Cara Orang Korea Selatan Menghitung Umur

Infografik Perhitungan Usia di Korea
Aktor Lee Byung Hun di karpet merah untuk pemutaran perdana film yang diadakan Roma sebagai bagian dari Festival Film Venice ke-75. Ekaterina Chesnokova / Sputnik via AP
Oleh: Husein Abdulsalam - 15 Juli 2019
Dibaca Normal 3 menit
Orang Korea Selatan menghitung umur dengan cara unik.
tirto.id - Lee Byung-hun, aktor Korea Selatan pertama yang didapuk memberikan penghargaan Oscar, lahir pada 12 Juli 1970. Menurut sistem perhitungan umur orang Indonesia dan banyak negara lain, Byung-hun berumur 49 tahun tepat Jumat (12/7) ini.

Namun, menurut orang-orang Korea Selatan, usia aktor pemeran Storm Shadow di film G. I. Joe itu sebelum dan sesudah hari Jumat (12/7) ini tidak berubah, yakni 50 tahun, satu tahun lebih tua daripada perhitungan orang-orang Indonesia.

Kok bisa?

Orang Indonesia dan negara-negara lain biasa menggunakan hari lahir sebagai acuan penghitungan usia. Misal, orang yang lahir pada 12 Juli 1970 berusia satu hari pada 13 Juli 1970. Pada 12 Juli 1971 orang itu berusia satu tahun dan pada 12 Juli 2019 ia berusia 49 tahun. Cara ini menghasilkan apa yang biasa disebut Usia Internasional.

Orang-orang Korea Selatan bukan tidak mengenal Usia Internasional, tetapi mereka punya cara lain untuk menghitung usia. Rumus singkatnya: (1) orang berumur 1 tahun saat lahir dan (2) bertambah satu tahun lebih tua pada 1 Januari. Supaya tidak rancu, hasil perhitungan ini disebut Usia Korea (Hanguk nai).

Orang selalu lebih tua satu hingga dua tahun menurut sistem Usia Korea ketimbang Usia Internasional. Lee Byung-hun, misalnya, berumur satu tahun pada hari kelahirannya, 12 Juli 1970. Pada 1 Januari 1971, usianya bertambah satu, menjadi dua tahun.

Pada 1 Januari 2019, Byung-hun punya Usia Korea 50 tahun, sementara ia baru punya Usia Internasional 48 tahun. Usia Internasional Byung-hun baru menginjak 49 tahun, beda satu tahun dari Usia Korea Byung-hun, setelah 12 Juli 2019.

Untuk yang lahir tepat 1 Januari, seperti personel Super Junior Lee Sung-min, mereka mudah saja menyesuaikan Usia Korea mereka dengan Usia Internasional. Usia Internasional mereka selalu satu tahun lebih muda dari Usia Korea yang mereka miliki.

Namun, bagi bayi-bayi yang lahir bulan Desember, perhitungan Usia Korea seringkali bikin keki orang tua. Seo Hyo-sun, perempuan asal Buchon, melahirkan pada 29 Desember. Pada hari itu, anaknya berusia satu tahun. Tiga hari kemudian, yakni pada 1 Januari, anaknya sudah berumur dua tahun menurut perhitungan Usia Korea.

Anaknya Lee Dong-kil, perempuan asal Daejeon, bahkan langsung berusia dua tahun setelah dua jam lahir sebab ia melahirkan pada pukul 22.00 tanggal 31 Desember 2019. Pada pukul 23.00, Dong-kil mengunggah berita kelahiran anaknya di media sosial dan kawan-kawannya mengirim ucapan selamat.

"Satu jam kemudian, ketika Tahun Baru dimulai, mereka menelepon saya lagi untuk mengatakan selamat untuk bayi saya yang berusia dua tahun," kata Dong-kil kepada USA Today. "Aku berpikir, 'Ah, benar. Dia sekarang berusia dua tahun, meskipun baru dua jam sejak dia lahir. What the heck!'."


Pentingnya Kelompok Usia

Sebagaimana dilaporkan Korea Herald, sejak 1962 hukum sipil Korea Selatan menggunakan hari lahir untuk menentukan usia seseorang. Secara resmi, Korea Selatan sebetulnya menggunakan Usia Internasional. Namun, Usia Korea masih digunakan banyak orang untuk membandingkan usia satu sama lain.

Chang Yong-jun, wartawan kontributor USA Today, menceritakan bahwa asal-usul sistem perhitungan usia Korea tersebut tidak jelas. Berusia satu tahun saat lahir mungkin terkait dengan waktu yang dihabiskan bayi di rahim ibu atau sistem bilangan Asia kuno yang tidak memiliki konsep nol.



Dalam artikelnya di USA Today, Yong-jun juga menyebutkan sesepuh orang Korea amat peduli dengan tahun mereka dilahirkan. Mereka menggunakan kalender bersiklus 60 tahun yang diambil dari Cina. Namun, mereka tidak terlalu peduli terhadap hari lahir mereka. Sebagai gantinya, mereka menggunakan tahun baru kalender Cina sebagai penanda bertambahnya umur. Seiring dengan diterimanya sistem kalender Gregorian, orang-orang Korea pun menetapkan 1 Januari sebagai penanda tersebut.

Jeon Jung-kook, personel BTS yang lahir pada 1 September 1997, berumur satu tahun pada 1 Juni 1999 dan dua tahun pada 1 Oktober 1999 menurut perhitungan Usia Internasional. Namun, Usia Korea Jung-kook dan seluruh bayi Korea Selatan yang lahir pada 1997 pada 1999, kapan pun tanggalnya, ialah tiga tahun. Usia Korea mereka ini tidak akan berubah lagi.


Menurut Taehoon Kim dari Sejong University, ketidakberubahan orang-orang dalam kelompok usia yang sama dapat menjadi faktor penting yang membuat identitas kelompok usia kuat di Korea Selatan. Dalam "Age Culture, School-Entry Cutoff and the Choices of Birth Month and School-Entry Timing in South Korea" (2018), Kim menyebutkan usia merupakan penentu paling penting dalam relasi sosial di Korea. Masyarakat Korea memiliki suatu hierarki sosial berdasarkan usia dan aturan yang sebisa mungkin diikuti ketika berhadapan dengan orang yang berasal dari kelompok umur lain.

"Ini berasal dari Konfusianisme tradisional, yang masih tertanam kuat dalam masyarakat Korea meskipun ada pengaruh budaya Barat baru-baru ini. Dalam Konfusianisme, orang muda wajib menghormati orang yang lebih tua, dan usia adalah indikasi status sosial, bukan hanya usia biologis," sebut Kim.

Upaya Menghilangkan Usia Korea

Korea Herald melansir survei yang dihelat Realmeter mengenai pendapat orang Korea Selatan terhadap penerapan sistem Usia Korea. Responden survei ini 529 orang Korea Selatan berusia 19 tahun.

Hasil survei menunjukkan 46,8 responden mengatakan sistem Usia Korea harus dipertahankan, sementara hampir 44 persen mengatakan penghitungan usia mesti disatukan.

Sebanyak 50,7 persen responden berusia 30-an ingin menghapuskan konsep Usia Korea, sementara 52,8 persen responden berusia dua puluhan ingin mempertahankan tradisi Usia Korea. Sebagian besar responden di kelompok umur lain mengatakan Usia Korea harus dijaga.

Pada Januari 2019, upaya legislatif pertama untuk menghapus sistem Usia Korea dilancarkan. Hal ini terlihat dari usaha anggota parlemen Hwang Ju-hong mengajukan rancangan undang-undang yang bertujuan mewajibkan pemerintah memasukkan perhitungan Usia Internasional dalam dokumen resmi dan mendorong warga negara umum menggunakan Usia Internasional dalam kehidupan sehari-hari.

"Ini bertujuan untuk menyelesaikan kebingungan dan ketidakefisienan yang disebabkan penggunaan beragam sistem penghitungan usia," sebut Hwang dalam rancangannya.

Baca juga artikel terkait USIA atau tulisan menarik lainnya Husein Abdulsalam
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Husein Abdulsalam
Editor: Windu Jusuf
DarkLight