Daftar Aplikasi Media Sosial Berbasis Audio Selain Clubhouse

Oleh: Ibnu Azis - 18 Februari 2021
Dibaca Normal 3 menit
Clubhouse hanya untuk iPhone karena saat ini baru tersedia bagi iOS. Namun, aplikasi sejenis berbasis audio lainnya juga tak kalah seru.
tirto.id - Clubhouse mendadak naik daun, tapi ketersediaannya sangat eksklusif. Sebenarnya ada beberapa aplikasi media sosial sejenis yang menawarkan fitur kurang lebih sama.

Dikembangkan oleh Paul Davison dan Rohan Seth, Clubhouse diluncurkan sejak 2020. Berkat Elon Musk, ketenaran Clubhouse melonjak dalam semalam.

CEO Tesla itu cukup rutin mengunggah twit terkait Clubhouse. Bahkan, dia mengundang Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk bergabung dengannya di Clubhouse.

"@KremlinRussia_E Maukah Anda bergabung dengan saya untuk percakapan di Clubhouse?" twit @elonmusk. "Merupakan kehormatan besar bisa berbicara dengan Anda," sambung twit itu pada unggahan lainnya.

Clubhouse sendiri adalah aplikasi media sosial berbasis audio. Di Clubhouse, pengguna seperti mendengarkan podcast live atau secara langsung dengan lapisan eksklusivitas.

Pengguna Clubhouse dapat mendengarkan percakapan, wawancara, dan diskusi antara orang-orang yang menarik tentang berbagai topik. Clubhouse hanya untuk undangan.

Dilansir The Guardian, pengguna dapat memilih topik yang menarik, seperti teknologi, buku, bisnis, atau kesehatan. Clubhouse akan merekomendasikan ruang percakapan.

Ruang percakapan itu seperti panggilan konferensi, tapi dengan beberapa orang yang berbicara, sebagian besar mendengarkan. Ruangan ditutup setelah percakapan selesai.


Mengapa Ketersediaan Clubhouse Terbatas?

Setidaknya ada dua hal yang menyebabkan ketersediaan Clubhouse terbatas atau terkesan eksklusif. Pertama soal undangan, kedua terkait dukungan perangkat.


Dilansir CNET, Clubhouse saat ini masih berstatus beta. Hal ini yang mengakibatkan Clubhouse membatasi jumlah penggunanya. Hanya yang diundang yang bisa bergabung.

Yang bisa mengundang pun adalah mereka yang sudah menjadi pengguna Clubhouse. Pengguna bisa unduh Clubhouse, tapi tidak bisa bergabung tanpa undangan.

Berikutnya, Clubhouse hingga hari ini baru tersedia untuk perangkat iOS. Namun tidak semua perangkat Apple bisa diinstal aplikasi penerima bintang 4,9 di App Store itu.

Dilansir App Store, Clubhouse kompatibel dengan iOS 13 atau yang lebih baru. Artinya, Clubhouse hanya bisa diinstal pada iPhone, iPad, dan iPod Touch seri tertentu.

Fakta itu bikin pemilik perangkat Android gigit jari, yang notabene jumlah penggunanya lebih banyak. Celakanya, Clubhouse belum ada rencana menyasar pengguna 'robot ijo'.

Hal itu terungkap dalam unggahan blog baru-baru ini. Clubhouse menargetkan tahap beta rampung pada 2021. Berikutnya baru membuka Clubhouse ke seluruh dunia.


Siapa yang Sudah Bergabung di Clubhouse?

Selain berkat Elon Musk, melonjaknya popularitas Clubhouse juga disebabkan oleh faktor lain. Salah satunya karena Clubhouse diluncurkan pada awal pandemi COVID-19.

Dilansir CNET, ketika berkumpul secara fisik di sebuah ruangan tidak disarankan, Clubhouse menawarkan solusinya. Lain itu, aplikasi ini juga 'menarik' nama-nama beken.

Ada pelaku industri hiburan macam Tiffany Haddish dan Jared Leto, termasuk sutradara Ava DuVernay. Di Clubhouse juga tergabung nama-nama top Silicon Valley.

Di antaranya CEO Twitter, Jack Dorsey, pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, pemodal ventura, Mark Cuban dan Marc Andreesen, serta pendiri Reddit, Alexis Ohanian.

Nama-nama tersebut tentunya menjadi magnet luar biasa, bagi mereka, misalnya, yang ingin mendengarkan saran, ide, atau mempromosikan start-up-nya.

Karena Clubhouse memiliki banyak ruang percakapan berdasarkan topik yang dipilih pengguna, aplikasi ini memiliki potensi luar biasa untuk berkembang ke depannya nanti.

Mungkin karena hal itu bikin Facebook membuat layanan sejenis. Seperti dilaporkan The New York Times, Facebook disebut sedang mengerjakan produk obrolan audio mirip Clubhouse.

Eksekutif Facebook disebut telah memerintahkan karyawan untuk membuat produk serupa. Produk ini dalam tahap pengembangan paling awal dan nama kode proyek dapat berubah.

"Kami telah menghubungkan orang-orang melalui teknologi audio dan video selama bertahun-tahun dan selalu mencari cara baru untuk meningkatkan pengalaman itu bagi orang-orang," kata Juru Bicara Facebook Emilie Haskell.


Media Sosial Berbasis Audio Selain Clubhouse

Apa yang ditawarkan Clubhouse sebenarnya bukanlah hal baru. Sebelum Clubhouse meroket, jauh-jauh hari telah tersedia aplikasi media sosial yang memiliki mekanisme tidak jauh berbeda.

Yang lebih menariknya lagi, aplikasi yang ada tidak terkesan eksklusif. Aplikasi itu juga tersedia baik untuk perangkat Android maunpun iOS, dan siapa saja bisa mendaftar, alias tidak butuh undangan!

Berikut daftar aplikasi media sosial berbasis audio selain Clubhouse sebagaimana dikutip dari laman Bustle:

1. Spaces

Sama seperti Clubhouse, Spaces memungkinkan pengguna memasuki ruang virtual yang dapat terhubung secara audio dengan para pengikutnya, atau mengizinkan siapa saja untuk mendengarkan.

Spaces untuk saat ini masih dalam tahap pengembangan atau beta. Kunjungi tautan ini untuk menerima pembaruan tentang debutnya, sekaligus mendaftar untuk bergabung dengan beberapa grup pengujian beta.


Space merupakan bagian dari Twitter, yang pada Desember 2020 lalu diumumkan versi beta-nya. Dilansir Techcrunch, Saat ini uji coba Space baru berjalan untuk perangkat iOS.

2. Discord

Meski dikenal sebagai aplikasi yang menghubungkan para gamer, Discord dalam unggahan blognya belum lama ini menyatakan, ingin lebih inklusif dengan rebranding sebagai "tempat Anda untuk berbicara."

"Selama setahun terakhir, kami telah menanyakan kepada Anda .... banyak dari Anda, ternyata ini bukan hanya tentang video game lagi," pernyataan Discord.

Tidak jauh berbeda dengan Clubhouse, Discord memungkinkan pengguna membuat channel atau saluran terpisah dengan topik apa pun yang mereka sukai. Lalu, pengguna bisa mengundang siapa saja ke saluran ini untuk berkomunikasi baik itu menggunakan teks maupun audio.

Saluran itu bisa jadi membutuhkan aksi pertemanan dengan kreatornya, atau siapa pun dapat mampir, lalu pergi begitu saja tanpa permisi.

3. Riffr

Riffr menjuluki dirinya sebagai media sosial untuk podcast mikro. Riffr memungkinkan penggunanya untuk membuat podcast pendek, yang lalu dapat diunggah ke feed untuk dibagikan ke siapa saja.

Durasi podcast Riffr bisa berlangsung mulai dari lima detik hingga tiga menit. Pengguna juga bisa mencari topik untuk mendengarkan podcast lain serta membuat dan membina komunitas dengan para pengikutnya.

4. Spoon

Spoon juga tak jauh berbeda dengan media sosial yang telah disebutkan sebelumnya. Spoon menggunakan audio untuk pertunjukan langsung dan penonton dapat berpartisipasi.

Namun, Spoon memungkinkan penggunanya menerima donasi dari pengguna lainnya. Di Spoon, pengguna dapat berkomunikasi menggunakan tiga tipe audio, yakni talk, cast, dan live.

Pengguna Spoon pun tidak harus berbicara saat pertunjukan berlangsung. Mereka dapat mengunggah sesuatu, misalnya, twit opini menarik, lalu penonton lainnya bisa meresponsnya menggunakan audio (suara) mereka.


Baca juga artikel terkait CLUBHOUSE atau tulisan menarik lainnya Ibnu Azis
(tirto.id - Teknologi)

Penulis: Ibnu Azis
Editor: Agung DH
DarkLight