Menuju konten utama

Berapa Biaya Charge Mobil Listrik, Apakah Lebih Hemat dari BBM?

Berapa biaya charge mobil listrik yang viral di media sosial dan dibilang mahal?

Berapa Biaya Charge Mobil Listrik, Apakah Lebih Hemat dari BBM?
Petugas berjalan di dekat deretan mobil listrik yang terparkir di area Central Parkir ITDC Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (2/10/2023). Ratusan mobil listrik yang akan digunakan delegasi saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island States (AIS) Forum 2023 mulai tiba di Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf.

tirto.id - Biaya charge mobil listrik tengah menjadi perhatian publik usai viralnya pengakuan seorang pengguna mobil listrik yang mengaku harus membayar Rp85 ribu untuk waktu pengecasan selama 30 menit saja. Sebenarnya, berapa biaya charge mobil listrik seharusnya dan apakah lebih hemat dari BBM?

Mengutip unggahan di akun X (Twitter) @ezash, disebutkan bahwa terdapat pengguna mobil listrik yang mengeluhkan bahwa ia dikenakan biaya sebesar Rp85 ribu hanya untuk pengisian daya selama 30 menit saja. Harga ini disebut tidak masuk akal.

Dalam beberapa potongan gambar yang diunggah, pengguna mobil listrik yang tak disebutkan namanya itu membeberkan terkait apa yang telah diterimanya saat mengisi baterai mobil listrik di salah satu lokasi yang menyediakan.

Pengguna itu kemudian sebut fakta di lapangan agak bertolak-belakang dengan apa yang ditawarkan oleh penyedia pengisian baterai mobil listrik.

Akan tetapi, pengguna itu menyebut dituding digiring opini oleh pemilik pom tersebut seolah-olah pengguna itu penipu.

Awalnya, pengguna ini mengaku hendak ke pom biasa, karena harus antri lama akhirnya ia memutuskan mengisi di pom lainnya. Sayangnya, ia merasa terkejut karena harga yang harus dibayarnya terbilang mahal.

Pengguna ini kemudian seolah menanyakan kepada publik lebih masuk akal antara mengisi baterai 30 menit seharga Rp85 ribu lalu gratis kopi dan susu, atau membeli roti dan kopi seharga Rp85 ribu lalu gratis pengisian daya selama 30 menit.

“Kalau pilihan kalian nomor 2, seperti apa yang share di story gue satu slide sebelum ini. Artinya, mobil listrik lu habis, lu habis maka di mall kenyang, lagi ga mau makan roti + lu ga suka kopi (kayak gue) terus ga boleh nge cas dong, jadi mobilnya musti di dorong sama di towing palingan ya,” tulis pengguna tersebut.

Unggahan tersebut kemudian mendapatkan atensi tinggi dari publik yang menyampaikan berbagai komentar.

Beranjak dari kasus tersebut, sebenarnya berapa perkiraan biaya yang harus dibayar pengguna listrik untuk setiap pengisian daya selama 30 menit atau lebih?

Berapa Biaya Charge Mobil Listrik, Apakah Lebih Hemat dari BBM?

Seiring mulai maraknya penggunaan mobil listrik di Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di beberapa titik di wilayah Indonesia.

SPKLU sendiri termasuk aspek terpenting untuk mobilitas mobil listrik bisa terjaga. Di tempat ini, pemilik mobil dapat mengisi baterai ketika ingin bepergian ke luar menggunakan mobil listrik.

Selain itu, pengisian daya di SPKLU juga diklaim jauh lebih murah dibandingkan biaya baha bakar kendaraan bermesin bakar.

SPKLU terbagi ke dalam tiga jenis yakni Slow Charging, Medium Charging, dan Fast Charging. Ketiganya memiliki perbedaan dari segi tenggat waktu yang diperlukan untuk mengisi baterai mobil listrik.

Tak hanya pengisian baterai, di SPKLU juga pemilik mobil listrik dana melakukan pengecasan aki agar mobil tersebut tidak mati.

Pengisian baterai di SPKLU bisa saja berbeda-beda bergantung pada penyedia layanan dan jenis pengisiannya. Kementerian ESDM memperkirakan harga SPKLU mulai dari Rp1.650 per kWh hingga Rp2.475 per kWh.

Contoh, pengguna mobil listrik memilih biaya cas mobil listrik Rp2.475 per kWh dan mengisi baterai untuk mobil yang memiliki kapasitas 18 kWh. Maka pengguna harus membayar sekitar Rp2.475 x 18: Rp44.550. Pengisian ini ditaksir mampu menempuh jarak sekitar 200 kilometer.

Sementara untuk tarif pengecasan di SPKLU Rumah, untuk pelanggan 900 VA non subsidi akan dikenakan biaya sebesar Rp1.352 per kWh.

Jika mengacu pada rincian tersebut, tak heran jika pengisian daya untuk mobil listrik jauh lebih hemat dan murah ketimbang pengisian BBM biasa.

Kendati demikian, tarif pengisian daya mobil listrik ini sangat bervariasi dan bergantung pada jenis yang dipilih oleh pengguna.

SPKLU sendiri terdapat di beberapa titik seperti di stasiun pengisian BBM Pertamina, Di area jalan tol, pusat perbelanjaan dan hotel, serta beberapa titik lainnya.

Baca juga artikel terkait MOBIL LISTRIK atau tulisan lainnya dari Imanudin Abdurohman

tirto.id - Otomotif
Kontributor: Imanudin Abdurohman
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Dipna Videlia Putsanra