Dokter Hadapi 3 Fase Selama Merawat Pasien COVID-19, Apa Saja?

Oleh: Iswara N Raditya - 21 November 2020
Dibaca Normal 1 menit
Ada 3 fase yang harus dihadapi dokter selama merawat pasien positif COVID-19.
tirto.id - Tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam perjuangan melawan pandemi corona, tentu saja termasuk dokter, khususnya yang menangani COVID-19. Ada 3 fase yang harus dihadapi dokter selama merawat pasien positif COVID-19, apa saja?

Menurut data Ikatan Dokter Indonesia (IDI), hingga 10 November 2020, ada 159 orang dokter yang gugur selama masa pandemi COVID-19 dari seluruh wilayah Indonesia. Yang meninggal dunia terbanyak justru bukan dokter yang bekerja di rumah sakit rujukan COVID-19.

"Kita rinci lagi di antara 159 itu, bahkan yang dia bekerja di RS rujukan COVID-19 itu rendah, yang sebagian besar adalah dia tidak bekerja di tempat yang menjadi RS rujukan COVID-19," ungkap Wakil Ketua Umum IDI, M. Adib Khumaidi, dikutip dari channel YouTube BNPB Indonesia, Senin (16/11/2020).

Diperinci lebih jauh lagi, dari 159 dokter yang meninggal dunia tersebut, sebanyak 84 orang adalah dokter umum, baik dokter yang bekerja di rumah sakit, puskesmas, maupun dokter yang membuka praktik pribadi.

Perjuangan Dokter Merawat Pasien COVID-19

Dokter memang menjadi orang pertama dan utama yang harus menangani pasien positif COVID-19. Menurut Gia Pratama Putra, Kepala Instalasi Gawat Darurat salah satu rumah sakit di Jakarta, setidaknya ada 3 fase yang harus dihadapi oleh dokter selama merawat pasien COVID-19.

Fase pertama adalah dokter harus meyakinkan pasien positif COVID-19 bahwa mereka bisa sembuh dari penyakit ini dan masa-masa sulit seperti ini bisa dilalui dengan baik. Kunci utama kesembuhan pasien COVID-19, kata Gia Pratama Putra, ialah keyakinan si pasien itu sendiri.

“Keyakinan akan kesembuhan adalah 50% kesembuhan. Virus ini sebenarnya bisa kalah dengan daya tahan tubuh kita sendiri,” sebut Gia Pratama Putra dilansir website resmi Satgas Penanganan COVID-19.

Maka dari itu, Dokter Gia menyarankan kepada seluruh masyarakat untuk fokus menjaga diri dan kesehatan agar tidak tertular COVID-19. “Biarkan dokter-dokter kita yang fokus pada penyakitnya,” pesan dokter yang juga penulis novel dan buku ini.

Fase kedua, lanjut Gia Pratama Putra, adalah saat pasien harus diisolasi sehingga tidak boleh bertemu dengan keluarga ataupun teman. Sebagai tenaga kesehatan, dokter harus terus berkunjung menyemangati para pasien dan berperan sebagai keluarga kedua pasien COVID-19.


Adapun fase ketiga, menurut Dokter Gia, terdapat dua kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah kesembuhan pasien. Sementara kemungkinan kedua adalah hasil yang tidak diinginkan yakni meninggalnya pasien COVID-19.

Dari sinilah Dokter Gia sangat mengimbau agar semua orang berusaha menghindarkan diri dari COVID-19 dengan menerapkan disiplin 3M dan meningkatkan imunitas tubuh. Menurutnya, mengobati memang penting, namun mencegah adalah tindakan yang lebih baik.

Disarankan juga kepada masyarakat untuk melakukan deteksi dini gejala penyakit COVID-19. Upaya ini sangat membantu meringankan gejala COVID-19 agar tidak semakin berat nantinya. “Saya ingin teman-teman atau masyarakat semua datang ke rumah sakit, justru ketika kondisinya belum parah,” ucapnya.

“Selain itu, sekarang tes swab juga sudah semakin cepat, dalam 1-2 hari sudah bisa diterima hasilnya. Harganya juga semakin terjangkau,” tutup Dokter Gia Pratama Putra.

Jangan lupa selalu #ingatpesanibu dengan menerapkan perilaku disiplin 3M, yaitu memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

_______________________

Artikel ini diterbitkan atas kerja sama Tirto.id dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca juga artikel terkait KAMPANYE COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Agung DH
DarkLight