Menuju konten utama

Mengenal Penyakit Asma: Gejala, Penyebab, dan Obat Alami

Mengenal penyakit asma: mulai dari pencegahan, gejala, penyebab dan obat asma alami.

Mengenal Penyakit Asma: Gejala, Penyebab, dan Obat Alami
Ilustrasi penyakit pernafasan. foto/Istockphoto

tirto.id - Asma merupakan sejenis penyakit paru-paru yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan bernapas. Serangan asma bisa terjadi saat ada rangsangan pada aliran udara yang masuk ke paru-paru. Penyakit asma bahkan bisa menjadi kronis.

Menurut laman Mayo Clinic, tingkat keparahan asma bisa berubah seiring waktu berjalan, sehingga akan membutuhkan penyesuaian perawatan.

Asma diklasifikasikan ke dalam empat kategori dengan mengetahui tanda dan gejala berikut ini:

  1. Gejala ringan: berlangsung selama dua kali seminggu hingga dua kali dalam sebulan di malam hari.
  2. Gejala persisten ringan: berlangsung lebih dari dua kali seminggu, tetapi tidak lebih dari sekali dalam satu hari.
  3. Gejala persisten moderat: kambuh sekali dalam sehari dan bisa mengalami lebih dari satu malam dalam seminggu.
  4. Gejala persisten parah: berlangsung sepanjang hari umumnya terjadi di malam hari.

Penyebab dari penyakit ini sebenarnya belum diketahui secara pasti, tapi umumnya dipicu oleh alergi, polusi udara, infeksi pernapasan, emosi, kondisi cuaca, dan kandungan dalam makanan. Gejala umumnya meliputi batuk, meningitis, napas yang pendek, dan sesak di dada.

Karenanya pencegahan dan kontrol jangka panjang adalah kunci dalam menghentikan serangan asma. Cara termudah adalah dengan selalu menyediakan dan menggunakan inhaler pelega pernapasan, seperti albuterol.

Infografik SC Penyakit Asma

Infografik SC Penyakit Asma. tirto.id/Sabit

Obat Asma

Selain itu, ada beberapa obat alami yang mudah ditemukan untuk mengobati penyakit asma, berikut ini penjelasannya seperti dilansir laman HealthLine:

  • Bawang putih
Bawang putih memiliki beberapa manfaat kesehatan, karena bersifat anti-inflamasi, sebuah studi pada 2013 meyebutkan, bawang putih dapat membantu meringankan gejala asma karena termasuk dalam kategori penyakit radang.

Meski begitu, tidak ada bukti konklusif jika bawang putih efektif mencegah serangan asma yang datang secara tiba-tiba.

  • Jahe
Jahe adalah ramuan lain yang mengandung sifat anti-inflamasi dan dapat membantu serangan asma yang parah. Suplemen jahe yang dikonsumsi secara rutin bisa meringankan gejala asma.

  • Madu
Madu sering digunakan untuk membantu melegakan tenggorokan dan mengurangi batuk. Cara penggunaannya dengan mencampurkan madu pada minuman panas atau hangat seperti teh herbal untuk meredakan gejalanya.

Selain itu, ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa madu harus digunakan sebagai pengobatan asma alternatif.

  • Minyak omega-3
Minyak omega-3, yang dapat ditemukan dalam ikan dan biji rami telah terbukti memiliki banyak manfaat kesehatan, karena dapat mengurangi peradangan saluran napas dan meningkatkan fungsi paru-paru pada orang yang terkena asma parah.

  • Kafein
Kafein adalah bronkodilator yang berfungsi mengurangi kelelahan pada otot pernapasan. Sebuah studi dari Trusted Source tahun 2010 menunjukkan, kafein efektif untuk penderita asma. Kafein bekerja meningkatkan fungsi saluran udara setelah empat jam dikonsumsi.

  • Yoga
Yoga menggabungkan latihan peregangan dan pernapasan untuk membantu meningkatkan fleksibilitas dan meningkatkan kebugaran secara keseluruhan. Bagi banyak orang, berlatih yoga dapat mengurangi stres, yang dapat memicu timbulnya gejala asma.

Teknik pernapasan yang digunakan dalam yoga juga dapat membantu mengurangi frekuensi serangan asma. Tetapi, saat ini tidak ada bukti konklusif untuk membuktikan ini.

  • Hipnoterapi
Dalam hipnoterapi, hipnosis digunakan untuk membuat seseorang lebih rileks dan terbuka terhadap cara-cara baru untuk berpikir, merasakan, dan berperilaku.

Hipnoterapi dapat membantu memfasilitasi relaksasi otot, yang dapat membantu penderita asma mengatasi gejala-gejala seperti sesak dada.

Baca juga artikel terkait PENYAKIT ASMA atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Yulaika Ramadhani