias menyambut tawaran untuk menggembleng anak-anak Garuda Select. “Program ini memberikan kesempatan sebesar-besarnya bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia bertumbuh-kembang menjadi lebih dari sekadar pemain sepakbola,” tandas Wise dikutip dari situs resmi PSSI.

“Kami sangat menantikan apa yang bakal terjadi. Kami siap membantu program dan akan melakukan apa yang harus kami lakukan. Saya akan membantu pemain dengan program kami dan menjalankan program ini dengan bijak,” lanjut eks kapten Chelsea ini.

Walker menimpali: “Semua orang sudah bekerja keras untuk mewujudkan ini untuk anak-anak Indonesia. Kami juga memberangkatkan empat pelatih muda Indonesia, semua bisa menjalani kehidupan sepakbola profesional Inggris di sana.”

Empat pelatih Indonesia yang turut berangkat ke Inggris bersama skuad Garuda Select angkatan pertama antara lain Bima Sakti, Gede Mahatma, Ilham Romadona, serta Sopian Hadi.


Demi Masa Depan Timnas Indonesia

Prediksi Des Walker ternyata tidak terlalu meleset. Para penggawa Garuda Select mulai bisa menyesuaikan diri dengan segala perbedaan yang ada di Inggris. Setelah dibekuk Walsall FC U17 di laga pertama, Bagus Kahfi dkk mampu menahan lawan yang sama dengan skor 1-1 di pertemuan kedua.

Bahkan, di laga ketiga, Garuda Select menang telak 8-1 atas Macclesfield U17 serta sempat menggasak skuad Queens Park Rangers U18 dan Blackburn Rovers masing-masing dengan skor meyakinkan, 4-0.

Ada pelajaran berharga yang bisa dipetik menjelang pulang ke tanah air. Saat meladeni Arsenal dan Chelsea U16, Garuda Select harus menelan kekalahan mencolok dengan skor identik 2-7, kendati sempat mengimbangi Leicester City U18 2-2.

Selama digembleng di Inggris, Garuda Select telah melakoni 16 pertandingan dengan mengukir lima kemenangan, empat hasil imbang, dan tujuh kali kalah.

Tentunya pembinaan pemain muda bukan persoalan menang atau kalah. Berlatih dan bertanding langsung di Inggris di bawah asuhan dua legenda menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak muda terpilih itu yang nantinya memberi dampak positif untuk sepakbola nasional, terutama bagi Timnas Indonesia.

Ujian sebenarnya pun dimulai. Sebagian besar jebolan Garuda Select generasi pertama terpilih memperkuat Timnas Indonesia U16 asuhan Fakhri Husaini tampil di Piala Asia U16 2018 dan memuncaki klasemen akhir Grup C di atas India, Iran, dan Vietnam.

Kendati langkah Indonesia terhenti di perempat final setelah ditekuk Australia dengan skor 2-3, tapi setidaknya Sutan Diego Zico dan kolega sudah menunjukkan perjuangan maksimal dan menghadapi para pemain yang kemudian tampil di Piala Dunia U17 2019.

Masih bersama Fakhri Husaini, sebagian besar alumni Garuda Select angkatan perdana kembali dikumpulkan, kali ini di skuad Timnas Indonesia U19 untuk mengarungi Kualifikasi Piala Asia U19 2020.

Ernando Ary, Risky M. Sudirman, Bagas Kaffa, M. Yudha Febrian, Komang Teguh Trisnanda, M. Salman Alfarizi, Brylian Aldama, Braif Fatari, M. Supriadi, Fajar Fathur Rachman, Bagus Kahfi, Sutan Zico, hingga David Maulana adalah hasil didikan Garuda Select yang kini memperkuat Timnas U19.

Hasilnya, tim Garuda Muda dipastikan lolos ke putaran final Piala Asia U19 2020 setelah menjadi juara Grup K di fase kualifikasi, termasuk menyingkirkan Korea Utara di laga hidup-mati.

Program Garuda Select saat ini sudah mencapai angkatan kedua. Pada 9 Oktober 2019 lalu, Garuda Select angkatan kedua resmi diberangkatkan oleh PSSI. Total 18 pemain ditambah enam pemain dari angkatan pertama bakal menjalani pertandingan di Inggris dan Italia menghadapi kesebelasan-kesebelasan seperti Manchester City, Internazionale Milan, dan AC Milan.

Bukan tidak mungkin nantinya para pemuda harapan bangsa didikan Garuda Select bakal tampil di Piala Dunia U20 2021 mendatang yang akan dihelat di Indonesia.

Pertandingan-pertandingan Garuda Select dapat ditonton melalui live streaming di Mola TV. Untuk mengintip calon-calon lawan di Piala Dunia U20 2021, Mola TV juga menyiarkan Piala Dunia U17 2019. Para jebolan Garuda Select dan Piala Dunia U17 2019 ini yang kemungkinan akan menghiasi stadion-stadion di Indonesia pada Piala Dunia U20 dua tahun mendatang.

DarkLight