Menuju konten utama

Dirut Ungkap Utang PLN Rp430 Triliun, Jumlahnya Berkurang dari 2021

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkap perseroan memiliki utang Rp430 triliun.

Dirut Ungkap Utang PLN Rp430 Triliun, Jumlahnya Berkurang dari 2021
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) bersama Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury (kiri) dan Dirut PLN Darmawan Prasodjo (kanan) menyampaikan keterangan pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (19/1/2022). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp.

tirto.id - Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkap perseroan memiliki utang Rp430 triliun. Beban utang tersebut sudah berkurang dibandingkan nominal utang di awal tahun 2021 yaitu mencapai Rp450 triliun.

"Selama setahun kami berhasil mengurangi utang kami sebesar Rp32 triliun. Sehingga interest bearing debt di awal tahun ini turun dari Rp450 triliun menjadi Rp 430 triliun," kata dia dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (26/1/2022).

Ia menjelaskan, penurunan utang merupakan hasil dari strategi efisiensi operasi dan investasi yang sudah dilakukan oleh perseroan. Darmawan mengatakan, langkah efisiensi yang sudah dilakukan adalah mengurangi belanja modal atau capital expenditure (capex).

"Berdasarkan arahan juga dari Kementerian BUMN bahwa selanjutnya capex kami juga bisa diturunkan tetapi di tengah bagaimana RUPTL yang baru menekankan pengembangan dari EBT," jelas dia.

Meskipun masih berjibaku dengan strategi untuk menekan utang, Darmawan menjelaskan PLN akan tetap memulai pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Kendala ini diharapkan bisa dipecahkan melalui kolaborasi dan dukungan kebijakan dari pemerintah.

"Kami akan menekankan bagaimana PLN bisa kolaborasi, baik secara kebijakan, bisnis, teknis, operasional dan lainnya," jelas dia.

Komitmen pemerintah untuk mencapai target bauran EBT sebesar 23% pada 2025 menjadi perhatian utama PT PLN (Persero) untuk beberapa tahun ke depan. PLN pun menargetkan untuk membangun pembangkit energi baru terbarukan (EBT) sebesar 10,6 Gigawatt (GW), disamping program efisiensi PLTU yang sudah berjalan untuk mencapai target bauran yang ditetapkan.

Dari 10,6 GW pembangkit EBT baru di 2025, 1,4 GW diantaranya merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), dan 3,1 GW berupa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Sementara itu porsi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) 1,1 GW, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 3,9 GW, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) 0,5 GW dan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBio) 0,6 GW.

Baca juga artikel terkait PLN atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - Bisnis
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Maya Saputri