tirto.id - Contoh penulisan nama yang benar menurut EYD? Untuk memahami cara tulis nama dan gelar yang benar, Kemendikbud (kini Kemendikdasmen) telah merilis Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) Edisi V untuk menggantikan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan atau EYD adalah pedoman resmi penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar yang berlaku bagi instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat. Isi EYD Edisi Kelima memutakhirkan pedoman ejaan sebelumnya, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia atau PUEBI, sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Kepala Badan No. 0321/I/BS.00.00/2021.
Dalam EYD Edisi V memuat penambahan kaidah baru bahasa Indonesia dan perubahan kaidah lama yang sesuai dengan perkembangan bahasa di masyarakat. Penambahan dan perubahan itu menandakan sifat keterbukaan dari bahasa Indonesia terhadap perkembangan.
Contoh Penulisan Nama dan Gelar yang Benar
EYD Edisi V yang rilis bertepatan dengan 50 tahun penetapan EYD melampirkan tentang contoh cara penulisan nama yang benar. Adapun Ejaan Yang Disempurnakan resmi pertama kali berlaku pada 1972 silam.
Kemudian, ada edisi kedua (1987) dan edisi ketiga (2009) yang menambahkan frasa pedoman umum sehingga diterbitkan dengan nama Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (PUEYD).
Berikut ini contoh penulisan nama dan gelar yang benar menurut EYD.
1. Nama orang harus ditulis dengan huruf kapital. Huruf kapital menjadi huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan.
Contohnya: Elon Musk, Joko Widodo, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
2. Huruf kapital tidak berlaku ketika menuliskan huruf pertama kata yang bermakna 'anak dari', misalnya bin, binti, boru, dan van. Nama tersebut menggunakan huruf kapital jika menjadi awalan nama atau huruf pertama kata 'tugas dari'.
Contohnya: Abdul Rahman bin Zaini, Fatimah binti Salim, Indani boru Sitangga, Charles Adriaan van Ophuijsen dan Van Basten.
3. Jika menulis nama bersamaan dengan gelar kehormatan, kebangsawanan, keturunan, keagamaan, akademik dan nama jabatan, maka ditulis dengan huruf kapital.
Misalnya: Doktor Mohammad Hatta, Kiai Haji Hasjim Asari atau Cut Keke, Magister Humaniora. Contoh gelar yang diikuti nama orang yaitu Profesor Anton Moeliono.
4. Singkatan nama gelar dan nama pangkat. Misalnya S.E untuk sarjana ekonomi M.Si atau magister sains, Pdt. untuk pendeta atau Kol. untuk kolonel.
5. Singkatan nama orang, gelar, sapaan, atau pangkat diikuti dengan
tanda titik di setiap unsur singkatan itu.
Contohnya:
- A.H. Nasution
- dr. untuk singkatan dokter
- Dr. untuk singkatan doktor
- Prof. untuk singkatan profesor
- M.Si. untuk gelar magister sains
6. Jika nama orang di bagian belakangnya ada singkatan gelar akademis, gunakan tanda koma untuk membedakan nama dan gelar. Gunakan spasi untuk memisahkan unsur nama dan singkatannya serta antargelar dan singkatannya.
Contohnya:
- B. Ratulangi, S.E.
- Ny. Khadijah, M.A.
- Dr. dr. Rahayu Ningtyas, Sp.A.
- Prof. Dr. Muh. Muhlis, S.E., M.A., Ph.D.
Editor: Iswara N Raditya
Penyelaras: Yuda Prinada
Masuk tirto.id



































