Menuju konten utama

Buwas : Izin Impor Beras Tidak Didasarkan Kebutuhan Dalam Negeri

Persediaan beras Bulog masih cukup sampai Juni 2019. Sehingga tidak perlu ada impor lagi.

Buwas : Izin Impor Beras Tidak Didasarkan Kebutuhan Dalam Negeri
Pekerja menyusun tumpukan karung beras medium di gudang Bulog di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (4/9/2018). tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id - Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas), geram dengan mantan Bos Bulog yang menyebut bahwa impor beras harus terus dilakukan. Sebab, menurut hitungan Buwas persediaan beras masih cukup.

"Ada yang menyampaikan, hari ini, Bulog harus impor, Bulog tetap impor. Celakanya yang menyampaikan itu mantan Dirut Bulog. Dia enggak ngerti itu (impor) di masanya beliau itu," kata Buwas di kantor Bulog, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018).

Buwas juga merasa kesal ketika mengetahui bahwa izin impor dikeluarkan tidak didasari dengan kebutuhan dalam negeri. Menurut Buwas, hal itu mengindikasikan adanya kepentingan pribadi atau golongan dalam pengelolaan beras.

"Saya sudah bilang jangan jadi penghianat bangsa ini. Bagaimana (bicara seperti) itu kayak paling pinter aja," ujarnya.

Hingga saat ini, cadangan beras Bulog berada di posisi 2,4 juta ton. Dari jumlah cadangan tersebut diperkirakan hanya ada 100 ribu ton beras yang terserap ke pedagang-pedagang melalui operasi pasar.

Sementara Oktober mendatang, kata Buwas, akan ada lagi tambahan sekitar 400 ribu ton beras impor yang masuk berdasarkan pengadaan impor sebelumnya. "Dari rata-rata jumlah itu, maka stok akhir tahun ini di Desember itu jumlahnya hampir 3 juta ton," ujarnya.

Berdasarkan hitung-hitungan yang dilakukan oleh tim lintas instansi yang ia pimpin, ketersediaan beras di Bulog akan cukup hingga Juni 2019.

"Saya jawab hari ini. Kalau beliau hebat, bantah data tim. Jangan merusak situasi dengan kepentingan-kepentingan. Jangan campur adukan dengan kepentingan pribadi dan kelompok," tegasnya.

Baca juga artikel terkait IMPOR BERAS atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Mawa Kresna