Menuju konten utama

Contoh Teks Pidato Isra Miraj Singkat untuk Ceramah dan Lomba

Berikut beberapa contoh teks pidato Isra Miraj beserta dalilnya dalam Al-Quran dan hadist, yang dapat jadi referensi untuk ceramah, kultum, dan lomba.

Contoh Teks Pidato Isra Miraj Singkat untuk Ceramah dan Lomba
Ilustrasi Isra Miraj. foto/Istockphoto

tirto.id - Contoh teks pidato tentang Isra Mi'raj berikut ini tersedia dalam beberapa versi naskah dan bisa menjadi referensi untuk ceramah agama Islam maupun lomba. Beberapa contoh pidato tentang Isra Miraj dalam artikel ini dapat dimanfaatkan oleh warga umum yang akan mengisi acara peringatan peristiwa ini, atau anak sekolah yang hendak mengikuti lomba.

Dalam peringatan Isra Miraj, berbagai kegiatan biasa dilakukan, mulai dari seperti pengajian di tingkat RT/RW, dusun, atau masjid. Selain itu, ada pula lomba pidato tema Isra Mi'raj di sekolah-sekolah, dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Untuk melakukan persiapan, beberapa contoh pidato singkat tentang Isra Miraj yang tersaji di bawah ini dapat dipelajari dan dikembangkan.

Peristiwa Isra Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam satu malam, yaitu isra dari Ka'bah di Makkah menuju Baitul Maqdis di Yerusalem, dan dilanjutkan dengan Mikraj, ketika Rasulullah berangkat dari Baitul Maqdis ke Sidratul Muntaha.

Para ulama berbeda pendapat tentang tanggal tepatnya peristiwa ini. Meskipun demikian, ada benang merah bahwa Isra Miraj terjadi dalam rentang setelah Nabi Muhammad SAW diutus sebagai nabi dan sebelum beliau hijrah ke Madinah. Mayoritas ulama berpendapat peristiwa Isra Miraj terjadi pada 27 Rajab tahun 10 kenabian Muhammad SAW.

Contoh Pidato Isra Miraj Beserta Dalilnya

Naskah pidato Isra Miraj beserta dalilnya dapat disusun dengan berbagai tema. Ada banyak pesan serta hikmah dari peristiwa Isra Mi'raj yang bisa menjadi tema besar dalam pidato atau ceramah agama dan kultum.

Teks pidato tentang Isra Mi'raj yang ada berikut ini sudah dilengkapi dalil-dalil dari ayat Al-Quran. Ada 3 versi contoh pidato tentang Isra Miraj yang dapat dipelajari.

Berikut ini beberapa contoh pidato tema Isra Mi'raj yang bisa menjadi referensi untuk ceramah maupun mengikuti lomba.

1. Contoh Pidato Isra Miraj Singkat (Versi Pertama)

Assalamualaikum Wr. Wb.

Yang terhormat Bapak/Ibu ... (menyesuaikan)

Yang terhormat Bapak/Ibu ... (menyesuaikan)

Dan hadirin sekalian yang dimuliakan Allah SWT.

Alhamdulillahi-lladzii hadaana lihadzaa, wama kunna linahtadiya laula an hadanallah, Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah, wa Asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa Rasuluh, La nabiya ba'dah.

Pertama-tama, marilah kita haturkan puja dan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayahnya sehingga kita diberi kesehatan dan kesempatan untuk hadir dalam majelis ini dalam rangka peringatan Isra Miraj.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw., Nabi akhir zaman yang syafaatnya kita nanti-nanti pada Yaumul Akhir nanti.

Hadirin yang berbahagia, setiap 27 Rajab kita memperingati peristiwa besar yang menjadi ujian bagi keimanan umat Islam, yaitu Isra dan Mikraj. Pada malam tersebut, Rasulullah mengalami Isra, yaitu diperjalankan dari Ka'bah ke Baitul Maqdis di Palestina. Setelah itu, Nabi mengalami Mikraj, yaitu ketika beliau naik ke Sidratul Muntaha dari Baitul Maqdis.

Sebelum mengalami Miraj, Rasulullah saw. ditawari Jibril untuk memilih salah satu antara anggur atau susu. Nabi memilih susu. Begitu Rasulullah mengambil cawan berisi susu, Jibril berkata, 'Engkau telah memilih fitrah (yakni agama Islam)." Susu bermakna kebaikan, yang menandakan Islam sebagai jalan tengah untuk keselamatan dunia dan akhirat.

Dalam peristiwa Mikraj ini, Nabi saw. mendapatkan perintah salat. Dalam beberapa riwayat, disebutkan awalnya perintah salat itu untuk 50 kali dalam sehari semalam. Ketika Rasulullah turun, lantas bertemu Nabi Musa, beliau diberi saran untuk memohon keringanan.

Setiap kali Nabi turun dengan jumlah yang lebih sedikit, Nabi Musa menyarankan beliau untuk terus memohon keringanan. Hingga akhirnya, kewajiban salat hanya 5 kali sehari. Nabi Musa masih memberi saran untuk ada keringanan, tetapi Rasulullah saw. berkata, "Aku sudah berkali-kali menghadap Tuhanku, memohon hingga merasa malu".

Hadirin yang berbahagia, salat adalah ibadah yang istimewa. Salat adalah amal pertama yang dihisab, seperti sabda Nabi, "Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah salatnya. Jika salatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit salat wajibnya (tidak sempurna), Allah Ta'ala berfirman, 'Lihatlah apakah hamba-Ku mempunyai (amal) salat sunnah.' Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari salat wajibnya."

Salat adalah ibadah yang menjadi bukti kesetiaan dan kepatuhan kita kepada Allah. Betapa mulianya ketika menyadari ibadah istima tersebut lahir melalui peristiwa yang istimewa pula. Perintah salat datang ketika Nabi bermikraj, melintasi ruang dan waktu, hingga mencapai sidratul muntaha ketika beliau, sebagai manusia paling sempurna, menghadap Allah.

Hadirin yang saya hormati, salat 5 waktu adalah ibadah yang merupakan oleh-oleh dari perjalanan Nabi pada malam Isra dan Mikraj. Salat juga menjadi kunci seorang muslim dalam berperilaku. Sebagai penutup, izinkan saya mengutip Surah Al-Ankabut ayat 45 berikut ini:

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

Utlu mā ūḥiya ilaika minal-kitābi wa aqimiṣ-ṣalāh(ta), innaṣ-ṣalāta tanhā ‘anil-faḥsyā'i wal-munkar(i), wa lażikrullāhi akbar(u), wallāhu ya‘lamu mā taṣna‘ūn(a).

Artinya, "Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Demikian pidato singkat tentang Isra Miraj yang dapat saya sampaikan. Semoga momen Isra Miraj ini dapat membuat kita lebih berteguh diri dalam mengerjakan salat 5 waktu, yang merupakan cerminan kasih sayang Allah dan Rasul-Nya kepada umat Islam.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

2. Contoh Pidato Isra Miraj Singkat (Versi Kedua)

Assalamualaikum Wr. Wb.

Yang kami hormati Bapak/Ibu ... (menyesuaikan)

Yang kami hormati Bapak/Ibu/Saudara ... (menyesuaikan)

Dan, yang juga kami hormati segenap hadirin yang dimuliakan oleh Allah SWT dengan iman dan Islam.

Bismillahirrahmanirrahim....

Alhamdulillahi rabbil ’alamin. Wassholatu wassalamu ’ala asyrafil ambiyaai wal mursalin. wa’ala alihi wa ashhabihi waman tabi’ahum bi ihsanin ilaa yaumiddin. Amma ba’du.

Para hadirin, kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Pertama-tama, marilah kita haturkan puji dan syukur pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah memberikan kita kesempatan untuk berkumpul di majlis ini dalam rangka memperingati Isra Miraj. Tak lupa pula shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam.

Makna Isra ialah perjalanan Rasulullah pada suatu malam dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjid Al-Aqsa atau Baitul Maqdis di Palestina (Yerusalem). Lalu, Miraj bermakna perjalanan Nabi Muhammad dari Baitul Maqdis naik ke atas hingga melwati langit ke-7 dan mencapai Sidratulmuntaha.

Isra Miraj terjadi pada suatu malam yang diberkahi, di mana Allah SWT memberikan penghormatan dan keutamaan kepada Rasulullah SAW. Peristiwa ini bukan sekadar perjalanan fisik semata, melainkan juga perjalanan spiritual dan rohaniah yang membawa Nabi Muhammad mendekat kepada Allah SWT.

Dalam peristiwa Isra, Nabi Muhammad diberangkatkan oleh Jibril dari Masjidil Haram menuju Masjid Al-Aqsa. Di sana, Nabi Muhammad menjadi imam Sholat bagi para Nabi dan Rasul sebelum beliau, dan kemudian melakukan perjalanan lebih lanjut ke Sidratul Muntaha.

Di Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad menerima perintah dari Allah untuk melaksanakan shalat lima waktu sebagai ibadah wajib umat Islam.

Maka dari itu, peristiwa Isra Miraj tidak hanya menunjukkan bahwa Allah Subhanahu Wa Taala telah meninggikan derajat Nabi Muhammad. Peristiwa Isra Miraj juga menunjukkan betapa pentingnya shalat lima waktu dalam kehidupan umat Islam.

Allah berfirman dalam Surah Al-Ankabut ayat 45:

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

Utlu mā ūḥiya ilaika minal-kitābi wa aqimiṣ-ṣalāh(ta), innaṣ-ṣalāta tanhā ‘anil-faḥsyā'i wal-munkar(i), wa lażikrullāhi akbar(u), wallāhu ya‘lamu mā taṣna‘ūn(a).

Artinya: "Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Peristiwa Isra Mi'raj seyogyanya juga memperkuat keimanan semua ummat Islam, terutama akan ke-Maha Kuasaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Apa pun yang dikehendaki-Nya, bukanlah sesuatu yang mustahil untuk terjadi; karena memang ilmu Allah sangat luas dan jauh, jauh sekali lebih luas dibandingkan nalar maupun pengetahuan manusia.

Isra Miraj mengandung banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kita ambil. Pertama, kita diajak untuk memperbanyak ibadah dan taqwa kepada Allah SWT. Kedua, kita harus selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan amal saleh dan tunduk pada perintah-Nya.

Mari jadikan momen peringatan Isra Miraj kali ini sebagai sarana meningkatkan iman dan taqwa kita. Semoga kita selalu mendapatkan hidayah dan rahmat dari Allah SWT. Demikian akhir pidato singkat tentang Isra Miraj yang bisa saya sampaikan. Mohon maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

3. Contoh Pidato Isra Miraj Singkat (Versi Ketiga)

Assalamualaikum Wr. Wb.

Yang kami hormati Bapak/Ibu ... (menyesuaikan)

Yang kami hormati Bapak/Ibu/Saudara ... (menyesuaikan)

Dan segenap hadirin yang dimuliakan oleh Allah SWT dengan iman dan Islam.

Bismillahirrahmanirrahim....

Alhamdulillah, mari kita menyampikan puja dan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayahnya sehingga kita semua kini dapat hadir dalam sebuah majelis yang penuh berkah untuk memperingati peristiwa Isra Mi'raj. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam, Nabi akhir zaman yang syafaatnya kita nanti-nanti pada hari akhir kelak.

Para jemaah, hadirin sekalian. Isra dan Mi'raj merupakan peristiwa yang sangat inspiratif sepanjang masa, sejak jaman Rasulullah Muhammad SAW sampai saat ini. Di dalam peristiwa ini, ada banyak hikmah yang bisa kita pelajari dan renungkan.

Peristiwa Isra dan Mi'raj terekam di Al-Qur'an, yaitu surah Al-Isra ayat 1 yang menerangkan peristiwa Isra; dan surah an-Najm ayat 12-18 yang menjelaskan kejadian Mi'raj. Selain itu, masih ada sejumlah hadist shahih yang menerangkan detail peristiwa Isra Mi'raj.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Surah Al Isra' Ayat 1:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Subḥānal-lażī asrā bi‘abdihī lailam minal-masjidil ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣal-lażī bāraknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā, innahū huwas-samī‘ul-baṣīr(u).

Artinya: "Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Dalam Surah Al Isra ayat 1 tersebut, dijelaskan peristiwa Isra Nabi Muhammad yang diperjalankan dari Ka'bah (Masjidilharam) ke Masjidil Aqsa (Baitul Maqdis) di Yerusalem.

Setelah itu, dari Masjidilaqsa, Rasulullah bersama Jibril berangkat dari dunia ke langit hingga mencapai Sidratul Muntaha. Di sanalah, Rasulullah menerima perintah salat wajib 5 waktu untuk umat Islam.

Merujuk pada berbagai dalil dalam ayat Al-Quran maupun hadist, rangkaian peristiwa Isra Mi'raj terjadi sebagaimana kronologis berikut ini:

Pada suatu malam, tanggal 27 Rajab, Nabi Muhammad didatangi oleh malaikat Jibril. Setelah melakukan sholat malam, Nabi Muhammad yang sedang berada di Masjidil Haram Makkah, mengalami semacam "pembedahan" dari atas dada sampai bawah perut yang dilakukan oleh Malaikat Jibril. Perut beliau dicuci dengan air zamzam dan diisi dengan hikmah dan iman.

Kemudian, Nabi Muhammad "diperjalankan pada malam hari" dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis (Yerusalem), dengan mengendarai Buraq, serta dikawal oleh Malaikat Jibril.

Mengenai Buraq ini, Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: "Didatangkan kepadaku Buraq, yaitu binatang putih yang lebih besar dari himar dan lebih kecil dari bigal. Ia melangkahkan kakinya sejauh pandangan mata,'' (Hadits Riwayat Ahmad).

Begitu Nabi sampai di Masjidil Aqsha, Buraq ditambatkan, dan beliau melaksanakan sholat sunnah dua rakaat di sana. Menurut beberapa riwayat, dalam sholat itu, Nabi Muhammad menjadi imam bagi semua Nabi dan Rasul sebelumnya, yang hadir semua di Baitul Maqdis.

Kemudian, dengan dikawal Jibril, Nabi di-mi'raj-kan menuju Sidratulmuntaha, dengan melewati tujuh langit. Dari langit 1 sampai 7, berturut-turut Nabi Muhammad bertemu dengan sejumlah Nabi dan Rasul pendahulu beliau.

Rasulullah bertemu Nabi Adam di langit ke-1; Nabi Isa dan Nabi Yahya di langit ke-2; Nabi Yusuf di langit ke-3, lalu Nabi Idris di langit ke-4, Nabi Harun di langit ke-5, Nabi Musa di langit ke-6; dan Nabi Ibrahim di langit ke-7.

Selanjutnya, di Sidratulmuntaha, Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk menjalankan sholat wajib 5 kali sehari semalam bagi umat Islam. Sebelumnya kewajiban sholat sehari-semalam diperintahkan 50 kali. Namun, Nabi Muhammad mendapatkan keringanan beban dari Allah SWT menjadi 5 kali sholat wajib sehari-semalam.

Nabi Muhammad SAW lantas kembali ke Makkah lewat Baitul Maqdis. Beliau mencapai Makkah kembali sebelum sholat shubuh. Perjalanan Isra dan Mi'raj Rasulullah itu ditempuh kurang dari semalam.

Ketika Rasulullah menceritakan peristiwa tersebut kepada penduduk Makkah, banyak dari mereka tidak percaya, dan bahkan memperolok beliau. Kaum musyrikin di Makkah juga memanfaatkan peristiwa ini untuk mendiskreditkan Rasulullah.

Namun, sahabat Rasulullah, Abu Bakar, tanpa ragu membenarkan semua yang disampaikan Rasulullah itu. Abu Bakar berkata, "Aku membenarkan dan meyakini apa yang engkau sampaikan ya Rasulullah, bahkan andaikata lebih dari itu pun aku percaya."

Pernyataan Sayidina Abu Bakar ini dilandasi oleh keimanannya yang kuat. Bila kita beriman bahwa Allah adalah Yang Maha Kuasa, tentu apa sulitnya meyakini bahwa peristiwa Isra Mi'raj benar terjadi.

Mengingat kuatnya keimanan Abu Bakar itu, Rasulullah memberi gelar Abu Bakar sebagai ash-Shidiq, yang artinya adalah "yang membenarkan."

Keimanan seperti iman Abu Bakar inilah yang mesti menjadi contoh untuk untuk ummat Islam di masa sekarang. Iman tanpa syarat, dan sama sekali tanpa keraguan.

Dalam Surah An-Najm Ayat 12-17, Allah berfirman:

اَفَتُمٰرُوْنَهٗ عَلٰى مَا يَرٰى

Afa tumārūnahū ‘alā mā yarā.

Artinya: "Apakah kamu (kaum musyrik Makkah) hendak membantahnya (Nabi Muhammad) tentang apa yang dilihatnya itu (Jibril)?"

وَلَقَدْ رَاٰهُ نَزْلَةً اُخْرٰىۙ

Wa laqad ra'āhu nazlatan ukhrā.

Artinya: "Sungguh, dia (Nabi Muhammad) benar-benar telah melihatnya (dalam rupa yang asli) pada waktu yang lain,"

عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهٰى

‘Inda sidratil-muntahā.

Artinya: "(yaitu ketika) di Sidratulmuntaha."

عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوٰىۗ

‘Indahā jannatul-ma'wā.

Artinya: "Di dekatnya ada surga tempat tinggal."

اِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشٰىۙ

Iż yagsyas-sidrata mā yagsyā.

Artinya: "(Nabi Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratulmuntaha dilingkupi oleh sesuatu yang melingkupinya."

مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغٰى

Mā zāgal-baṣaru wa mā ṭagā.

Artinya: "Penglihatan (Nabi Muhammad) tidak menyimpang dan tidak melampaui (apa yang dilihatnya)."

Demikian pidato singkat tentang Isra Miraj yang dapat saya sampaikan. Semoga momen peringatan Isra Mi'raj tahun ini semakin mempertebal dan menguatkan keimanan kita semua.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca juga artikel terkait ISRA MIRAJ atau tulisan lainnya dari Fitra Firdaus

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Iswara N Raditya
Penyelaras: Addi M Idhom