Menuju konten utama

Demo Buruh Tolak Omnibus Law: 5.800 Aparat Gabungan Jaga Gedung DPR

Jajaran Polda Metro Jaya mengamankan demonstrasi buruh dengan tuntutan menolak Omnibus Law, di sekitar gedung DPR/MPR hari ini.

Demo Buruh Tolak Omnibus Law: 5.800 Aparat Gabungan Jaga Gedung DPR
Sejumlah buruh melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (29/7/2020). . ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan.

tirto.id - Jajaran Polda Metro Jaya mengamankan demonstrasi buruh di sekitar gedung DPR/MPR hari ini. Para buruh berencana aksi menolak Omnibus Law dan menolak pemutusan hubungan kerja di masa pandemi COVID-19.

"Kami menerjunkan 5.800 personel gabungan untuk menjaga demonstrasi di Gedung DPR," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Selasa (25/8/2020).

Selain itu, pihak Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga mengatur rekayasa lalu lintas di sekitar parlemen. Yusri mengatakan 232 personel Polantas turut andil. Penutupan arus lalu lintas disesuaikan dengan situasi lapangan.

Berikut rencana rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan yaitu:

1.Jalan Gatot Subroto mengarah ke Slipi ditutup di bawah fly over Ladokgi diarahkan belok kiri ke Gerbang Pemuda;

2. Jalan Gerbang Pemuda mengarah ke kiri ke Jalan Gatot Subroto ditutup, diputar balik ke Gerbang Pemuda di kolong fly over Ladokgi atau lurus (naik fly over) ke Jalan Gatot Subroto arah Timur atau ke Jalan Bendungan Hilir;

3. Jalan Gerbang Pemuda arah Asia Afrika dibelokkan ke kiri ke Jalan Asia Afrika, Jalan Senayan dan Jalan Pakubuwono;

4.Jalan Asia Afrika ke Barat bisa lurus ke Jalan Tentara Pelajar atau ke arah Jalan Gerbang Pemuda putar balik di bawah Ladokgi;

5. Jalan Tentara Pelajar dari arah Manggala Wanabakti, di Traffic Light Palmerah diluruskan ke Permata Hijau dan Kebayoran Lama, belok kiri arah belakang DPR ditutup;

6. Jalan Tentara pelajar pojok Manggala Wanabakti ditutup, Jalan Gatot Subroto ditutup untuk mencegah lawan arus dan putar balik kendaraan.

Baca juga artikel terkait DEMO TOLAK OMNIBUS LAW atau tulisan lainnya dari Adi Briantika

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Maya Saputri