Periksa Fakta

Disinformasi: CIA Ungkap Presiden Jokowi Miliki Paspor China

Oleh: Irma Garnesia - 30 Juni 2020
Dibaca Normal 1 menit
Klaim terkait CIA yang menginvestigasi paspor Jokowi merupakan klaim salah dan menyesatkan.
tirto.id - Sempat ramai diperbincangkan sekitar 2018 hingga 2019 menjelang pemilihan umum, isu miring seputar kewarganegaraan Presiden Joko Widodo kini muncul lagi. Kali ini, isu tersebut ikut melibatkan nama badan intelijen Amerika Serikat, CIA, dan salah satu media nasional CNN Indonesia.

Informasi terkait isu ini tersebar luas di Facebook sejak pertengahan Juni. Akun Roni Situmeang (arsip) adalah salah satu yang membagikan informasi tersebut. Unggahan Roni merupakan sebuah foto dengan tulisan, "Di nilai Indonesia condong ke Blok China Komunis, CIA bongkar jati diri Presiden Jokowi melalui Passport."

Pada gambar tersebut, juga terdapat logo CNN Indonesia dengan tulisan tanggal 15 Juni 2020 di bawahnya serta tulisan panjang. Tulisan panjang itu berbunyi: “Dalam perang dingin yang semakin memanas. Para Agen intelijen CIA yang profesional dengan alat Canggih berhasil membuka identitas Negara-negara yang di anggap antek China Komunis, termasuk identitas rahasia presiden Jokowi sebagai kepala Negara Indonesia. CIA telah berhasil membobol Pertahanan Cyber Badan Intelijen China Komunis dengan mengCopi Passport Kewarganegaraan China Komunis milik Jokowi. Ini tentu saja ada maksud yang sangat tajam dan mendalam.”

Sisanya, foto itu menampilkan logo CIA, gambar paspor China atas nama Herbertus Hermanus Joko Wie, dan foto presiden dan nama Herbertus dalam Bahasa Mandarin.

Periksa Fakta Jokowi Punya Paspor China
Periksa Fakta Jokowi Punya Paspor China. (Screnshoot/Facebook/Roni Situmeang)



Penelusuran Fakta

Berdasarkan pengecekan di situs pencarian Google, informasi soal “CIA bongkar passport Jokowi” tidak muncul di situs berita terpercaya manapun. Hasil pencarian lagi-lagi menunjukkan tautan yang mengarah ke klaim-klaim di Facebook.

Demikian pula, pencarian sejenis tidak ditemukan di situs berita CNN Indonesia. Hingga tulisan ini dimuat, kami belum pernah menemukan tulisan apapun terkait CIA, paspor Jokowi, dan hal yang terkait dengan kelompok yang dianggap komunis seperti yang disebutkan dalam klaim di atas pada laman CNN Indonesia.

Pencarian kami juga tidak menemukan hasil apa pun dengan kata kunci berbahasa Inggris seperti “CIA investigated Indonesian President’s Passport”.

Selain itu, seperti yang ditulis oleh Alberthiene Endah dalam biografi Jokowi, “Jokowi Menuju Cahaya”, pada 2018, Jokowi terlahir dengan nama Mulyono. Jokowi lahir pada Juni 1961 di Rumah Sakit Brayat Minulyo, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Seperti yang pernah ditulis Tirto, kakek dan buyut Jokowi adalah lurah, sementara ayahnya merupakan pedagang. Kakek Jokowi, Lamidi Wirjo Mihardjo bin Mangun Dinomo menjadi lurah di Kragan, sebuah desa di Kabupaten Karanganyar. Sementara ayah Jokowi, Widjiatno Notomihardjo, hijrah ke Solo dengan istrinya, Sudjiatmi, dan menjadi pedagang.

Seperti disebut Wawan Mas'udi dan Akhmad Ramdhoni dalam Jokowi dari Bantaran Kalianyar ke Istana (2018: 51), di Solo, satu persatu anak Widjiatno dan Sudjiatmi lahir. Mulai dari Joko Widodo, Iit Sriyantini, Ida Yati, dan Titik Relawati. Satu anak laki-laki, Joko Lukito, meninggal dalam persalinan.


Kesimpulan

Berdasarkan pemaparan fakta yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa klaim terkait CIA yang menginvestigasi paspor Jokowi, dan diberitakan CNN Indonesia, merupakan klaim salah dan menyesatkan (false & misleading).

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan menarik lainnya Irma Garnesia
(tirto.id - Politik)

Penulis: Irma Garnesia
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara
DarkLight