Menuju konten utama

DKI Prediksi Kenaikan Harga Pangan Jelang Puasa & Lebaran 40 Persen

Peningkatan harga tertinggi terjadi pada komoditas minyak goreng curah yakni sebesar 40,35%.

DKI Prediksi Kenaikan Harga Pangan Jelang Puasa & Lebaran 40 Persen
Pedagang melayani pembeli di Pasar Subuh Tradisional, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (10/3/2022). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/foc.

tirto.id -

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (DKPKP) DKI, Suharini Eliawati mengatakan kenaikan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) puasa dan Idulftri hingga 40,35%.

"Kenaikan harga pangan menjelang Idulfitri berkisar 1,39% sampai dengan 40,35%," kata Suharini melalui keterangan tertulisnya, Rabu (30/3/2022).

Ia merincikan harga rata-rata pangan per 28 Maret 2022: beras IR.I Rp11.410 per kg; cabai merah keriting Rp46.638 per kg; cabai merah besar Rp54.644 per kg; cabai rawit merah Rp58.765 per kg; cabai rawit hijau Rp41.152 per kg; bawang merah Rp35.744 per kg; dan bawang putih Rp33.255 per kg.

Kemudian ayam boiler/Ras Rp38.177 per ekor; telur ayam ras Rp24.968 per kg; gula pasir Rp14.361 per kg; tepung terigu Rp8.787 per kg; minyak goreng curah Rp 19.650 per kg; daging sapi has (paha belakang) Rp. 140.222 per kg; dan gas elpiji Rp 21.000 per 3 kg.

Ia menuturkan peningkatan harga tertinggi terjadi pada komoditas minyak goreng curah yakni sebesar 40,35%. Sementara untuk minyak goreng kualitas premium mengalami kenaikan lebih dari 100% karena terbitnya peraturan dari pemerintah pusat tentang HET minyak goreng curah dan penetapan harga minyak goreng kualitas premium yang ditetapkan melalui mekanisme pasar.

"Penyebab mahalnya minyak goreng curah dikarenakan berkurangnya pasokan minyak goreng curah yang masuk ke pasar tradisional. Pasokan yang biasanya masuk 4 kali dalam seminggu menjadi hanya satu kali saja dalam seminggu," ucapnya.

Sementara itu peningkatan harga terendah yakni pada komoditas cabe merah besar sebesar 1,39%. Harga komoditas hortikultura (cabai dan bawang) pada Idulfitri tahun ini lebih terjangkau dibandingkan kondisi tahun lalu karena pasokan pada tahun ini cukup baik dan musim penghujan tidak terjadi saat ini.

Kemudian bahan pangan segar dengan kenaikan harga tertinggi adalah daging sapi sebesar 16.85%. Kenaikan harga daging sapi penyebab mahalnya harga daging sapi dikarenakan pemerintah Australia lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negeri yang melonjak tinggi setelah pandemi Covid-19 mulai terkendali, tingginya biaya impor dan naiknya harga pakan sapi.

"Harga beras sepanjang tahun 2022 stabil dikarenakan lancarnya pasokan beras dan tidak terjadi gagal panen di daerah produsen," ucapnya.

Untuk menangani hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melakukan sejumlah cara, seperti pendistribusian minyak goreng melalui penjualan di 92 Gerai Perumda Pasar Jaya.

Kemudian bekerjasama dengan BUMN Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) menyalurkan 8.000 liter minyak goreng per lokasi. Lalu menggelar pasar murah/bazaar.

Selanjutnya mendistribusikan pangan subsidi untuk masyarakat tertentu (buruh: 49.234 orang, guru honorer: 33.659 orang, kader PKK: 15.215 orang, lansia: 107.573 orang, PHL/PPSU: 51.436 orang, KJP: 816.690 orang, disabilitas: 14.459 orang, penghuni rusun: 31.000 orang, KAJ: 10.993 orang.

Bahan Pangan yang didistribusikan adalah beras 5 kg, daging sapi 1 Kg, daging ayam 1 kg, susu UHT 24 kotak, ikan kembung 1 kg, telur setara 1 kg dengan harga beli masyarakat Rp126.000. Pendistribusian dilakukan di 350 lokasi di seluruh Jakarta.

"Kami akan optimalisasi peran BUMD melalui kerjasama baik antar daerah-BUMD-BUMN-distributor untuk penyediaan dan pendistribusian bahan pangan," tuturnya.

Baca juga artikel terkait HARGA PANGAN atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Restu Diantina Putri