Bursa Kripto RI Ditargetkan Kelar 2023, Ini Tantangan Bappebti

Reporter: Hanif Reyhan Ghifari, tirto.id - 25 Jan 2023 18:00 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Pembentukan bursa aset kripto ditargetkan selesai pada 2023 ini, akan tetapi Bappebti masih menghadapi beberapa tantangan untuk mewujudkannya.
tirto.id - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan telah meminta pembentukan Bursa Aset Kripto Indonesia kepada Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Pembentukan bursa aset kripto ditargetkan selesai pada 2023 ini. Namun, saat ini progres pembentukan bursa kripto menemui beberapa tantangan.

Plt Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko menuturkan, dalam perkembangannya saat ini untuk pembentukan bursa aset kripto masih ada beberapa hal yang perlu diselesaikan. Beberapa hal yang masih menjadi pekerjaan rumah Bappebti meliputi bagaimana ekosistem perdagangan kripto, ada bursa, custody, dan kliring.

Hal tersebut, menurut Didid, harus memenuhi berbagai kriteria seperti, manajemen, teknologi dan lain sebagainya. Faktor-faktor tantangan tersebut lah yang tengah dihadapi oleh Bappebti sebagai pembuat bursa aset kripto.


“Bappebti dalam pembuatan bursa aset kripto dihadapkan oleh beberapa tantangan seperti, bagaimana ekosistem perdagangan kripto, ada bursa, custody dan kliring, lalu juga harus memenuhi berbagai kriteria seperti manajemen, teknologi hingga permodalan. Dan, hal tersebut harus dibangun bersamaan,” tutur Didid ketika dihubungi Tirto, Jakarta (25/1/2023).

Kendati begitu, Didid optimistis jika bursa aset kripto ini akan berhasil dan bisa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat seiring dengan perkembangan pengetahuan mengenai kripto di Indonesia.

“Optimistis pastinya, karena ini menyangkut dengan manfaat yang diberikan untuk masyarakat seiring perkembangan pengetahuan masyarakat tentang kripto di Indonesia,” ujar Didid.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meminta Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk segera meluncurkan program bursa kripto sebelum Juni 2023.

Zulhas menuturkan, bursa kripto ini harus bisa segera diselesaikan sebelum regulasi UU Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (PPSK) mulai berlaku. Jika tidak, urusan pengawasan kripto ini akan segera diurus oleh pihak Jasa Otoritas Keuangan (OJK).

"Bursa kripto juga mudah-mudahan sebelum Juni, launching bagaimana pun itu diperlukan," tutur Zulhas pada Pembukaan Rapat Kerja Bappebti, di Kementerian Perdagangan, Kamis (19/1/2023).

Zulhas meminta PLT Ketua Bappebti, Didid Noordiatmoko, untuk sesegera mungkin mempercepat pembentukan bursa komoditi kripto sebelum periode transisi berakhir.


"Saya minta Pak Didid dan seluruh jajaran bekerja keras agar bisa ditunjukkan bahwa Bappebti ini bisa kerja dengan baik, bisa meng-handle persoalan yang berkembang cepat sekarang ini," ucap Zulhas.

Zulhas menjelaskan, dengan adanya pembentukan bursa kripto ini diharapkan dapat memperjelas regulasi terkait dengan aset kripto. Zulhas optimistis pertumbuhan kripto di Indonesia akan tumbuh seiring dengan pengetahuan masyarakat mengenai aset kripto telah berkembang.

"Tentu kita harus memperkuat aturan aturan Pak Didid, agar nanti masyarakat kita ini betul-betul kalau mereka ikut pertumbuhan kripto ini kan cukup besar 2022 saya dengar itu hampir Rp800 triliun tapi tahun lalu menurun menjadi Rp200 sekian triliun. Jadi harus punya aturan dan pengawasan yang kuat jangan sampai nanti masyarakat kita ini tahu tahu uangnya hilang," imbuh Zulhas.


Baca juga artikel terkait BURSA KRIPTO INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Hanif Reyhan Ghifari
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Hanif Reyhan Ghifari
Penulis: Hanif Reyhan Ghifari
Editor: Maya Saputri

DarkLight