Menuju konten utama

Bukan Cacat Produksi, Ini Fungsi Lubang Kecil di Jendela Pesawat

Lubang kecil di jendela pesawat bukan cacat produksi melainkan fitur keselamatan modern untuk menyeimbangkan tekanan udara dan menunjang visibilitas.

Bukan Cacat Produksi, Ini Fungsi Lubang Kecil di Jendela Pesawat
Ilustrasi jendela pesawat. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Saat berada di window seat atau kursi di dekat jendela pesawat, kita akan menemukan lubang kecil tepat di bagian bawah jendela. Lubang kecil tersebut bukan cacat produksi dan bukan pula karena rusak. Melainkan bagian dari fitur keselamatan pesawat penumpang modern dan menunjang visibilitas.

Lubang kecil ini disebut dengan lubang pernapasan (breather hole). Fungsinya untuk menyeimbangkan tekanan di antara lapisan-lapisan jendela selama penerbangan berlangsung.

Di atas ketinggian, tekanan udara di dalam dan luar pesawat sangat berbeda. Perbedaan tekanan udara dapat membuat jendela berembun. Dengan hadirnya lubang pernapasan, kelembapan udara akan keluar sehingga jendela pesawat tidak berembun.

Lubang ini memastikan distribusi tekanan yang tepat sehingga sebagian besar beban tekanan ditanggung oleh lapisan jendela bagian luar yang dirancang lebih tangguh. Keberadaan lubang ini menjadi bukti tingginya keahlian teknik dalam konstruksi pesawat terbang dan tidak perlu dikhawatirkan oleh penumpang.

Tanpa lubang ini, lapisan tengah jendela mengalami tekanan yang tidak seimbang, yang pada akhirnya dapat menyebabkan keretakan atau perubahan bentuk.

Jendela Pesawat yang Terdiri dari Tiga Lapisan

Pesawat terbang dilengkapi dengan fitur keselamatan yang telah disesuaikan dengan lintasannya, baik dari segi desain maupun bahan yang digunakan. Secara struktur, jendela kabin pesawat modern terbang terdiri dari tiga lapisan yaitu kaca luar, kaca tengah, dan lapisan dalam.

Adapun bahan dasarnya terbuat dari akrilik yang diregangkan (stretched acrylic) yang dirancang untuk menahan tekanan diferensial kabin maksimum yang biasanya terjadi selama penerbangan secara mandiri.

Unit ini bagian dari struktural tipe sumbat (plug-type), yang dipasang dari bagian dalam pesawat dan ukurannya lebih besar daripada bingkai jendela. Apabila terjadi perbedaan tekanan udara, maka massa udara akan mendorong jendela ke arah bingkai jendela. Rakitan jendela ini dilengkapi dengan penahan (retainer) menggunakan baut agar posisinya tidak berubah, sebagaimana dikutip dari laman Safetyfirst Airbus.

Jendela kabin tersebut terbuat dari lembaran akrilik yang telah dipanaskan hingga mencapai ketebalan yang telah disesuaikan. Dalam kondisi suhu operasional normal, akrilik tetap dalam keadaan stabil. Namun, jika akrilik terpapar panas berlebih di atas batas normal penerbangan, maka akan melunak dan cenderung menyusut kembali ke bentuk aslinya.

Ilustrasi jendela pesawat

Ilustrasi jendela pesawat. FOTO/iStockphoto

Melansir laporan Flightright, lapisan luar jendela pesawat (Outer Pane) menjadi komponen penahan perbedaan tekanan antara kabin dan udara luar. Lapisan ini dirancang sangat kokoh dan terbuat dari material yang tahan lama.

Berikutnya, lapisan tengah (Middle Pane) yaitu lapisan yang terletak di antara lapisan kaca bagian luar dan lapisan kaca bagian dalam. Bagian ini berfungsi sebagai keamanan tambahan yng juga dirancang untuk menahan beban tekanan diferensial dan menjaga tekanan kabin.

Apabila terjadi kerusakan pada bagian kaca luar, maka kaca dalam turut menahan beban tekanan dan penerbangan dapat terus dilanjutkan. Di bagian tengah inilah menjadi tempat breather hole. Berikutnya yaitu bagian dalam jendela pesawat (Inner Pane). Lapisan ini terbuat dari pleksiglas yang berfungsi melindungi penumpang.

Melalui lapisan ini, penumpang tidak dapat menyentuh lapisan luar jendela yang suhu dinginnya bisa mencapai -60 derajat Celsius. Apabila suhu dingin tersebut terkena manusia, maka dapat memicu terjadinya risiko radang dingin (frostbite). Lapisan dalam ini juga menjadi pelindung bagian tengah dari benturan atau goresan dari penumpang.

Lubang Kecil yang Punya Peran Besar

Lubang kecil di jendela pesawat memainkan peran penting bagi keselamatan penumpang dan seluruh awak yang bekerja. Mengutip laman Buddha Air, pada ketinggian 35.000 kaki, tekanan udara di luar pesawat jauh lebih rendah dibandingkan dengan tekanan di dalam kabin.

Jika jendela pesawat hanya berupa satu lapisan padat, jendela tersebut akan menanggung beban tekanan yang sangat besar sepanjang penerbangan.

Di sinilah fungsi lubang kecil ini mengatur tekanan kabin antar lapisan jendela. Saat pesawat naik ke ketinggian, tekanan udara di luar turun drastis. Agar penumpang tetap nyaman dan dapat bernapas dengan normal, kabin pesawat diberi tekanan untuk menyimulasikan kondisi di ketinggian sekitar 6.000 hingga 8.000 kaki di atas permukaan laut. Hal ini menciptakan perbedaan tekanan yang sangat besar antara bagian dalam kabin dan udara di luar.

Dengan membiarkan sejumlah udara kabin masuk ke ruang melalui lubang kecil, maka hanya lapisan luar yang menanggung tekanan eksternal. Tanpa lubang ini, lapisan tengah mengalami tekanan yang tidak seimbang hingga memicu keretakan atau perubahan bentuk.

Ilustrasi jendela pesawat

Ilustrasi jendela pesawat. FOTO/iStockphoto

Laporan Aerospace Global News menjelaskan lubang kecil berperan dalam mencegah kabut dan embut di lapisan jendela. Perbedaan suhu antara udara luar yang dingin dan udara kabin yang lebih hangat dan lembap dapat menyebabkan terbentuknya kabut, atau bahkan embun beku, di antara lapisan jendela.

Jendela yang tanpa embun ini memungkinkan penumpang dapat melihat pemandangan pegunungan indah atau lampu kota dari jendela kabin. Tanpa adanya lubang kecil, maka kaca pesawat akan mudah berembun.

Keberadaan lubang kecil ini juga bagian dari struktur keselamatan yang berlapisdi tengah kondisi darurat. Sebagai contoh, ketika kaca bagian dalam terkenakoper dan retak, lubang kecil ini berfungsi untuk mengatur sirkulasi udara dengan semestinya tanpa mengganggu komponen yang lain.

Dengan demikian, lubang kecil kaca pesawat bagian dari sistem keselamatan pesawat yang telah dirancang dengan cermat dan presisi. Melalui celah tersebut, penumpang dapat menikmati perjalanan dengan aman sembari menikmati pemandangan terbaik.

Jika lubang kecil ini tidak ada, jendela pesawat justru akan lebih rentan pecah atau terlepas sepenuhnya. Jadi, lubang kecil jendela pesawat tidak menjadi titik lemah, lubang ini justru merupakan bagian dari elemen yang menjaga jendela tetap kuat dan andal selama penerbangan.

Baca juga artikel terkait PESAWAT atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Yantina Debora