Manfaat Bawang Putih Atasi Penyakit Kolesterol, Pilek, dan Kanker

Oleh: Dewi Adhitya S. Koesno - 3 September 2019
Dibaca Normal 2 menit
Manfaat bawang putih untuk mengatasi penyakit kolesterol, pilek, kanker, hingga alzheimer.
tirto.id - Bawang putih selain digunakan sebagai bumbu yang digunakan hampir di setiap makanan dan masakan Indonesia, juga dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Bawang putih mempunyai sejarah penggunaan oleh manusia selama lebih dari 7.000 tahun, terutama bawang yang tumbuh di Asia Tengah, dan sudah lama menjadi bahan makanan di daerah sekitar Laut Tengah, serta bumbu umum di Asia, Afrika, dan Eropa.

Berikut ini 10 manfaat bawang putih yang bisa digunakan untuk kesehatan tubuh:

1. Mencegah pilek

Bawang putih dapat menangkal pilek dan dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Seperti dilansir HealthLine, mengonsumsi bawang putih bisa mengobati penyakit pilek sekitar 63 hingga 70 persen.

2. Mengurangi tekanan darah tinggi

Penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke merupakan pembunuh terbesar di dunia. Tekanan darah tinggi atau hipertensi, menjadi salah satu pemicu yang menyebabkan penyakit ini.

Suplemen bawang putih diketahui memiliki dampak yang signifikan pada pengurangan tekanan darah terhadap orang dengan tekanan darah tinggi (hipertensi).

Dalam beberapa kasus, suplemen bawang putih sama efektifnya dengan obat-obatan biasa.

3. Menurunkan kolesterol dan LDL.

Bagi yang memiliki kolesterol tinggi, mengonsumsi bawang putih mentah setiap hari bisa menjadi obat dan mengurangi jumlah kolesterol LDL (kolesterol jahat) sekitar 10-15 persen.

Meskipun kadar trigliserida yang tinggi merupakan sebuah faktor risiko lain yang diketahui untuk penyakit jantung, tetapi bawang putih diketahui tidak memiliki efek signifikan pada kadar trigliserida.

4. Mencegah alzheimer dan demensia

Bawang putih mengandung antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan dan penuaan, serta mendukung mekanisme perlindungan tubuh terhadap kerusakan oksidatif.

Mengonsumsi bawang putih mentah dalam dosis tinggi telah terbukti meningkatkan enzim antioksidan pada manusia, serta secara signifikan mengurangi stres oksidatif pada yang memiliki tekanan darah tinggi.

Efek gabungan pada pengurangan kolesterol dan tekanan darah, serta sifat antioksidan, dapat mengurangi risiko penyakit otak yang umum seperti penyakit alzheimer dan demensia.


5. Meningkatkan Kesehatan Tulang

Mengonsumsi bawang putih dapat meminimalkan kerusakan tulang dengan meningkatkan estrogen pada wanita.

Salah satu studi yang dilakukan pada wanita menopause menemukan, mengonsumsi bawang putih kering (2 gram bawang putih mentah) setiap hari bisa menurunkan penanda defisiensi estrogen.

6. Mengurangi risiko kanker paru-paru

Orang yang makan bawang putih mentah setidaknya dua kali seminggu memiliki risiko 44 persen lebih rendah terkena kanker paru-paru.

Studi dalam jurnal Cancer Prevention Research telah melakukan wawancara tatap muka dengan 1.424 pasien kanker paru-paru dan 4.543 orang sehat. Kemudian ditanya, tentang pola gaya hidup seperti kebiasaan merokok dan seberapa sering makan bawang putih.

Hasilnya, hubungan pelindung antara asupan bawang putih dan kanker paru-paru telah diamati dengan pola dosis-respons menunjukkan, bahwa bawang putih berpotensi berfungsi sebagai agen kemo-preventif untuk kanker paru-paru. Hal ini seperti yang dilaporkan Medical NewsToday

7. Dapat menghancurkan sel kanker otak

Senyawa organo-sulfur yang ditemukan dalam bawang putih ternyata efektif dalam menghancurkan sel-sel pada glioblastoma, yakni sejenis tumor otak yang mematikan.

Sebuah penilitian dari Medical University of South Carolina dalam jurnal Cancer menyebutkan, senyawa-senyawa yang berasal dari tanaman bawang putih dikenal sebagai obat alami untuk mengendalikan pertumbuhan ganas sel-sel tumor otak manusia.

8. Dapat menyembuhkan osteoartritis pinggul

Wanita yang diet dengan mengonsumsi sayuran allium memiliki risiko terkena osteoarthritis yang lebih rendah. Contoh sayuran allium termasuk bawang putih, daun bawang, bawang bombai, bawang merah, dan rakkyo.

Satu studi yang melibatkan lebih dari 1.000 perempuan sehat menemukan, mereka yang memiliki kebiasaan diet mengonsumsi banyak buah dan sayuran, terutama allium seperti bawang putih, diketahui memiliki lebih sedikit tanda-tanda osteoartritis awal di sendi panggul.

9. Berfungsi sebagai antibiotik

Senyawa dalam bawang putih diketahui memiliki efek 100 kali lebih baik daripada dua antibiotik populer dalam memerangi bakteri Campylobacter.

Bakteri Campylobacter adalah salah satu penyebab paling umum seseorang bisa terkena infeksi usus.

10. Mengobati kanker prostat

Sayuran allium, khususnya asupan bawang putih, diketahui memiliki keterkaitan dengan penurunan risiko kanker prostat.

Namun, untuk pengobatan tersebut masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguatkan temuan ini.


Baca juga artikel terkait BAWANG PUTIH atau tulisan menarik lainnya Dewi Adhitya S. Koesno
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dewi Adhitya S. Koesno
Editor: Agung DH
DarkLight