tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung akan mengamati hilal secara serentak di berbagai daerah untuk penentuan awal Ramadhan 1446 H, Jumat (28/02/2025) mendatang.
Tim dari Stasiun Geofisika BMKG Bandung memilih lokasi pengamatan di Observatorium Albiruni Fakultas Syariah Universitas Islam Bandung (UNISBA) sebagai penentu awal Ramadhan 1446 H.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan hilal di Kota Bandung berpotensi tidak teramati.
"Berpotensi tidak teramati (kemungkinan kecil)," kata Teguh, dalam keterangan resmi, Rabu, (26/02/2025)
Dalam mengamati hilal, Tim BMKG Bandung akan menggunakan teropong atau teleskop yang nantinya diinformasikan secara real time data pengamatan tersebut ke server BMKG Pusat.
"Saat pengamatan dilaksanakan, kecerlangan cahaya Hilal akan direkam oleh detektor yang dipasang pada teleskop yang secara otomatis mengikuti berubahnya posisi Bulan di ufuk Barat," ucap Teguh.
Berdasarkan perhitungan konjungsi atau hisab hilal pada 28 Februari 2025 . Konjungsi (Ijtimak) terjadi pada waktu terbenam matahari di Kota Bandung sekitar 18.13 WIB.
Peta ketinggian hilal di Kota Bandung yakni sebesar 4 derajat 1,93’ memiliki nilai Elongasi sebesar 6 derajat 0.71’, dan umur bulan 10,41 jam.
Teguh menjelaskan pada 28 Februari nanti akan terjadi hujan ringan dari pagi sampai malam sehingga hilal berpotensi tidak teramati.
Meski begitu, untuk mengawali bulan Ramadhan dimohon untuk menanti hasil keputusan sidang isbat yang akan diumumkan pada tanggal 28 Februari 2025 malam.
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama