Menuju konten utama

Djarot Usulkan Masuk Ancol Gratis Tapi Tarif Parkir Naik

Gubernur Jakarta mengusulkan masuk ke Ancol gratis supaya pasar seni di sana ramai pengunjung.

Djarot Usulkan Masuk Ancol Gratis Tapi Tarif Parkir Naik
Anak-anak bermain pasir di Pantai Ancol, Jakarta, Senin (24/4). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww/17.

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengusulkan agar tarif masuk ke kawasan wisata Ancol digratiskan untuk masyarakat umum, namun tarif parkir mobil dinaikkan.

"Itu sudah digagas lama juga. Yang masuk di situ itu, yang kena itu harusnya parkir mobilnya saja," kata Djarot di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (15/9/2017).

Menurut Djarot, pengembang kawasan, PT Pembangunan Jaya Ancol, dapat meniru apa yang dilakukan Pemprov dengan menggratiskan biaya masuk ke Monumen Nasional (Monas).

Ia mengatakan, dengan menaikkan biaya parkir, maka pendapatan yang diterima Ancol tidak akan berkurang. Apalagi, sistem yang diterapkan di di Monas bukan lagi transaksi tunai melainkan cashless.

"Ancol itu, semua dihitung bayar nih dan belum cashless, bagaimana ngitungnya? Bagaimana pertanggungjawabannya? Kan belum cashless tuh, dihitung kasih karcis, masih kuno. Ya enggak? Jadi kalau ada yang nuntut itu wajar" ujarnya.

Ia berpendapat, bila tiket masuk ke Ancol digratiskan maka dapat menghidupkan pasar-pasar seni di sana. "Apalagi nanti di Ancol itu juga dipakai venue untuk Asian Games. Jetski, gitu ya, kan menarik, ramai. Tetapi sekali lagi kontrolnya yang ketat," imbuh Djarot.

Usulan Djarot tersebut sekaligus merespons demonstrasi puluhan warga dari Massa Gerakan Rakyat Jakarta Utara (GRJU) di pintu barat Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Jumat lalu. Mereka menuntut pengelola Ancol mengembalikan akses warga Jakarta Utara untuk bisa memasuki kawasan Pantai Ancol secara gratis. Mereka menganggap Ancol merupakan ruang publik yang tidak boleh diprivatisasi.

Pengelolaan pantai Ancol sendiri bermula ketika Pemprov DKI menunjuk PT Pembangunan Jaya sebagai Badan Pelaksana Pembangunan (BPP) Proyek Ancol pada 1992.

Saat ini, komposisi kepemilikan saham perseroan tersebut adalah Pemprov DKI Jakarta sebesar 72 persen, PT Pembangunan Jaya 18 persen, dan masyarakat 10 persen.

Baca juga artikel terkait PARIWISATA atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Agung DH