Fadli Zon Sebut Usia Bukan Halangan Prabowo Jadi Presiden

Fadli Zon Sebut Usia Bukan Halangan Prabowo Jadi Presiden
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.
Reporter: M. Ahsan Ridhoi
13 September, 2017 dibaca normal 1 menit
Gerindra sudah satu suara mendukung Prabowo sebagai Capres 2019.
tirto.id - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon meyakini Prabowo Subianto masih layak untuk menjadi presiden Indonesia meskipun telah berusia 66 tahun.

"Donald Trump saja lebih tua dari Pak Prabowo menjadi presiden Amerika umur 71 tahun. Ya, jadi bukan persoalan usia," kata Fadli di Komplek DPR Senayan, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Menurut Fadli, yang membuat seseorang layak menjadi presiden adalah kapabilitasnya. Ia pun menyatakan elektabilitas Prabowo saat ini masih tinggi untuk menjadi calon presiden 2019.

"Saya kira kami bisa bersaing di 2019, bahwa Pak Prabowo bisa menang kontestasi Pilpres 2019," kata Fadli.

Ia mengatakan bahwa Gerindra sudah satu suara mendukung Prabowo sebagai Capres 2019. Termasuk sudah siap untuk suksesi melawan petahana Joko Widodo (Jokowi)

Meskipun, menurutnya, Prabowo belum mau turun menyapa konstituen di daerah. Tidak seperti Jokowi yang menurut Fadli kerap tampil di media sebagai presiden, bahkan meminta relawan ProJo bersiap menghadapi Pilpres 2019.

"Nanti pada waktunya kan ada proses kampanye," kata Fadli.

Sementara untuk wakil Prabowo, Fadli menyatakan bahwa Gerindra masih mempertimbangkan nama yang layak. Baik dari sipil maupun militer.

Fadli menolak anggapan Prabowo akan menggaet Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai cawapres di 2019 nanti.

"Ya. Pasti sosoknya harus bisa melengkapi, selain itu juga harus mempunyai chemistry yang sama (dengan Prabowo) dan punya kapasitas, kapabilitas. Indonesia ini kan luas," kata Fadli.

Dalam hasil survei yang dilakukan Centre For Strategic and International Studies (CSIS) menyebutkan elektabilitas Prabowo sebesar 25,8 persen pada 2017. Sementara eletabilitas Jokowi sebesar 50,9 persen.

Menanggapi survei itu, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengaku bersyukur. Menurutnya, hasil elektabilitas itu sudah cukup baik, meskipun Prabowo belum melakukan gerakan terkait Pilpres 2019.

"Bahkan beliau [Prabowo] sendiri belum menyatakan hal-hal tentang kecapresan beliau. Bahkan seluruh kader Gerindra ingin mengajukan beliau, tidak ada debat sama sekali," kata Muzani di Komplek DPR, Jakarta, Rabu (13/9).

Menurutnya, hasil survei itu akan menjadi modal yang baik bagi Gerindra untuk membangkitkan semangat kader dalam memenangkan Prabowo di 2019.

"(Hasil survei) Membangkitkan kami untuk terus bergerak meyakinkan rakyat mendukung beliau sebagai capres 2019," kata Muzani.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya M. Ahsan Ridhoi
(tirto.id - san/ale)

Keyword