Menuju konten utama

Kenapa Kaca Pesawat Bisa Mendadak Pecah saat Mengudara?

Jendela pesawat yang pecah bisa membuat penumpang tersedot ke luar karena perbedaan tekanan. Simak penyebab jendela pesawat retak dan langkah daruratnya.

Kenapa Kaca Pesawat Bisa Mendadak Pecah saat Mengudara?
Pesawat Ryanair. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kasus kaca pesawat bisa mendadak pecah saat mengudara turut menjadi perhatian tersendiri dalam dunia penerbangan. Berbagai masalah dapat menjadi penyebab kaca pesawat pecah. Langkah darurat pun perlu dilakukan penumbang ketika menghadapi kondisi seperti ini.

Seorang penumpang dilaporkan nyaris tersedot ke luar melalui jendela pesawat di tengah penerbangan Ryanair FR1879 pada Juli 2026. Ini terjadi karena kaca jendela pesawat yang mendadak pecah saat mengudara.

Menurut penyelidik AS, bagian mesin yang rusak menjadi penyebab jendela pesawat Ryanair pecah. Laporan awal Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) menemukan bahwa bilah kipas mesin pesawat penerbangan dari Yunani Ke Jerman itu patah sesaat setelah lepas landas. Hal ini seperti diwartakan The Guardian (14/8/2026).

Patahan bilah kipas mesin menyebabkan jendela pecah dan merusak badan pesawat. Dalam insiden ini, kepala dan lengan kanan Ljubisa Karović, pengusaha asal Serbia berusia 61 tahun, tersedot keluar dari jendela yang pecah.

Lalu, apa saja penyebab lain kaca jendela pesawat bisa mendadak pecah di udara? Selain itu, apa yang mengakibatkan penumpang bisa tertarik ke luar jika kaca jendela pesawat pecah?

Ilustrasi pesawat

Ilustrasi pesawat. FOTO/iStockphoto

Penyebab Kaca Pesawat Bisa Mendadak Pecah di Udara

Kaca jendela pesawat biasanya mengalami keretakan sebelum akhirnya pecah. Retakan jendela pesawat bisa menyebabkan masalah keamanan.

Namun, melansir laman Fearless Fight Club, jendela pesawat yang retak bukanlah keadaan darurat tekanan kabin. Umumnya, retakan terbatas pada salah satu lapisan bagian dalam.

Jendela pesawat sebenarnya terdiri dari 3 lapisan dengan rekayasa tahan pecah. Sebagian besar retakan terjadi pada panel bagian dalam yang tidak bersifat struktural.

Kendati demikian, masalah pecahnya jendela pesawat yang terjadi dalam insiden Ryanair pada Juli 2026 dapat menjadi pembelajaran. Sebagian besar retakan, mengutip laman Alderfer Glass, disebabkan oleh kombinasi faktor lingkungan dan tekanan struktural.

Ilustrasi pesawat

Ilustrasi pesawat. FOTO/iStockphoto

Berikut ini rincian penyebab kaca pesawat bisa mengalami keretakan yang berpotensi mendadak pecah di udara:

Retakan akibat Tekanan Termal

Ini terjadi ketika kaca memuai dan menyusut karena perubahan suhu yang drastis. Jendela mengalami efek ketika terpapar suhu yang berbeda di seluruh permukaan.

Benturan Rem

Retakan akibat benturan terjadi ketika suatu objek bertabrakan dengan keras dengan jendela. Ini menyebabkan jendela pecah atau pola seperti bintang yang khas.

Jenis retakan disebabkan oleh kecelakaan, seperti bola bisbol yang meleset, tabrakan dengan burung, atau puing-puing yang terbawa angin kencang.

Retakan Tekanan

Retakan akibat tekanan bisa terbentuk karena perubahan sistem tekanan yang drastis. Retakan ini sering muncul pada jendela kaca berinsulasi dan lebih mungkin terjadi di lokasi yang mengalami perubahan ketinggian ekstrem, seperti daerah pegunungan atau daerah dekat bandara.

Ilustrasi pesawat

Ilustrasi pesawat. FOTO/iStockphoto

Pemasangan yang Salah

Jendela pesawat membutuhkan penyangga yang tepat agar berfungsi efektif. Pemasangan yang tidak tepat atau salah bisa menyebabkan tekanan fisik berlebihan pada kaca sehingga mengakibatkan keretakan seiring waktu.

Jendela tidak rata atau terlalu kencang juga bisa menciptakan titik tekanan di sepanjang tepi jendela. Ini menyebabkan jendela lebih mudah cepat.

Selain itu, kusen jendela yang terlalu kaku turut mencegah pemuaian dan penyusutan alami. Ketegangan struktural menyebabkan retakan yang sering kali ada di sudut-sudut kaca.

Terlalu Sulit Menutup Jendela

Jendela ditutup dengan keras menciptakan getaran yang melemahkan struktur kaca, terutama jendela yang lebih tua atau sudah mengalami tekanan. Jika sudah ada retakan kecil, benturan tiba-tiba bisa menyebabkan retakan tersebut menyebar lebih jauh.

ILUSTRASI JALUR UDARA SELATAN

sejumlah pesawat terparkir di apron (lahan parkir pesawat) di bandara internasional soekarno hatta, tangerang, banten, senin (6/6). antara foto/fanny octavianus/aww/16.

Apa yang Menyebabkan Penumpang Bisa Tertarik Ke Luar?

Insiden penumbang bisa tertarik keluar terjadi karena perbedaan tekanan di dalam dan luar pesawat. Tekanan di dalam pesawat jauh lebih tinggi, sehingga penumpang dapat bernapas dengan nyaman di ketinggian.

Jika badan pesawat rusak atau bocor, seperti jendela yang pecah, udara yang terperangkap dalam badan pesawat akan berusaha keluar dengan kecepatan tinggi. Hal inilah yang menyebabkan penumpang tersedot ke luar jendela.

Ilustrasi kokpit Pesawat

Ilustrasi kokpit Pesawat. FOTO/iStockphoto

Maksimovic, istri Ljubisa Karović (penumpang Ryanair yang tersedot ke luar saat insiden jendela pecah), mengatakan bahwa seorang perempuan menarik lengan kiri suaminya setelah terjadi suara ledakan keras.

Penumpang lain datang membantu dan berhasil membawa sang suami kembali ke dalam pesawat setelah nyaris tersedot ke luar. Maksimovic meninggalkan tempat duduk untuk membantu suaminya dan memasangkan masker oksigen. Sementara penumpang lain memberikan satu masker oksigen untuk dirinya sendiri.

“Wajahnya benar-benar cacat, darah ada di mana-mana, dan telinga, mata, hidungnya benar-benar berubah bentuk,” kata Maksimovic, dikutip dari Reuters.

Sebagaimana dijelaskan CNBC, media lokal di Yunani melaporkan bahwa sebagian mesin terlepas dan menghancurkan jendela selama penerbangan tersebut. Ini menyebabkan kabin mengalami dekompresi dan sebagian menyedot seorang penumpang keluar melalui jendela.

Langkah Darurat yang Perlu Dilakukan

Keselamatan penumpang tidak hanya menjadi tanggung jawab pilot dan pramugari, tetapi juga seluruh penumpang. Saat terjadi insiden atau kecelakaan kecil dalam pesawat, seperti jendela yang pecah, penumpang bisa melakukan tindakan dalam keadaan darurat untuk menyelamatkan diri.

Di awal penerbangan, pramugari memberi pengarahan keselamatan. Ini penting untuk diperhatikan. Selain itu, baca kartu pengarahan keselamatan yang ada di tiap kursi.

Kemudian, berikut ini langkah darurat yang perlu dilakukan saat menghadapi insiden serupa yang dialami penumpang Ryanair pada penerbangan Juli 2026:

Tetap Gunakan Sabuk Pengaman.

Sabuk pengaman perlu senantiasa digunakan saat duduk di pesawat. Melansir laman Federal Aviation Administration (FAA), sabuk pengaman bisa menahan dan membantu menjaga keselamatan saat duduk selama fase kritis penerbangan dan selama turbulensi.

Sabuk pengaman dikenakan rendah dan ketat di pinggul, bukan di perut, untuk mencegah cedera dan secara efektif membatasi gerakan tubuh ke depan.

Ilustrasi penumpang pesawat

Ilustrasi penumpang pesawat. FOTO/iStockphoto

Kenakan Masker Oksigen

Tekanan di dalam pesawat lebih tinggi daripada di luar pesawat. Masker akan keluar secara otomatis ketika tekanan tersebut turun. Sebelum membantu orang lain, pastikan diri sendiri terlebih dulu telah mengenakan masker oksigen ini agar tubuh tetap memperoleh pasokan oksigen.

Tetap Duduk

Penumpang tetap duduk dan mengurangi pergerakan saat insiden terjadi, jangan berdiri atau bahkan mengambil barang. Pergerakan seperti ini bisa meningkatkan risiko cedera.

Ikuti Instruksi Awak Kabin

Hindari tindakan yang membahayakan diri sendiri dan penumpang lain dengan senantiasa mengikuti instruksi awak kabin. Mereka telah dilatih menghadapi kondisi darurat sehingga lebih memahami apa yang seharusnya dilakukan penumpang.

Ilustrasi Pramugari

Ilustrasi Pramugari. foto/istockphoto

Baca juga artikel terkait PESAWAT atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - Edusains
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Beni Jo