Menuju konten utama
Preview Newcastle vs Liverpool

Bisakah Rafa Benitez & Newcastle Bikin Liverpool Gagal Juara EPL?

Dini hari nanti Liverpool yang sedang berada dalam situasi genting akan bertemu Newcastle United yang dilatih mantan pelatih mereka, Rafael Benitez. Seberapa besar kans masing-masing memetik kemenangan?

Bisakah Rafa Benitez & Newcastle Bikin Liverpool Gagal Juara EPL?
Pelatih Newcastle Rafael Benitez, kanan, menyambut Mohamed Diame dari Newcastle di akhir pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Liverpool dan Newcastle di Stadion Anfield, di Liverpool, Inggris, Rabu, 26 Desember, 2018.Jon Super / AP

tirto.id - Liverpool akan bertandang ke Stadion St. James Park buat menghadapi Newcastle United dalam laga pekan 37 Liga Inggris (EPL), Ahad (5/5/2019) dini hari waktu Indonesia. Dalam pertandingan itu, The Reds berada dalam tekanan untuk memetik poin penuh.

Dengan asumsi dua pertandingan tersisa, Liverpool kini berada di urutan dua dengan 91 poin, tertinggal satu angka dari Manchester City. Jika mereka tergelincir di kandang Newcastle, bukan tidak mungkin City bisa lebih cepat mengunci gelar juara.

Sementara itu, Newcastle tidak punya tuntutan berarti. The Magpies sudah pasti aman dari potensi terdegradasi. Menempati posisi 13, Ayoze Perez dan kawan-kawan telah mengumpulkan 43 poin alias 12 angka lebih banyak dari tim teratas zona merah saat ini, Cardiff City.

Kalau pun ada yang mengganjal, hanya sebuah pertanyaan: apakah dini hari nanti pelatih Newcastle, Rafael Benitez bakal berjuang habis-habisan untuk meraih poin penuh?

Pertanyaan itu wajar belaka lantaran Benitez punya rekam tak sembarangan di Liverpool. Selama enam musim melatih, Benitez mempersembahkan trofi Liga Champions, FA Cup, Community Shield, serta Piala Super Eropa. Prestasi ini membuatnya dikenang manis suporter Liverpool.

Meski begitu, Benitez menegaskan dia akan tetap profesional dan membawa skuatnya tampil bersungguh-sungguh.

"Kami [Newcastle United] harus melakukan pekerjaan sebagaimana biasanya. Kami punya 52.000 suporter di stadion, ini adalah pertandingan kandang terakhir kami musim ini. Saya yakin, semua orang paham bahwa kami ingin tetap profesional dan melakukan yang terbaik," ujar Benitez kepada laman resmi klub.

Rapor Benitez vs Liverpool

Bukan cuma soal berada di pihak yang sama, Benitez sebenarnya punya rekam jejak yang panjang saat bertemu Liverpool sebagai lawan. Jika dihitung secara rinci, pelatih kelahiran Madrid itu pernah bersua dengan The Reds sebanyak tujuh kali dalam kompetisi resmi.

Perjumpaan pertama Benitez dengan Liverpool terjadi saat dia masih menakhodai Valencia. Tepatnya pada fase grup Liga Champions 2002/2003, Benitez dua kali menantang Liverpool era pelatih Gerard Houllier.

Dari dua pertemuan itu, Benitez dan Valencia selalu keluar sebagai pemenang. Kemenangan pertama terjadi di Stadion Mestalla, 17 September 2002. Saat itu, Valencia mengakhiri laga dengan skor 2-0 berkat gol Pablo Aimar dan Ruben Baraja. Kemudian pada penghujung Oktober 2002, dalam bentrok kedua di Anfield, Valencia kembali menang lewat gol tunggal Francisco Rufete.

Konon, dua kemenangan itulah yang bikin manajemen Liverpool mengontrak Benitez pada 2004. Benitez lantas memimpin The Reds enam musim hingga akhirnya berpisah di penghujung 2010. Dan sejak meninggalkan Anfield, rapor Benitez bersua Liverpool sebagai lawan justru mengalami penurunan drastis.

Reuni pertamanya dengan The Reds berlangsung saat Benitez didapuk sebagai manajer interim Chelsea pada paruh kedua musim 2012/2013. Saat itu, dalam satu-satunya duel antara Chelsea vs Liverpool di Stadion Anfield, April 2013, skor akhir imbang 2-2. Dua gol Chelsea dicetak Oscar dan Eden Hazard, sementara angka balasan Liverpool lahir lewat kaki Daniel Sturridge dan Luis Suarez.

Kemudian, saat didapuk sebagai pelatih Newcastle per musim 2017-2018, Benitez juga urung meraih satu pun kemenangan. Empat kali Newcastle era Benitez pertemu Liverpool-nya Jurgen Klopp, hasilnya cuma dua kali imbang dan dua kekalahan.

Bahkan terakhir, pada paruh pertama musim ini, Newcastle United dipecundangi Liverpool di Anfield dengan skor telak 4-0.

Potensi-potensi Newcastle United

Meski pertemuan terakhir kedua kesebelasan berakhir dengan kekalahan telak bagi Newcastle, pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengatakan kini timnya tidak bisa lagi jemawa mengungkit pertandingan tersebut. Klopp menyebut Newcastle sudah menjelma jadi klub yang sepenuhnya berbeda.

"Saya tidak tahu sudah berapa pekan berlalu, tapi sejak Rafa dan Newcastle kalah [4-0] dari kami, Newcastle sudah mengganti sistemnya jadi 5-4-1 dan konsisten dengan itu. Mereka kini bisa mengkover area yang lebih luas," ujar Klopp kepada laman resmi klub.

Saat terakhir kali bersua Liverpool, Newcastle masih mengandalkan formasi lamanya, 5-3-2, namun dengan orientasi memaksimalkan lebar lapangan. Dalam penerapannya, Newcastle kerap meninggalkan ruang kosong terlalu besar antara bek sayap dan pemain depan. Hasilnya, strategi tak berjalan begitu mulus.

Liverpool membaca skema itu dengan jitu. Klopp yang menerapkan 4-2-3-1 mengandalkan ketangguhan Xherdan Shaqiri dan para full-back di sisi sayap. Ujungnya bisa ditebak, Shaqiri dan bek kanan The Reds, Trent-Alexander Arnold masing-masing mendulang satu gol dalam kemenangan 4-0 itu.

Situasi tersebut juga diperparah dengan buruknya cara Newcastle bertahan. Mereka terlalu banyak melanggar di area berbahaya. Bahkan bek Liverpool, Dejan Lovren sampai-sampai bisa mencetak gol memaksimalkan situasi set-piece.

Kini Newcastle jelas berbeda. Mereka memang masih kerap tampil dengan skema lima bek, namun dengan formasi 5-4-1, Benitez bisa lebih menyeimbangkan serangannya di sisi sayap. Newcastle acap kali bermain dengan parkir bus, tapi keseimbangan yang bagus membuat mereka bisa menghasilkan serangan balik cepat dan mematikan.

Sejak konsisten menerapkan skema satu striker dan lini tengah yang lebih padat, Newcastle pun mendulang rapor sensasional. Bahkan dalam delapan pertandingan kandang terakhir, The Magpies mampu menyudahi tujuh di antaranya dengan kemenangan.

Tidak cuma kolektivitas, secara individu pun Newcastle menatap laga dini hari nanti dengan situasi lebih baik. Salomon Rondon, striker andalan mereka dalam kondisi prima. Begitu pula para pemain sayap macam Ayoze Perez dan Kenedy yang sudah pulih dari cedera. Pemain kunci yang berhalangan tampil karena cedera barangkali hanya Miguel Almiron.

"Rondon sedang tajam di depan. Perez mungkin sudah fit dan Atsu serta Kenedy berbahaya di sisi sayap. Bek sayap mereka juga cepat melakukan umpan silang [...] itu semua membuat mereka jadi tim tangguh, terutama di kandang. Jadi, saya rasa pertandingan nanti berjalan seru," tanggap Jurgen Klopp.

Yang Bisa Dimanfaatkan Liverpool

Namun sedang on-fire-nya Newcastle tidak lantas membuat Liverpool jadi tim non-unggulan. Di atas kertas The Reds masih jadi tim yang lebih banyak dijagokan menang. Bahkan Pep Guardiola, pelatih Manchester City yang merupakan rival terdekat Liverpool di EPL, punya keyakinan The Reds tidak akan tampil mengecewakan.

Liverpool memang sedang diragukan karena tengah pekan lalu dilumat Barcelona 3-0 dalam leg pertama semifinal Liga Champions. Namun menurut Guardiola kekalahan itu sama sekali tidak akan membuat Liverpool lebih lemah.

"Saya merasa satu kekalahan tidak akan berpengaruh karena mereka berjuang begitu gigih musim ini," ujar eks pelatih Barcelona itu seperti dilansir The Times.

Secara matematis, Liverpool punya sejumlah keuntungan. Tengah pekan lalu, mereka membangkucadangkan Trent-Alexander-Arnold dan hanya memainkan Roberto Firmino separuh waktu. Hal itu membuat dua sosok tersebut dipastikan dalam kondisi prima untuk menghadapi Newcastle.

Kehadiran Alexander-Arnold dibutuhkan untuk menyisir kokohnya pertahanan tepi lapangan Newcastle, sementara tenaga Firmino bisa punya andil besar guna mengurai padatnya komposisi pemain Newcastle di dalam kotak penalti.

Meski mengalami banyak peningkatan, Newcastle juga masih punya kelemahan yang tak bisa ditutup-tutupi lagi: kesulitan menghadapi set-piece. Menurut hitung-hitungan Whoscored musim ini, total Newcastle sudah kebobolan 11 gol dari skema bola mati.

Sebaliknya, statistik menempatkan Liverpool sebagai salah satu tim yang cukup piawai memaksimalkan bola mati. Total 18 gol dari skema set-piece telah ditorehkan Mohamed Salah dan kawan-kawan sejauh musim ini.

"Para pemain sudah 100 persen fokus menghadapi pertandingan lawan Newcastle. Mereka sudah melewati 20 jam masa recovery, dan kami juga melakukan satu sesi latihan khusus untuk menghadapi pertandingan nanti. Persiapan sangat penting karena pertandingan [lawan Newcastle] akan berbeda, tapi jelas situasi seperti ini bukan hal baru buat kami," ungkap Jurgen Klopp.

Baca juga artikel terkait LIGA INGGRIS atau tulisan lainnya dari Herdanang Ahmad Fauzan

tirto.id - Olahraga
Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Mufti Sholih