Daftar Menteri Kesehatan yang Mundur dan Dipecat Terkait Covid-19

Oleh: Yantina Debora - 29 September 2020
Dibaca Normal 1 menit
Deretan Menteri Kesehatan yang mundur hingga dipecat karena tak mampu menekan penyebaran virus corona atau Covid-19.
tirto.id - Menteri kesehatan di beberapa negara di dunia memilih untuk mundur dari jabatannya karena kewalahan mengatasi pandemi virus corona atau Covid-19. Bahkan ada yang dicopot dari jabatannya.

Beberapa Menkes tersebut mulai dari Menteri Kesehatan Ekuador Catalina Andramuno, Bruno Bruins dari Belanda, Menteri Kesehatan Brasil Luiz Henrique Mandetta, hingga Menteri Kesehatan Brasil Luiz Henrique Mandetta.

Menkes Ekuador Mundur

Menteri Kesehatan dan Menteri Ketenagakerjaan Ekuador mengundurkan diri pada 21 Maret 2020 beberapa jam setelah otoritas mengumumkan jumlah kasus infeksi virus corona di negara tersebut melonjak menjadi 500.

Pemerintah setempat langsung mengumumkan status darurat dan melarang pengunjung dari luar negeri untuk masuk.

Pemerintah Ekuador juga langsung berlakukan pembatasan jam malam bersama dengan sejumlah langkah lainnya, untuk membatasi pergerakan dalam negeri, guna menghentikan penyebaran virus corona.

Menkes Belanda Mundur

Menteri Perawatan Medis Belanda Bruno Bruins mengundurkan diri pada 19 Maret 2020, sehari setelah pingsan karena kelelahan selama debat parlemen mengenai pandemi corona COVID-19.

Menteri yang memimpin perjuangan pemerintah Belanda melawan virus corona ini jatuh pingsan ke lantai karena kelelahan.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan Bruins telah berhenti karena tidak mengetahui waktu yang dibutuhkannya untuk kembali sehat.

"Sifat krisis adalah sedemikian rupa sehingga menuntut seorang menteri yang dapat siap segera melakukan berbagai upaya penuh," kata Rutte saat konferensi pers yang disiarkan televisi.

Menkes Ceko Mundur

Menteri Kesehatan Ceko Adam Vojtech pada Senin menyatakan mundur menyusul kritikan terhadap dirinya dalam menangani pandemi virus corona, saat negara Eropa tengah tersebut mengalami lonjakan kasus.

Perdana Menteri Andrej Babis menyampaikan terima kasih kepada Vojtech melalui sebuah pesan di Twitter, dengan menuliskan Vojtech barangkali dikenang sebagai menteri kesehatan terbaik Ceko jika tidak harus menggunakan energinya untuk melawan pandemi virus corona.

Republik Ceko melaporkan perkembangan kasus terkonfirmasi COVID-19 dengan laju tercepat kedua di Eropa dalam beberapa pekan belakangan, setelah Spanyol, usai negara tersebut mencabut hampir seluruh langkah pembatasan yang diambil sebelum musim panas selama gelombang pertama pandemi.

Menkes Chile Diganti

Jika beberapa Menkes mundur karena tak mampu mengatasi corona dan karena sakit, maka Menkes Chile diganti karena dianggap tidak berusaha dalam menjalankan "tugas yang sulit dan mulia" untuk melindungi kesehatan warga Chile.

Sehingga Presiden Chile Sebastian Pinera menggantikan Menteri Kesehatan Jaime Manalich di tengah kontroversi mengenai angka kematian negara akibat wabah virus korona.

Pinera mengganti Manalich dengan Oscar Enrique Paris, seorang akademisi dan dokter medis pada 13 Juni 2020. Perombakan tiba-tiba terjadi ketika Chile menghadapi peningkatan jumlah kasus aktif virus corona dan tingkat kematian yang tinggi, dikutip dari Aljazeera.

Menteri Kesehatan Brasil Dicopot

Menteri Kesehatan Brasil Luiz Henrique Mandetta pada 16 April 2020 mengatakan, dia dipecat oleh Presiden Brasil Jair Bolsonaro karena berselisih paham terkait penanganan Covid-19.

Pengumuman itu diungkapkan Mandetta melalui Twitternya usai pertemuan dengan Bolsonaro di istana kepresidenan ibu kota Brasilia. Hubungan keduanya memang dikabarkan memburuk sejak awal wabah Covid-19 memasuki Brasil.

Mandetta menyarankan isolasi sebagai cara untuk menahan penyebaran virus corona, tetapi Bolsonaro menganggapnya berlebihan.

Pemecatan ini telah diperkirakan sebelumnya, seiring perselisihan yang semakin intens antara Mandetta dan Bolsonaro yang berbeda pandangan.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH
DarkLight