DKI akan Pasang 300 CCTV Pemindai Wajah Waspadai Alumnus Suriah

Oleh: Maya Saputri - 18 Mei 2018
Dibaca Normal 1 menit
Saat ini, Pemprov DKI masih menunggu data-data alumnus Suriah itu dari BNPT dan Dirjen Keimigrasian.
tirto.id -
Pemprov DKI Jakarta akan memasang 300 unit CVTV pemindai wajah dalam rangka peningkatan keamanan penyelenggaraan Asian Games. Salah satunya, kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, untuk mengawasi keberadaan warga yang dipulangkan dari Suriah lantaran keterkaitannya dengan ISIS.

Saat ini, Pemprov DKI masih menunggu data-data alumnus Suriah itu dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Dirjen Keimigrasian. Menurut Sandiaga, keberadaan orang-orang tersebut perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan aksi teror seperti yang terjadi di beberapa daerah sepekan belakangan.

"[CCTV] itu first rate face recognition. Bisa dicek [nanti] yang data-data tersebut. Jadi data-datanya itu ada di BNPT ada di Imigrasi. Jadi bertebaran. Data-data tersebut ini yang perlu dikoordinasi data ini. Ini sekarang yang lagi di bahas di INASGOC," kata Sandiaga Uno di Gedung Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kamis (17/5/2018).

Untuk memastikan lokasi mana saja yang rawan aksi terorisme, Pemprov juga akan melibatkan Polda Metro Jaya untuk menentukan lokasi CCTV. "Kami juga berkoordinasi dengan BNPT untuk bagaimana kita menempatkan tambahan CCTV dan mengkonekkan live feed CCTV kita dengan sistem face recognition yang dimiliki dan dioperasikan oleh command control INASGOC yang diketuai oleh Deputi IV," imbuh Sandiaga.

Sebelumnya, permintaan tambahan 300 unit CVTV itu disampaikan oleh Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Erick Thohir. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir sejumlah kemungkinan risiko serangan teror dalam penyelenggaraan Asian Games.

Untuk di Jakarta sendiri setidaknya sudah ada 6.000 CCTV yang disiapkan. Selain pemasangan CCTV, Pemprov juga telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk pengamanan Asian Games, mulai dari TNI, Polri, Kementerian Kominfo, hingga Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Sandiaga menambahkan Pemprov DKI juga turut telah membentuk Forum Komite Intelijen Daerah yang bakal memetakan apa saja potensi ancaman saat perhelatan berlangsung.

Selain itu, Pemprov juga telah berkoordinasi dengan beberapa stakeholder untuk memastikan kondisi lalu-lintas berjalan lancar selama penyelenggaraan Asian Games.

"Tentunya traffic dari lalu lintas dimana kita tadi laporkan hasil simulasi sudah mencapai angka 27 menit, berdasarkan rekayasa lalu lintas, buka-tutup, ganjil-genap yang diperluas, dan jalur khusus di dalam jalan tol untuk karpet merah peserta, atlet, maupun official Asian Games," imbuh Sandiaga.


Baca juga artikel terkait TERORISME atau tulisan menarik lainnya Maya Saputri
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri