tirto.id - Badan Gizi Nasional (BGN) membenarkan adanya rencana pemangkasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan. Hal ini menyusul langkah efisiensi yang diungkapkan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, pada Rabu (25/3/2026) kemarin.
Wakil Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan pemberlakuan pemangkasan pelaksanaan MBG ini masih menunggu kebijakan resmi dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto.
“Saat ini Menko Ekonomi sedang menyusun kebijakan, jika diumumkan resmi, kita menyesuaikan diri,” ujar Nanik kepada Tirto, Kamis (26/3/2026).
Nanik mengatakan skema lima hari pelaksanaan bukan hal baru dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, program tersebut sebelumnya memang pernah dijalankan dengan durasi lima hari dalam sepekan.
“Dulu juga lima hari kok sebelum enam hari,” katanya.
Sebelumnya, Purbaya mengungkapkan, program MBG menjadi salah satu sasaran pemangkasan anggaran atau efisiensi dengan potensi penghematan mencapai Rp40 triliun.
Menurutnya, efisiensi di MBG merupakan inisiatif dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, sendiri bukan atas instruksi dari Kementerian Keuangan.
"Jadi ada efisiensi juga di MBG. Jadi ada pengurangan cukup banyak tuh yang dia bilang aja Rp40 triliun hitungan pertama kasar tapi bisa lebih," ujar Purbaya saat Halal Bihalal dengan media, Rabu (25/3/2026).
"Tapi bukan saya motong ya, emang dia melakukan sendiri karena dia bilang masih bisa ada efisiensi dengan keadaan yang seperti sekarang ini," tambahnya.
Salah satu langkah efisiensi yang tengah dikaji adalah pengurangan jadwal pelaksanaan MBG dari semula enam hari dalam sepekan menjadi lima hari. Namun, Purbaya bilang keputusan final masih menunggu laporan Kepala BGN, Dadan Hindayana, kepada Presiden.
"Waktu rapat antara lain Kepala MBG bilang seperti itu. Saya enggak ngerti hitungannya tapi dia bilang kira-kira seperti itu. 'Saya bisa ini ini ini'. Ya udah kalau gitu. Yang penting kan ini ada efisiensi dan masyarakat anak sekolahnya masih bisa makan cukup," jelasnya.
Purbaya menyebut angka efisiensi Rp40 triliun tersebut merupakan hitungan awal yang bersifat akumulasi dalam setahun. Angka itu disebutnya belum termasuk ke dalam kebijakan pemangkasan anggaran kementerian/lembaga sebesar Rp80 triliun yang telah diwacanakan pemerintah.
"Dari satu hari aja 40 triliun, itu belum dihitung, belum dihitung ke yang Rp80 triliun masuk ke Rp 80 triliun itu," kata Purbaya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id
































