Menuju konten utama

Emmanuel Macron Resmi Terpilih Jadi Presiden Perancis

Setelah mengalahkan telak saingannya Marine Le Pen dalam pemungutan suara putaran kedua, Emmanuel Macron akhirnya terpilih sebagai Presiden Perancis, Minggu (7/5/2017) waktu setempat.

Emmanuel Macron Resmi Terpilih Jadi Presiden Perancis
Emmanuel Macron, kepala gerakan politik En Marche ! (Maju !) dan calon pemilihan presiden 2017, mengangkat kedua tangan dalam kampanye di Pau, Prancis, Rabu (12/4). ANTARA FOTO/REUTERS/Regis Duvignau.

tirto.id - Emmanuel Macron akhirnya terpilih sebagai Presiden Perancis setelah mengalahkan telak Marine Le Pen dalam pemungutan suara putaran kedua, Minggu (7/5/2017) waktu setempat.

Dari proyeksi hasil penghitungan suara Macron yang dinilai pro-Uni Eropa ini unggul 65,1 persen dari kandidat dari kubu kanan Marine Le Pen yang hanya meraih 34,9 persen.

Macron yang pernah menjadi menteri ekonomi Presiden Francois Hollande, politisi Partai Sosialis ini dalam pidato kemenangannya menyebutkan akan membuka lembaran baru dalam sejarah Perancis. Ia berjanji akan menyatukan Perancis yang sempat terbagi dan terpecah dalam kubu-kubu.

"Saya akan melakukan segalanya untuk memastikan Anda tidak pernah memiliki alasan lagi untuk memilih yang ekstrem,” tutur Macron yang sekaligus menjadi sindiran bagi Le Pen dari kubu konservatif.

Terkait kemenangannya yang meroket dan tidak disangka-sangka sejak setahun yang lalu, dia berkata: "Semua orang bilang itu (kemenangannya) tidak mungkin. Tapi mereka tidak mengenal Perancis!," tegasnya, seperti dilansir dari The Guardian.

Pada usianya saat ini 39 tahun, Macron akan menjadi Presiden Perancis termuda dalam sejarah. Tantangan yang dihadapi Macron ke depan masih seputar isu terorisme yang menjadi ancaman terbesar negara tersebut dan berjuang memulihkan perekonomian yang stagnan selama puluhan tahun mengalami masa pengangguran massal.

François Bayrou, mantan menteri dan pendukung sejati Macron, mengatakan kepemimpinan Macron akan membuka harapan baru bagi rakyat Perancis.

"Dia adalah kepala negara termuda di planet ini yang mengirimkan pesan harapan yang luar biasa. Macron memberi harapan kepada orang-orang yang tidak memiliki harapan. Berharap mungkin kita bisa melakukan sesuatu, melampaui batas [kiri kanan] yang tidak lagi masuk akal,” tutur Bayrou.

Menurut Francois Hollande, kemenangan Macron ini menjadi peringatan akan bersatunya kesamaan pandangan dari masyarakat yang masih menginginkan nilai-nilai Republik.

"Kemenangan besarnya menegaskan bahwa sebagian besar warga negara kita ingin bersatu pada nilai-nilai Republik dan menunjukkan keterikatan mereka kepada Uni Eropa dan menunjukkan bahwa Prancis terbuka untuk dunia," jelas Hollande.

Kemenangan Macron tidak hanya terjadi karena pemilih mendukung platform kebijakannya untuk pasar bebas, reformasi pro-bisnis, dan janjinya untuk memberi dukungan kepada Uni Eropa, ditambah dengan pendekatan sayap kiri terhadap masalah sosial. Beberapa pemilihnya berasal dari partai lain di seluruh spektrum politik dan ternyata tidak mendukung sepenuhnya programnya tapi untuk menghentikan Front Nasional.

Terpilihnya Macron ini juga mendapat sambutan tidak hanya di dalam negeri, tapi juga disambut hangat dari ucapan selamat para pemimpin negara lainnya.

Salah satu juru bicara kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan bahwa kemenangan Macron ini adalah "kemenangan bagi Eropa yang kuat dan bersatu" sementara presiden komisi Eropa, Jean-Claude Juncker, mengatakan bahwa pemilih Prancis telah memilih "masa depan Eropa".

Kantor perdana menteri Inggris, Theresa May, mengatakan bahwa dia "dengan hangat mengucapkan selamat kepada" Macron atas kemenangannya dan "kami berharap dapat bekerja sama dengan presiden baru ini dalam berbagai prioritas bersama".

Trump, yang akan bertemu Macron pada 25 Mei di pertemuan puncak NATO di Brussels, sempat menulis di akun twitternya: "Selamat kepada Emmanuel Macron pada kemenangan besarnya hari ini sebagai presiden Prancis berikutnya. Saya sangat ingin bekerja sama dengannya!". Padahal sebelumnya saat kampanye Pilpres Perancis tersebut, Trump telah menyatakan bahwa Le Pen adalah kandidat terkuat.

Baca juga artikel terkait PEMILU PERANCIS atau tulisan lainnya dari Maya Saputri

tirto.id - Politik
Reporter: Maya Saputri
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri