Periksa Fakta

Benarkah Joe Biden Janjikan Kehidupan Lebih Baik Bagi Muslim AS?

Oleh: Irma Garnesia - 29 Juli 2020
Dibaca Normal 2 menit
Dalam salah satu kampanyenya, kandidat presiden AS Joe Biden menjanjikan kehidupan yang lebih baik bagi Muslim AS. Ia bahkan mengutip hadis Nabi Muhammad SAW. Benarkah demikian?
tirto.id - Baru-baru ini, media sosial ramai membicarakan calon presiden Amerika Serikat, Joe Biden. Kandidat dari Partai Demokrat tersebut dikabarkan berjanji membuat kebijakan yang lebih baik untuk umat Islam di Amerika Serikat. Ia bahkan sempat mengutip hadis Nabi Muhammad SAW ketika melontarkan janji tersebut.

Narasi tersebut, salah satunya, disampaikan oleh akun Instagram @chippish.id (arsip) pada 24 Juli lalu. Unggahan Chippish itu mendapat komentar dari 615 orang dan Likes sebanyak 25 ribu lebih setelah diunggah selama tiga hari hingga 27 Juli 2020. Unggahan Chippish juga berisi foto Joe Biden dan ringkasan narasi tersebut. Lebih lengkapnya, kutipan dari unggahan tersebut berbunyi:

Calon Presiden AS Joe Biden berjanji akan membuat kebijakan yang lebih baik untuk umat Islam di Amerika. Mantan Wakil Presiden AS ini juga menyanjung Islam sebagai agama yang besar dan diakui dunia.
Menyadur Yenisafak pada Kamis (23/07/2020), Biden berkata dalam sebuah pertemuan online tentang upayanya mengatasi kebutuhan komunitas Muslim saat terpilih jadi Presiden Amerika.
Pernyataan ini datang pada hari Senin setelah beberapa pemimpin top Islam-Amerika menyatakan dukungannya pada Biden.
Dalam kesempatan yag sama, Biden juga menyanjung Islam dan berharap sekolah-sekolah di AS mengajarkan lebih banyak tentang Islam.
Salah satu hal yang saya pikir penting, saya berharap kami mengajarkan lebih banyak di sekolah kami tentang iman Islam," katanya.
Sebuah hadis dari Nabi Muhammad memerintahkan, 'Siapa pun di antara kamu melihat kesalahan, biarkan dia mengubahnya dengan tangannya. Jika dia tidak mampu, maka dengan lidahnya. Jika dia tidak mampu, maka dengan hatinya.'," ujar Biden.
Setelah mengutip hadis nabi, Biden kemudian berjanji mencabut larangan bepergian tiga tahun pemerintahan Trump yang menargetkan negara mayoritas Muslim.
Jika saya mendapat kehormatan jadi presiden, saya akan mengakhiri larangan muslim pada hari pertama. Hari pertama," ia berjanji.
Sambil mengecam perlakuan Trump terhadap agama minoritas, Biden berjanji menunjuk personil muslim dalam pemerintahannya dan bekerja dengan Kongres untuk mengesahkan undang-undang kejahatan rasial yang terhenti.

Periksa Fakta Joe Biden Kutip Hadis Nabi
Periksa Fakta Joe Biden Kutip Hadis Nabi. (Screnshoot/Instagram/Chippihs.id)



Penelusuran Fakta

Berdasarkan penelusuran Tirto, Joe Biden memang meminta dukungan dari komunitas Muslim Amerika Serikat pada konferensi daring yang diselenggarakan oleh Emgage Action, sebuah komunitas muslim di AS yang melakukan advokasi untuk isu-isu terkait kebebasan sipil, reformasi peradilan, ketimpangan pendapatan, kesehatan, hingga reformasi imigrasi.

Konferensi daring tersebut berjudul “Million Muslim Votes” yang bertujuan mengajak komunitas ini untuk memilih salah satu calon presiden pada November nanti. Konferensi berdurasi sekitar 1 jam dan 31 menit tersebut berlangsung pada 16 Juli 2020 dan ditayangkan oleh PBS News Hour pada 20 Juli 2020. Video ini telah ditonton lebih dari 20 ribu kali.

Pada konferensi tersebut, Biden mulai bicara pada menit ke 48:36. Ia berterima kasih pada komunitas Emgage yang telah menyokong kampanyenya. “Saya berharap, kita lebih banyak mengajarkan Islam di sekolah-sekolah. Saya berharap kita membicarakan semua agama,” imbuh Biden.

Selanjutnya, sekitar menit ke 49:20, Biden menyampaikan bahwa "suara Muslim Amerika penting bagi komunitas kami, bagi negara kami. Kita semua tahu bahwa suara Anda tidak selalu didengar, diwakili, atau mendapat pengakuan."

Momen Biden mengutip hadis Nabi Muhammad SAW dapat ditemukan sekitar menit ke 58:32. "Hadis dari Nabi Muhammad mengatakan, 'Siapa pun di antara kamu yang salah, biarkan dia mengubahnya dengan tangannya. Jika dia tidak mampu, maka dengan lidahnya. Jika dia tidak mampu, maka dengan hatinya," sebut Biden.

Janji Biden terkait kehidupan yang lebih baik bagi Muslim AS, salah satunya, dapat ditemukan pada sekitar menit 59:12. "Anda pantas memiliki presiden dan administrasi yang akan bekerja dengan Anda dan mendukung Anda dalam upaya ini, tidak mencoba untuk mengkambinghitamkan komunitas Anda atau memajukan agenda politik xenophobia di belakang komunitas Muslim," sebut Biden.

"Jika saya mendapat kehormatan untuk terpilih sebagai presiden Amerika Serikat, bersama-sama, kita dapat bekerja untuk memperbaiki kesalahan, dan melihat dunia kita, dan melihatnya lebih baik dengan hati kita, dengan tangan kita, dengan suara kita."

Pada kesempatan itu, kandidat presiden dari partai Demokrat tersebut juga berjanji untuk membatalkan aturan di pemerintahan Trump yang melarang pendatang dari negara mayoritas Muslim ke AS. Biden juga berjanji untuk menerapkan janji ini sejak hari pertama ia terpilih. Lebih lanjut, janji Biden untuk memasukan "suara Muslim ke dalam pemerintahannya" dapat ditemukan pada kisaran menit 55:43.

Menurut Wa’el Alzayat, CEO dari komunitas Emgage Action, organisasi mereka berusaha memaksimalkan suara dari komunitas Muslim di negara bagian yang berpotensi jadi lumbung suara. Di Michigan misalnya, dimana Trump menang pada 2016 dengan 11 ribu suara, Alzayat percaya bahwa ada lebih dari 150 ribu pemilih Muslim di negara bagian tersebut.

Beberapa anggota kongres Muslim juga diketahui mendukung Mantan Wakil Obama tersebut. Mereka adalah perwakilan kongres Minnesota, Ilhan Omar, Jaksa Minnesota, Keith Ellison, dan perwakilan kongres Indiana, Andre Carson. Semua pendukung Biden tersebut berasal dari Partai Demokrat.


Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran fakta yang telah dilakukan, kandidat presiden AS dari partai Demokrat Joe Biden memang menjanjikan komunitas Muslim AS kehidupan yang lebih layak di negara tersebut. Ia bahkan mengutip hadis Nabi Muhammad SAW dalam pidatonya. Ia menyampaikan hal tersebut di konferensi daring yang diselenggarakan organisasi Emgage Action.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan menarik lainnya Irma Garnesia
(tirto.id - Politik)

Penulis: Irma Garnesia
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara
DarkLight